Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
PENEMBAKAN



"Eh,tapi tunggu,bukankah itu suara tuan kenzo"Gumam sela.


"Iya,itu pasti suaranya"Ucapnya lagi dan mengikuti asal suara dengan pelan.


Tak lama kemudian,dia pun melihat begitu banyak orang yang begitu tak terlalu terlihat olehnya sedang saling tembak di berbagai arah.


"Siapa mereka semua"Ucap sela yang sedang melihat mereka semua di balik pohon.


Terlihat,brian bersama kenzo yang sedang berada di tengah tengah para pasukan mereka sedang saling tatap dengan tajam,tak lupa juga dengan Pistol di tangan kanan masing masing.


"Jangan menuduhku yang tidak tidak jika kau tak mempunyai bukti"Ucap kenzo.


"Terus,apa kau tak mengenal ini"Ucap brian sambil melemparkan kain yang melambangkan dari kelompok kalajengking di hadapan kenzo.


"Dari mana kau mendapatkan kan nya"tanya kenzo mengambil kainnya.


"Ini memang dari kelompok ku,tap.."ucapnya lagi yang terpotong oleh pukulan brian yang mendarat di pipi nya.


"Astaga"Kaget sela menutup mulutnya.


"Aku sudah bilang,bukan aku yang melakukan nya"Bentak kenzo membalas pukulan brian,dan terjadilah baku hantam yang di lakukan mereka berdua.


Para anak buah mereka yang melihat hal itu, otomatis saling baku hantam dengan pasukan yang di anggap mereka musuh, Sesekali suara tembakan terdengar dari mereka.


Sela yang di balik pohon tiba tiba berteriak kaget ketika ada salah satu peluru melesat ke arah pohon yang dia tempati.


"Akkkh"


Semua orang yang mendengar teriakkan sela langsung terdiam,dan melihat ke arahnya.


"Sela"Ucap kaget brian.


"Kenapa aku bisa lupa jika dia di perusahaan nya"lanjut Brian


"Sela"Kenzo


"Sela"Pandi


"Adik"Kaget teman teman brian.


Sela yang di tatapan oleh mereka semua merasa canggung dan takut juga melihat mereka.


Seketika keadaan menjadi hening.Tiba tiba


Dor' suara tembakan yang melesat ke arah brian dari belakang,yang membuat ke adaan menjadi mencekam.


"Siapa dia"Semua orang saling bertanya tanya mencari asal sang penembak.


Tanpa basa basi,brian langsung menembakkan pelurunya ke arah belakang.


"Akhh"Teriak seseorang dari arah pohon yang keluar dengan tangan yang terkena tembakan dari brian.


"Ayah"Gumam kenzo melihat orang tersebut.


Sela yang melihatnya merasa kepalanya tiba tiba sakit, dengan sekelebat bayangan muncul di kepalanya.


"Akhhhh"Teriak sela.


"Sayang, kenapa,ada apa"Ucap brian khawatir menghampiri sela.


Sela tak menjawab ucapan brian, dirinya terus menatap pria tadi yang di panggil kenzo ayah.


"Akhh"Teriak sela lagi ketika merasa sakit di kepalanya.


"Apa kau mengenal ku gadis manis"Ucap pria tadi tersenyum melihat sela.


"Di dia,dia"Tunjuk sela ke arahnya.


Pria yang di tunjuk sela tadi,tiba tiba menembakan peluru ke arah brian.


Sela yang melihatnya nya langsung menarik brian membawanya lari.


Sedangkan para pasukan Brian langsung berlari menembaki pria tersebut yang mengejar brian.


"TUNGGU"Teriak pria tersebut terus berlari, sesekali menembaki punggung brian yang melesat.


Dor' peluru yang dia tembakan mengenai pundak brian jika sela tak menarik brian.


brak' suara keras dari kepala sela yang terhantam pohon di belakang nya.


"Akhh"Rintihan sela.


"Dasar"Geram brian menembaki pria tadi yang berjalan ke arahnya.


"Apa kau baik baik saja"Tanya brian melirik sela.


"Ya,aku baik,tapi siapa kau sebenarnya"Ucap sela sambil memegang kepalanya.


"Akhhh"Teriak sela lagi ketika melihat pria itu.


"Kenapa,apa ada yang sakit"Tanya brian khawatir.


"Kepala ku tiba tiba sakit ketika melihatnya"Jawab sela.


"Akhirnya aku bisa membunuh mu juga"Ucap pria tersebut tersenyum miring.


Tidak lama kemudian,semua orang yang tadi bertarung datang melihat apa yang terjadi di antara mereka.


"Kenapa dengan sela bri"Tanya rey yang baru datang,di susul temannya yang lain.


"Dia tiba tiba sakit di bagian kepala"Jawab brian.


Mereka semua tak menyadari jika pria tersebut sedang membidik jantung brian,dan...


Dor' tembak tersebut melesat,dan menancap di lengan kiri brian yang membuat sela kaget.


"akhh"Teriak brian dan sela barengan.


Mereka berdua akhirnya saling menghajar satu sama lain dengan tanpa senjata di keduanya ketika pistol pria tadi di rampas dan di lempar sembarangan arah oleh brian.


"Jika kau ingin mati,aku bisa mewujudkannya sekarang juga"Geram brian sambil terus menghajar pria tersebut.


