
"Tapi tetap saja,kau sama seperti paman ternyata!!!"Teriak sela kesal sekaligus marah dan sedih ketika mengatakan nya.
Belum lagi dia harus mencari informasi tentang pamannya,dan sekarang brian malah membuat dirinya kecewa dan sedih sekaligus Takut melihat nya sekarang, alasan nya cuma satu, kenapa dia bisa bisanya membohongi ya seperti ini,dan tanpa di curigai sedikitpun saking perhatiannya brian kepada sela.
"Maksud mu apa?"Heran brian sekaligus Kaget, kenapa dirinya di bandingkan dengan nugraha.
Sela hanya diam tak ingin menjawab.
"Sudah lah,kau tak perlu tau"Ucap sela akhirnya.
"Sebaiknya aku pulang saja"Lanjut dan bergegas kelantai dasar yang langsung di ikuti brian untuk mencegah.Sebenarnya mereka berdua sebentar lagi akan sampai di depan pintu kamar sela yang ada di mension Brian.
"Kau mau kemana?"Ucap brian mencekal tangan sela dengan nada datar.
Sudah dipastikan jika keadaan nya akan seperti ini oleh brian, walaupun sela tak terlalu memperlihatkan ketakutan dan syok dari tadi sela melihat nya di hutan sampai di mension.Tapi dia sudah menduga jika hal ini akan terjadi.
"Kau tau aku tak suka yang namanya kebohongan, apa lagi dibohongi"Teriak sela mengeluarkan kata kata yang dari tadi dia simpan.
"Bukan itu saja,aku sangat membenci yang namanya pembunuh,dan kau melakukan semua hal itu kepadaku devan"Lanjutnya diiringi suara tangisan darinya.
Brian hanya mendengarkan semua ucapan sela dengan menatap nya datar.
"Terus,kau mau kemana"Tanya brian masih datar bahkan terkesan dingin. Tidak ada halus halusnya sama sekali dari pertanyaan yang membuat sela seketika menatap nya tanpa berbicara dan malah memilih melepaskan tangan brian dari tangan nya.
"Jangan memaksaku melakukan hal yang tidak kau sukai padamu jika kau tak menurut dan tetap ingin pergi dari sini"Ucap Brian kembali terdengar datar ketika sela berjalan langsung terhenti.
Bukan keinginan nya untuk bersikap seperti ini kepada kekasih nya,tapi keadaan seperti memaksanya sekarang,Jika tidak,sela akan menghilang seperti dulu,bukan menghilang darinya,lebih tepatnya sela pergi dari brian.
"Aku punya tempat tinggal walaupun sementara"Ucap sela membalikan badannya dan menatap brian.
"Dan satu lagi, Mension mu cukup jauh dari perusahaan tempat ku berkerja"Lanjut sela dengan beralasan, walaupun benar jika mension Brian dengan perusahaan Kenzo cukup jauh, kecuali dengan sedikit mengebut memakai kendaraan.
"Dan satu lagi,Aku kecewa padamu Devan "Lanjutnya lagi sebelum akhirnya melangkah keluar mension brian.
Brian yang mendengar hal itu tak tinggal diam membiarkan sela keluar, apa lagi sekarang sudah sangat malam, cuaca juga semakin dingin, dia khawatir jika dia biarkan sela pulang akan terjadi hal yang tak di inginkan,jadi Brian langsung menarik tangan sela dan membawanya ke lantai atas di mana kamar sela berada.
Sela terus meminta di lepaskan tangan nya dari Brian, tapi seperti nya hal itu tak di gubris sedikit pun oleh Brian yang terus menarik nya sampai dalam kamar dan langsung melepaskan cekalan tangan nya yang tidak terlalu kuat agar tak menyakiti sela.
Sela langsung menatap Brian tajam saking kesalnya kepada Brian, Brian pun tak kalah tajam metap sela yang membuat dirinya langsung menunduk Takut melihat tatapan nya yang sangat tajam.
