Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
LIHAT SAJA BESOK



"Lihat saja nanti besok"Jawab deril.


"Tapi adik ku gak papa kan?"Tanya rey.


"Tidak,itu hal yang biasa"jawab deril.


"Dia mengingat sesuatu yang dia lupa, mangkanya bisa sakit"Lanjutnya.


"Jadi maksudmu, ketika sela mencoba mengingatnya,dia akan terus sakit begitu"Ucap brian yang langsung di angguki deril.


"Tidak,jika begini,tidak apa apa jika dia tak mengingat kami,jika dia harus terus merasa sakit"Ucap han yang di angguki semua temannya pertanda setuju.


"Itu terserah kalian"Jawab deril.


"Apa luka mu tak mau di obati bri"Tanya deril melihat lengan atas brian yang terkena tembak.


"Kau obati ini,di dalamnya masih ada peluru "Jawab Brian berjalan ke arah sopa dan langsung duduk,di ikuti yang lainnya.


"Apa kau tidak mau berhenti saja, lagian sela juga sudah di sini,kau berniat mencarinya bukan"Ucap brian sambil mengobati brian.


"Jika sudah tau jangan bertanya"Ucap brian.


*****


Di mension kenzo,dirinya sudah pulang beberapa waktu lalu bersama pandi setelah kepergian brian.


"Dimana dia"Tanyanya ke salah satu pelayan.


"Tuan besar sedang di rawat di kamarnya tuan"Jawabnya sopan.


Kenzo yang mendengarnya langsung ke kamar sang ayah di ikuti pandi di belakang.


cklek'


"Ayah, apa ayah yang membuat dirinya menuduhku"Ucap kenzo di hadapan sang ayah yang sedang di kelilingi pelayan dan satu dokter.


"Kalian keluar lah dulu"Usir sang ayah ke para pelayan yang langsung keluar kamar.


"Kau juga"Ucapnya lagi ke sang dokter yang langsung permisi keluar.


"Jawab dulu pertanyaan ku yah"Ucap kenzo datar.


"Jika kau sudah tau, untuk apa bertanya "Jawabnya santai.


"Tapi dia bisa saja membunuh ku jika tidak tau siapa yang salah yah"Ucap kenzo sedikit kesal.


"Jika kau tak ingin di bunuh, bunuh saja dia dulu"Jawab nya santai.


"Aku tak bisa membunuh orang sembarangan jika dia tak bermasalah dengan ku"


"Ku dengan kau bersaing dengan nya"


"Itu dalam perusahaan"


"Dan jawab dulu pertanyaan ku tadi"Tanya kenzo.


"Kau tidak perlu tau,ini bukan urusanmu"Ucap nya.


"Tapi aku harus tahu yah"Ucap kenzo yang tak ada balasan dari sang ayah.


"Aku akan cari sendiri "Lanjutnya,dan keluar kamar meninggal kan sang ayah sendiri,diikuti pandi di belakang.


"Pandi,kau taukan apa yang harus kau kerjakan"Ucap kenzo dingin.


"Baik tuan,akan saya kerjakan"Patuh pandi.


"Kau boleh kembali lagi ke perkemahan, urus di sana"Ucap Kenzo.


"Baik tuan,permisi"Pamit nya.


"Hemm"Gumam kenzo, setelah mendengar itu,pandi pun langsung keluar mension menuju perkemahan.


*****


Keesokan harinya...


Terlihat sela yang baru bangun tidur melihat sekeliling kamar yang dia tempati, ketika Sedang melihat ke arah sopa,pandangan nya tiba tiba terhenti melihat empat pria yang Sedang tertidur dengan tidak teratur.


Keadaan mereka tertidur: Brian yang tidur dengan duduk,di pahanya kepala rey yang sedang tidur dengan kaki di atas sopa dekat kepala Brian.


Deril yang tidur dengan angga di bawah sopa(lantai di atas karpet)dengan ke adaan saling berpelukan.


"Kenapa ada di sini, Harusnya kan di tenda"Ucap sela pelan lupa kejadian semalam.


"Kenapa juga mereka semua di sini"Lanjutnya dengan mengingat ingat.


"Akkkkkh"Teriak sela ketika teringat kejadian semalam dan mengingat semuanya yang membuat ke empat pria itu kaget dan terbangun menghampirinya dengan jalan sambil saling tabrak.


"Aduk"keluh angga ketika terbentur kening deril,begitu juga sebaliknya.


