
"Hah, terserah"malas sela dan masuk kembali ke apartemen dengan di ikuti brian di sampingnya.
"Kenapa mengikuti ku,mobil taksi sudah kamu usir tadi"lanjutnya dengan kesal dengan berhenti menatap brian.
Sedangkan orang yang dia tatap malah tersenyum ke arahnya, seperti tak ada salah kepada sela begitu saja,dan itu membuat sela tambah semakin kesal, dan berjalan ke dalam apartemen tanpa ingin mendengar jawaban brian.
Sedangkan di tempat lain,kenzo yang masih di kamarnya sedang bersiap siap untuk ke perusahaan dengan sangat hati hati ketika tangan nya masih teras sakit bekas di tembak brian dan di pelintir ya semalam,dan itu untungnya hanya satu tangan.
"Akhh, tangan ini"Ucapnya meringis ketika tak sengaja membuat nya terasa sakit.
Tok tok tok' suara pintu kamar yang di ketuk.
"Iya"Ucapnya sedikit keras.
"Makan sudah sudah siap dari tadi tuan,apa tuan sudah siap"Tanya pelayan yang mengetuk pintu.
Tak berselang lama,pintu itupun di buka,dan tampak lah kenzo yang berada di depannya.
"Sudah ada sekertaris pandi menunggu di bawah tuan"Lanjutnya menunduk sopan.
"Hemm"Gumam pandi, dan berjalan ke lantai dasar menuju ruang tamu yang terdapat pandi yang sudah menunggu dengan menunduk sopan ketika melihat nya.
"Selamat pagi tuan"Sapa ya yang Hanya di Jawab deheman dari kenzo.
"Ayo"Lanjut nya berjalan keluar mension dengan diikuti pandi.
"Tuan,apa tidak sarapan pagi dulu"Ucap pelayan tadi yang mengikutinya.
Kenzo tak menjawab,dan terus berjalan sampai keluar dan masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan penjaga mension nya.
Mereka berdua akhirnya berangkat ke perusahaan daraga dengan di supiri oleh pandi, sedangkan kenzo duduk di kursi di samping nya sebagai penumpang.
Ting' Suara pesan masuk dari handphone kenzo dan langsung membukanya yang ternyata sela yang meminta izin masuk ke perusahaannya agak siang.
"Ya, paling lambat jam 9"Balas pandi mengirimkan pesan.
"Baik, makasih tuan"Balas sela.
Setelah membaca pesan itu,kenzo pun menaruh handphone nya kembali ke saku celananya,dan menunggu mobilnya sampai di perusahaan.
Sela yang sedang duduk di meja makan sedang di suapi brian dengan makanan sambil mengirim pesan ke kenzo tadi.
"Sudah, simpan handphonenya"Titah brian menyuapi sela.
"Iya,udah"Jawab sela sambil menaruh handphone nya di saku baju kantornya.
"Sini,aku punya tangan sendiri, ngapain juga harus di suapi"Ucap sela merebut sendok di tangan brian.
"Kau juga harus makan dev"Lanjut nya menyuapi brian dengan sendok punya brian sendiri yang berada di hadapan nya.
Brian hanya menerima saja suapan dari sela.
"Makasih dev"Ucap sela di tengah tengah makannya.
"Untuk"heran brian.
"Makanan nya"Jawab sela.
"Tidak perlu terimakasih,ini hanya makan,bukan apa apa sayang,jika kau ingin yang lain"Ucap brian.
"katakan saja padaku"Lanjut brian mengusap kepala sela dengan tersenyum.
"Tapi,lain kali jangan seperti ini,kau mengganggu waktuku"Ucap sela menyuapi makanan nya kembali.
Brian yang mendengar ucapan sela, seketika senyumannya memudar, dan menurunkan tangannya dari kepala sela,dan menatap kesal sela yang sedang makan itu.
"Issh,kau jahat ternyata,kata kata mu tak ada manis manis nya dari dulu"Ucap brian.
Sela hanya tersenyum mendengar ucapan brian dan menghabiskan makan nya kembali hingga habis.
