Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
MENENANGKAN DIRI



Bagaiman bisa dia mengatakan itu, bahkan dirinya saja bertanya terdengar sangat susah untuk mengucapkannya, seperti orang yang sangat kesakitan.


Memang tak dapat di pungkiri jika Brian merasakan sakit, memang siapa yang tidak bisa merasakan sakit jika peluru di pundak dekat lehernya saja terdapat tiga butir yang berhasil bersarang. Untung saja tak sampai mengenai kepala.


Tapi berbeda di mata semua orang yang melihatnya, mereka mengira jika tembakan itu memang bersarang di kepalanya, dan itu di manfaatkan oleh Brian yang memiliki rencana.


Dengan di dukung raut wajah Brian yang mendalami aktingnya.


"Kau cari tau semua tentang anak perempuan nya itu" Ucap Brian seakan berbisik kearah Rey.


Rey Yang langsung paham mengangguk mengiyakan, sejak ini lah Rey merasa sedikit heran dengan Brian, pasalnya Brian tiba saja tidak sadar kan diri, membuat mereka semua di dalam mobil dengan luka Brian yang terbilang cukup parah.


Jika luka hanya di tubuhnya saja... mereka tak akan bilang parah, namun ini kepala...orang orang yang mengalami kecelakaan di kepalannya biasanya meninggalkan bekas entah itu rugi atau tidak jika sampai mengenai kepala intinya jika selamat bukan..Tidak ada yang bisa menduga.


Sama hal nya dengan Jesika yang sedang bersama sang ayah di rumah sakit untuk melihatnya setelah tadi dia di telepon oleh salah satu pasukan sang ayah.


Dengan kondisi yang terbaring lemah, tertancap selang infus di tangannya, dengan di temani berbagai perban yang melekat di setiap luka yang ada di tubuhnya.


Dengan kejadian inilah dia bisa tau keadaan Brian dari orang yang sama ketika meneleponnya tadi, dia diperintahkan olehnya untuk selalu mengawasi Brian.


Dia yakin jika Brian tidak akan m***, entahlah... Hanya dia Yang tau kenapa dirinya yakin sekali jika Brian kaan baik baik saja, sungguh...dia berharap Brian akan mengalami lumpuh namun sesaat, bukan seperti yang di bilang orang suruhannya jika Brian amnesia.


Namun dengan ini...dia bisa tersenyum juga...jika Brian lupa...dia bisa mendekati Brian dan menjauhi nya dari sela..


Setelah mendengar informasi itu, dia langsung saja menemui Brian yang sedang di rumah sakit itu, dan menitip kan sang ayah kepada para bawahannya....


Begitu juga dengan Rey yang dengan sekejap dia bisa mendapatkan informasi dari bawahannya untuk mencari info tentang Jesika, hanya saja belum dia baca karena sedang menunggu di luar kamar Brian yang sedang di periksa waktu itu bersama Angga.


FLACK BACK OFF


Sela yang merasa bersedih setelah di rumah sakit menemui Brian berniat menenangkan diri ketempat yang dia sukai sekarang, yaitu pemandangan air laut serta angin sepoi sepoi yang berhembus menerpa wajahnya.


Yang dia pikir Brian sudah berselingkuh sebelum bersama nya itu merasa kesal bercampur aduk, tanpa tau apa yang di rencanakan Brian yang dengan membuat dia sedih, tapi membuat dirinya aman dari ancaman Jesika tanpa dia ketahui.


Dia yang tak mungkin ke perusahaan kembali itu hanya meminta izin kepada sang bos melalui pesan WhatsApp, tanpa menunggu balasan dia langsung memasukkan handphonenya kedalam tas kecilnya.


Baru saja dia memasukkan nya, suara handphone itu malah terdengar jelas, pertanda ada panggilan masuk...