"Istirahat lah" Ucap Brian lembut sambil mengelus kepala sela pelan, sebelum akhirnya keluar kamar tersebut meninggal sela yang hanya terbengong melihat kelakuan brian barusan, tadi dingin dan datar, tiba tiba berubah melembut Kembali.
"Aku masih tak menyangka jika dia berbohong tentang masalah yang sangat besar ini"
"Bang Rey,bang angga,bang han juga,aku masih tak menyangka hal itu,apa lagi tuan Kenzo dan sekertaris nya" Gumam sela pelan.
Karna dirasa sangat mengantuk, jam juga sudah menunjukkan jam setengah 3 malam, dan itu artinya sebentar lagi akan pagi.
Sedangkan di tempat lain,tentu saja mereka di buat heboh dan penasaran dengan kejadian kelompok diamond π kemarkas kalajengking yang notabennya musuh dari beberapa tahun lalu,dan sekarang seperti satu kelompok saja.
"Bos,apa sekarang bos sudah berbaikan dengan kelompok diamond π" Tanya pandi yang masih di markas kalajengking setelah melihat anak buahnya membereskan mayat pria itu yang akan di makamkan esok pagi, bagaimanapun dia sudah bersama kelompok kalajengking,bahkan orang yang mendirikan nya.
"Dia bukan musuh ku,dan musuhku sebenarnya sudah meninggal beberapa jam lalu"Jawab kenzo dingin,tentu saja yang dia bahas si pria itu.
Sedangkan para pasukan nya...
"Siapa cewek tadi,dia sangat cantik Walaupun terlihat natural"
"Shuuut, diam, apa kau tidak tau jika dia sekertaris bos di perusahaan"
"Bukan itu maksudku, apa kau tidak lihat bos dari diamond mengejarnya, sepertinya dia kekasih nya"
"Hey, Sedang bahas apa?"Tanya pandi tiba tiba datang mengangetkan mereka semua.
"Bu bukan apa apa bos"
"Dia sekretaris ku di perusahaan, dan dia kekasih dari bos kelompoknya diamond" Ucap kenzo memberitahu.
Mereka semua hanya mengangguk mengerti...
Sejak saat itulah, dua kelompok yang tadinya bermusuhan menjadi bersatu, seperti dua perusahaan atau lebih yang mengadakan kerja sama untuk membangun sebuah proyek.
Dan berita itu langsung tersebar di kalangan mafia lain, besar atau kecil kalompok nya, mereka semua tau, apa lagi tentang kematian pria itu yang menghebohkan semua kalangan mafia, tapi ada juga yang bersyukur, setidaknya satu bos dari kelompok mafia terbesar sudah meninggal.
Keesokan harinya...
Tidak ada karangan bunga dari sebuah teman, keluarga ataupun Klien bisnis untuk mengucapkan sebagai belasungkawanya atas permintaan kenzo yang di sembunyikan,lagi pula tidak ada media yang tau siapa ayah kenzo selama ini.
Hanya segerombolan polisi yang mendatangi mension nya untuk menanyakan pria tersebut,dan berbicara langsung ke pada Kenzo,yang ternyata pria yang dia panggil ayah yang beberapa jam lalu meninggal adalah seorang buronan yang jika di tangkap akan di hukum mati saking salahnya di mata hukum.
"Ternyata dia juga sangat kejam dan jahat sama semua orang, bahkan sampai ingin di hukum mati" Batin Kenzo.
Polisi juga menanyakan perihal bagaimana pria itu bisa meninggal, dan dimana dia selama ini, Kenzo juga menceritakan masalahnya kepada Polisi jika orang tuanya juga di habisi oleh pria itu.
"Jadi, siapa yang membunuh pria itu sebenarnya tuan?" Tanya polisi sekali lagi.
.
.
.
Bersambung π