"Makanan nya enak, siapa yang membuatnya"Tanya sela ketika makanan habis.
"Apa kau suka"Tanya brian.
"Iya, Makanan nya enak"Jawab sela jujur.
"Nanti akan aku bawakan kembali jika kamu suka"Ucap brian.
"Tidak perlu, siapa yang buat?"Ucap sela.
"Karna ini untuk mu,jadi aku sendiri yang buatkan"Jawab brian menatap sela yang terlihat aneh menatap nya.
"Kau meragukan ku hem"Ucap brian.
"heem"Angguk sela otomatis,yang membuat brian menghela nafas.
"hahhh"
"A aa,tidak bukan itu maksud ku"Lanjut sela see seketika.
"Pokonya terimakasih,kau sudah repot repot membuatnya,dan masakan nya sangat enak"Ucap sela.
"Apa kau tidak bekerja"Tanya sela sambil membereskan tempat makannya tadi, Karna waktu juga sudah semakin siang, sedang kan ini saja sudah jam tengah sembilan.
Brian tak menjawab pertanyaan sela,dan malah duduk menunggu sela yang sedang ke dapur membawa piring bekas tadi.
Tak lama kemudian,sela pun datang kembali,dan berjalan ke arahnya.
"Ayo"Ajak brian menarik tangan nya.
"Kemana?"Heran sela sambil di tarik brian keluar apartemen nya.
"Aku akan mengantarmu ke perusahaan,jika kamu menunggu taksi,akan memperlambat waktu sayang"Jawab brian membuka kan pintu mobilnya ketika sampai di mobilnya.
"Kau kan yang sudah memperlambat waktu"Ucap sela sambil masuk mobil yang di bukakan brian.
Dan langsung di tutup kembali ketika dirinya masuk,brian pun masuk kedalam mobilnya di tempat pengemudi.
Mereka berdua akhirnya menuju ke perusahaan daraga dengan di supiri brian dengan kecepatan sedang.
"Apa kamu setiap hari selalu menggunakan taksi sayang?"Tanya brian melirik sela sebentar, karna sedang menyetir jadi harus selalu memerhatikan jalan.
"Iya"Jawab sela.
"Apa tak ingin beli kendaraan"Tanya brian.
"Tidak"
"kenapa?"
"Aku menunggu kau yang membelikan nya"Jawab sela bercanda.
Bukan sela tak mau dan tak bisa mengendarai, tapi dia tak mau di ketahui oleh keluarga pamannya jika dia membeli mobil, kalian semua tau bukan jika sela tidak di perbolehkan keluar jika tidak untuk bekerja,dan ketika libur suruh bekerja di rumah pamannya.
Sedangkan kata kata itu malah di anggap serius oleh brian.
"Benarkah,astaga,aku benar benar tidak peka jika kau menginginkan hal itu"Ucap brian.
"Maaf kan aku, kita akan beli setelah kau pulang kerja nanti nya"Lanjutnya serius.
"Tidak usah, kau ini"Ucap sela memukul lengan brian pelan.
"Aku hanya bercanda tau"Lanjut sela.
"Beneran juga gak papa, kita akan beli nanti sore,oke"Jawab brian.
"Tidak usah, sudah kubilang tidak usah ya tidak usah"Ucap sela dengan nada kesal.
"Hemm"Gumam brian.
"Apa maksud nya, Hemm"Tanya sela menurunkan suara brian mengucapkan hem.
"Haha, jangan Kesal begitu sayang,kau bisa cepat tua jika kesal begitu"Ucap brian tertawa kecil.
"Hem"Ucap sela.
Baru saja sela berhenti berbicara,mobil pun sampai di depan perusahaan daraga.Brian pun ingin turun untuk membukakan pintu di samping sela,tapi langsung di hentikan oleh sela sendiri.
"Kau jangan turun"Ucap sela membuat brian terdiam dan menatap nya aneh.
"kenapa?"
.
.
.
Bersambung 🍁
Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1444 H semuanya 🤗