Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
MAKAN BERSAMA



"Maaf jika membuat kalian semua khawatir"Ucap sela tak enak.


Semua pria di sana menggeleng,pertanda jangan meminta maaf pada kami,kami yang salah karena tak bisa menjagamu.


"Sudah, Kalian sudah liat bukan aku baik baik saja"Ucap sela menyakinkan mereka semua.


"Kau terlihat baik,tapi abang tau kau sedang tidak baik dik"Ucap rey perhatian.


"Apa kamu ingin sesuatu"Lanjutnya bertanya.


"Iya dik,katakan saja jika kau butuh sesuatu, abang berharap kau seperti dulu lagi tau"Ucap angga menimpali.


"Emang dulu aku seperti apa"Heran sela.


"Abang ini aneh aneh saja"Lanjutnya tertawa kecil, sesekali meminum minumannya.


"Dan kau dev,ngapain ngirim orang segala kesini, sudah kubilang aku baik baik saja tadi"Ucap sela menatap brian.


"Kau tau jawabannya, kenapa masih bertanya"Ucap brian gemas sambil mengacak rambut sela.


Tentu saja dia tidak menjawab pertanyaan brian,karna semua orang juga tau jika melihat gelagat dan wajah brian yang terlihat khawatir tadi siang.


"Apa ini masih perih"Tanya brian mengusap pipi sela pelan.


"Sudah lebih baik"Jawab sela.


"Dan apa kalian kesini hanya menanyakan itu?"Lanjut nya sinis.


Seperti sudah tau memang mereka kesini hanya untuk itu, tidak guna bukan, meluangkan waktu hanya untuk bertanya hal itu,hadeh...


Mereka semua yang mendengarnya seketika hanya tersenyum, karena memang benar apa yang sela bilang tentang nya.


"Bang"panggil sela tiba tiba.


"Hemm"Gumam mereka semua.


"Aku ingin makan,apa kalian bisa membuat kan nya"Lanjutnya dengan manja, seperti beberapa tahun yang lalu,dan hal itulah yang mereka suka dari sela,yaitu bermanja kepada para abang ya.


"Tentu saja,biar kan aku yang buat"Ucap angga semangat.


"Halah, emang kau bisa masak,yang ada semua makanan jadi tak enak karena terlalu asin jika kau buat"Ucap han mengejek walaupun memang kenyataan.


Semua yang di sana tentu saja tertawa mendengar ucapan han yang memang benar adanya.


"Jadi kalian tidak bisa"Ucap sela dengan muka sedih.


"Bisa bisa,biar kita buatkan,ok"Jawab mereka bersamaan ketika mendengar sela.


"Kamu duduk saja di sana fan lihat, bagaimana kami memasak enak untukmu"Ucap brian tersenyum kecil sebelum memulai memasak.


"Hemm"Angguk sela.


Brian dan teman temannya pun mulai memasak dengan lihai dan semangat, dengan sela yang sedang duduk melihat mereka, dengan di temani dua pelayanan tadi yang dia suruh berada di dekatnya yang juga melihat para abang nya.


Para pelayan tentu saja kaget melihat pemandangan ini,yang melihat tuan dan para temannya sedang memasak,dan itu hanya untuk seorang gadis yang sedang duduk di kursi nya.


"pemandangan sangat langka dan begitu aneh"Pikir keduanya.


"Jangan taburi garam banyak angga!, secukupnya saja"Ucap Rey kesal ketika melihat angga yang akan menaburi garam di masakan nya yang sedang dia buat.


"Ok ok, tenang saja,akan ku ambil lagi"Ucap angga tanpa di jawab rey sambil menaburkan garam nya sedikit.


"Apa masih lama, kenapa lama sekali"Keluh sela.


Mereka seperti sedang berlomba memasak saja ketika mendengar ucapan sela langsung gelagapan, seperti waktu mereka akan cepat habis,dan mengerjakannya dengan lebih cepat.


Seperti angga yang sedang memotong sayuran, Brian yang mengoreng ayam,rey dan angga sedang memasak yang lainnya otomatis semakin lebih cepat mengerjakan.