Dia tak menghiraukannya dan malah memilih melihat ke arah yang menurutnya menenangkan mata, bukan mata saja, melainkan hatinya yang sedang seakan terasa panas.


Bukan itu saja yang ternyata terasa panas, Namun telinganya juga seakan panas dan hatinya yang tadinya sedih malah di tambah kesal ketika mendengar suara teleponnya yang tak pernah berhenti bergetar dan bersuara.


Dengan kesal nya sela mengambil handphone itu dan mengangkat sambungan teleponnya...


"HEY!!!! APA YANG SEDANG KAMU KERJAKAN...BERANI BERANINYA TAK MENGANGKAT TELEPON DARIKU HAH!!!


Suara teriakan di sebrang telepon yang sangat menggelegar membuat sela kaget, yang otomatis menjauhkan telepon itu dari telinganya.


"Cepat pulang, Jangan melamun di pantai sendirian" Ucap bang Nanda, membuat sela celingukan karena heran.


"Kenapa bang nan tau jika aku di pantai" Batin nya.


"Aku sedang di restoran, jika ingin menebaknya abang salah.."Jawab sela berbohong beralasan.


"Jangan berusaha membodohi ku, cepat pulang ke apartemenku, makanan enak tersedia sekarang "Titah bang Nanda dengan nada memaksa.


Bang Nanda tau apa masalahnya, kenapa sela bisa menangis setelah di kabari Angga atas perintah Brian, namun dia tak di beri tahu kenapa orang yang sudah membuat adiknya menangis.


Dan dia juga tau di mana adiknya berada, dia langsung saja menyuruh orang orangnya yang dia bawa di negaranya untuk mencari dan mengikuti sang adik kemanapun dia pergi, dan lokasinya tertuju ke arah pantai.


"Aku gak mau makan, jika aku lapar aku akan makan sendiri" Ucap sela, dia tidak sadar jika dari tadi suara dirinya terdengar sedikit serak, terdengar sekali jika dia habis menangis, membuat Ananda yang mendengar nya sedih.


Tapi dia juga tak bisa berbuat apa apa jika sang adik memang menyukai sang pelaku yang buat dirinya sampai ke pantai sendirian.


Dia memang sangat marah dan kesal ketika mendengar keadaan adiknya tadi, namun Angga mengatakan jika dia akan memberitahukan yang sebenarnya kenapa Brian melakukan ini.


"Jika aku mengatakan nya di telepon itu tidak bisa, biarkan bos ku saja yang menjelaskan nya, dan jika membahasnya di telepon, itu sangat lama sepertinya" Itulah yang Angga katakan kepadanya tadi.


"Pulanglah dek... ceritakan apa masalahmu, kau masih memiliki Abang yang akan membantu mu, katanya sih...jika ada masalah sebaiknya di cerita kan pada Abang atau mamah..." Ucap nanda lembut seperti sedang menceramahi sela.


"Hemm, aku akan ke sana sekarang" Jawab sela dengan mulai terdengar Isak tangis darinya, entah kenapa, dia merasa ingin menangis begitu saja ketika mengingat ucapan Brian di rumah sakit tadi.


"Kamu diam saja di situ dek, Jangan kemana mana, kamu tidak bawa kendaraan kan?" Tanya nanda yang di jawab sela "Iya"


Ananda yang mendengar nya di buat khawatir...dan langsung memutuskan sambungan telepon untuk menelepon orangnya yang tadi mengikuti sela, orang itu sebenarnya sedang memperhatikan sela atas perintah nya, hanya berjarak satu saung pantai yang menghalangi.


"Iya tuan" Ucap orang itu ketika mengangkat telepon darinya.


"Kau ajak adik ku pulang, dan jaga dia dengan baik, bawa dia dengan selamat ke apartemenku" Perintahnya.


"Baik tuan" Jawabnya.


Setelah mengatakan itu sambungan terputus,dan dia langsung berjalan kearah sela.


.


.


.


Bersambung 🍁