"Jangan memukul ayahku,dasar bajingan"Teriak kenzo berniat menghajar brian,tapi terhalang oleh rey yang menarik dirinya.


mereka berdua berakhir saling memukul,begitu pula dengan para pasukan nya yang lain.


"Akhhh, kenapa aku seperti pernah melihat nya"Rintih sela.


Ketika pria yang di hajar brian sudah terkapar di bawahnya, Brian meminta anak buahnya mengambilkan tongkat bisbol yang sempat dia bawa di anak buahnya.


"Ambilkan tongkat ku"Ucap brian dingin.


"Baik bos"Ucap nya patuh dan memberikan tongkat yang di minta brian.


Brian langsung saja memikul kan tongkat tersebut ke tubuh pria sedikit tua tersebut yang membuat nya kesakitan.


"Akhhh"


"Siapa kau sebenarnya hah"Teriak brian sambil memukul pria tersebut berulang kali.


"Jangan pukul ayahku"Teriak kenzo marah,dan langsung di pukul brian dengan tongkatnya di bagian kepala.


"Apa kau juga ingin menerima balasan dariku hah"Teriak brian bergantian memukul kenzo.


"Apa kau ingin merasakan juga sepertinya,tadinya aku akan memasukkan mu kedalam sel tahanan"Ucap brian dingin.


"Tapi jika kau mau ini,aku bisa mengabulkannya"Ucapnya lagi dan melanjutkan pukulannya di tubuh kenzo.


Pria tadi yang sedang terkapar berusaha bangun dengan susah payah.


"sebaiknya aku kabur saja sekarang"Ucapnya sambil berjalan ke arah belakang,dan akhirnya kabur tanpa disadari semuanya.


sela yang melihat hal itu seketika tubuhnya bergetar hebat saking ketakutan melihat brian.


"Dia,apa dia pembunuh,dia seorang pembunuh"Gumam sela bergetar sambil melihat kenzo yang sedang kesakitan.


Brian yang ingin memukul kenzo Kembali di hentikan oleh ucapan sela dengan diiringi suara tangisan kecil darinya sambil berjalan ke arahnya.


"Jangan, Jangan pukul dia"Ucap sela ketakutan menghampiri kenzo.


"Ken,apa, apa kau masih bisa bangun"Tanya sela memegang tangan kenzo membantunya untuk bangun.


"Iya, kenapa kau tadi bisa kesini"Ucap kenzo kesakitan berusaha bangun dengan di bantu sela.


Brian yang melihat mereka berdua otomatis membuat dirinya marah.


"Jangan membantunya,dia yang membuat kau melupakan ku sel"Bentak brian.


"Dia orang yang aku ceritakan,dia yang membuat ketika kecelakaan waktu itu"Lanjutnya lagi.


Sela yang mendengar kata kecelakaan lagi lagi membuatnya sakit kepala,dan sekilas banyangan seorang pria terlintas di pikirannya.


"Akkkh"teriak sela memegang kepala yang membuat Brian khawatir melihat nya,dan...


Bruk'sela tiba tiba jatuh pingsan di pelukan Brian yang seketika tadi menangkap nya.


"Sela"Ucap mereka yang mengenal sela bersamaan.


"Sela, bangun sel,kau kenapa"Ucap kenzo ingin menyentuh lengannya.


"Jangan menyentuhnya,urusan kita belum selesai,jika kau memang benar pelakunya,aku pastikan,kau tidak akan ada di perusahaan apa lagi di kantor polisi"Ucap brian tegas.


"tapi di tahanan ku"Lanjutnya.


Setelah mengatakan itu, dirinya membawa sela di pangkuan nya ala bridal style menuju ke mobil yang jaraknya agak jauh dari tempat tersebut.


"Brian,aku saja yang bawa biar lebih cepat,tanganmu sedang terluka"Ucap angga yang langsung dapat tatapan tajam dari yang lain sejenak, sebelum meneruskan perjalanan nya.


Mereka akan membawa sela ke Mension brian yang di tempati sela waktu itu.


"Jalankan mobilnya dengan cepat"Teriak Brian di dalam mobil.Angga yang memang ditugaskan untuk menyetir langsung menanjabkan gas dengan lebih cepat di atas rata rata.


"Deril, cepat kau kemension brian sekarang juga"Ucap rey di telepon.


"hmm,kami tunggu,dan kau harus datang sebelum kami"ucapnya lagi dengan mematikan telepon.


"Maaf kan aku, kenapa aku bisa lupa jika kau bekerja dengannya"Ucap brian pelan sambil mengusap kepala sela yang sedang pingsan di pahanya.


"Semoga saja dirinya baik baik saja"Ucap angga yang di angguki mereka semua.


Tidak lama kemudian, mereka berlima akhirnya sampai ke Mension brian tanpa di temani para pasukan nya.


*****


Di kamar,sela sedang berbaring di kasur dengan di kelilingi mereka berempat dan deril sedang memeriksa kepalanya.


"Ini hal yang wajar di alami pasien yang sedang amnesia"Ucap deril.


"Tapi kenapa adikku bisa merasa kesakitan di kepalanya, jangan sampai dia seperti ini lagi deril"Ucap rey.


"Jika dia tak sakit seperti ini, mungkin dia tak akan mengingat kalain selamanya"Ucap deril.


"Maksud mu"Tanya brian.


"Lihat saja nanti besok"Jawab deril.


.


.


.


Bersambung 🍁