"Nona,apa tuan benar tidak butuh bantuan kami"Ucap salah satu pelayan bertanya.


"Kenapa anda begitu nyakin nona?"Tanya nya lagi penasaran.


Memang semua orang juga tidak tau tentang hubungan brian dan sela,apa lagi hanya seorang pelayan seperti nya,dan baru bekerja pula,dan sepertinya sebentar lagi semua akan tau, apa lagi tuan nugraha dan tuan kenzo sudah tau,dan mereka para bis perusahaan.


"Apa kau ingin tau?"Jawab sela balik tanya.


"Ahh, tidak perlu di jawab juga nona,maaf sudah lancang"Ucap nya tak enak hati.


"Tidak apa apa jika kau ingin tau,tapi sepertinya tak perlu di jawab bukan?"Ucap sela.


"Karna kau sedang melihat semuanya"Lanjutnya melihat ke arah para lelaki yang sedang memasak itu.Begitu juga para pelayan.


Para pelayan seketika berpikir dengan apa yang di maksud sela.


"Apa tuan ini memang benar abangnya nona sela"


"Tapi tuan saja berbeda orang tua"


"Ah,aku sekarang tau, mereka semua menganggap nona sela seperti abangnya,begitu juga sebaliknya nya yang menganggap sebagai adiknya"Lanjutnya pelan,tapi itu masih di dengar oleh sela yang hanya di jawab senyuman kecil.


Sudah satu jam berlalu sela duduk dan menunggu,Jam juga sudah menunjukkan jam empat sore, sedangkan brian dan para temannya masih belum menyelesaikan masakannya dari tadi.


Sela saja sudah menghabiskan beberapa kali cemilan dan minuman karna saking lamanya menunggu masakan mereka.


"Aah, akhirnya selesai juga" Ucap mereka bersamaan dengan tersenyum menatap hidangan yang mereka buat yang sudah di atas meja di depan sela.


"Silahkan di nikmati nona cantik"Ucap mereka semua berlagak seperti melayani sela.


"Waaaah, pantesan kalian sangat lama memasak"Ucap sela tersenyum melihat hidangan begitu banyak menurutnya.


Ada sup,ikan goreng yang bermacam macam,tumis kangkung, dan tak lupa ayam goreng kesukaan yang terlihat enak,dan tak lupa juga air putih dan jus yang di buatkan hanya untuk nya.


"Ini semua untuk ku"Lanjut nya yang di angguki ke 4 lelaki tersebut.


"Iya,dan cepat makan,kau sudah menunggu lama bukan"Titah brian.


"Ayo kalian semua duduk"Ajak sela menyuruh mereka duduk di kursi tempat makan.


keempat lelaki itu langsung saja duduk ketika mendengar sela, kebetulan juga mejanya sudah di ganti ke yang lebih besar,yang tadinya hanya untuk 4 orang, sekarang bisa sampai sepuluh orang.


Dan itu tentu saja ulah dari brian yang menyuruh seseorang menggantinya,itu juga tak di permasalahkan oleh sela,karna dia juga sudah bisa menebak ulah siapa, jika bukan dengannya, berarti abang nya.


"Kalian juga duduk, ngapain berdiri begitu"titah sela ke para pelayan maupun seorang pria yang hanya berdiri dari tadi (anak buah brian).


"Tidak nona, terimakasih,kami sudah tadi ketika kami mau kesini"Tolak mereka halus.


Sela hanya mengangguk mengiyakan..


Mereka semua akhirnya makan bersama ketika sela memaksa mereka untuk makan bersamanya, walaupun mereka sudah menolaknya untuk tidak,tapi itu permintaan sela sang kekasih dan adik bagi yang lain.


"Masakan kalian sangat enak"Ucap sela di sela sela makannya.


"JIka kamu suka,kamu bisa menyuruh kami lagi"Ucap Rey.


"Kami akan selalu ada untuk mu sayang"Ucap brian.


"Jadi jika ada masalah, beritahu saja pada kami semua,kami akan membantu mu"Ucap han menimpali.


"Dan apa kalian bisa membantu masalah ini?"Ucap sela.


.


.


.


Bersambung 🍁