"Akhh, liat liat dong"kesal deril belum menyadari ke adaan nya sekarang.


"Akhh,apa yang kau lakukan, kenapa kau memelukku"Teriak deril menyadari dan langsung terbangun diikuti angga.


"Kau yang memelukku dasar bodoh"Teriak angga tak terima.


"Mana mungkin, menjijikan"Kesal deril dan memilih menghampiri sela yang sedang bersama brian dan rey.


"Devan,di dia,dia"Ucap sela gugup sambil memegang tangan brian.


"Apa apa kau tak membunuh tuan Kenzo kan,kau tak membunuh nya kan"Ucap sela.


Sesaat mereka semua terdiam mendengar ucapan sela.


"kau bukan membunuh kan,kau tidak jadi membunuhnya kan"Tanya sela mengguncang guncang lengan brian.


"Tidak,aku hanya menghajarnya,mana mungkin aku membunuhnya kan"Jawab brian tersenyum menatap sela.


"Brian sudah berbohong,memang dirinya tidak membunuhnya,tapi dia sudah biasa membunuh orang lain"ucap mereka semua.


"Gimana jika dia tau pekerjaan brian" Lanjut mereka Khawatir.


"Pria yang semalam,dia dia orang yang mencelakai kita dev,bang,dia orang nya,dia"Ucap sela bergetar memegang tangan brian.


"Bang?,kau sudah ingat?"Kaget brian yang di angguki sela.


"Iya,aku mengingatnya,dia yang Sudah buat kita celaka,bukan kenzo dev"Ucap sela.


"Bagaimana bisa tau jika dia pelakunya"Tanya angga.


"Sela sempat lihat ketika sela jatuh waktu itu"Jawa sela.


"Tapi sela mau, jangan di perpanjang urusannya nya"Pinta sela.


"Sela sudah ingat kalian ko"Ucapnya lagi.


"Gak bisa begitu,kita harus membalasnya"Ucap angga.


"Apa kalian akan melaporkannya ke polisi"Tanya sela yang membuat mereka bingung.


"Itu,itu mmm,gak jadi,kan kamu bilang jangan di perpanjang bukan"Ucap angga beralasan ketika tak ada yang menjawab.


"Iya"angguk sela.


"Aku harus kembali ke perkemahan, kenapa di bawa kesini"Ucap sela.


"Tidak usah,kau di sin..."Ucap brian terpotong oleh sela.


"Tidak mau, kenapa juga harus di sini"tolaknya.


"Ini liburan, jarang jarang ada liburan berkemah dengan para karyawan"Lanjutnya.


"Itu tidak perlu"Jawab brian.


"Biarkanlah dia pergi bri"Ucap angga.


"Ini hanya berkemah"Lanjutnya.


"Kenapa kau jahat sekali semalam,apa tuan kenzo baik baik saja"Ucap sela.


"Jangan tanya dia"Ucap Brian dingin.


Sela yang mendengar hal itu tak menghiraukannya dan memilih menghubungi kenzo melalu telepon.


"Bang,dimana ponselku,apa kalian melihat nya"Ucap sela mencari ponselnya.


"Mengapa mencari ponselmu tiba tiba"Tanya brian.


"Ini"Ucap angga menyerahkan ponsel miliknya di tangan sela.


"Pakai saja punya abang"Lanjut nya yang di angguki sela dan langsung menghubungi seseorang.


"hallo"ucap kenzo di sebrang sana.


"Apa kau baik baik saja"Tanya sela.


"Ya,aku baik, bagaimana dengan mu"


"apa kau tidak apa apa"


"Apa aku harus kesana lagi?"


"Sebaiknya jangan,aku dan pandi sudah di sini"ucap kenzo di luar tenda bersama yang lain.


Sela yang akan menjawab Kembali terhenti ketika ponselnya di ambil oleh brian.


"Jangan terlalu lama, walaupun dia tidak bersalah, tapi jangan terlalu dekat dengan nya"Ucap brian datar dengan ponsel masih terhubung,dan terdengar oleh kenzo.


"Tapi dia bos ku, bahkan setiap hari aku selalu berbicara dengan nya"Ucap sela.


"Seharusnya kau tidak.."Ucap brian.


"Jangan marah marah kepadanya bri"Potong rey berbicara.


"Aku harus pulang"Ucap sela beranjak dari duduknya.


"ayo biar ku antar"Ajak angga.


"Iya bang"Angguk sela.


.


.


.


Bersambung 🍁