Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
SELA SIAP MENIKAH



Tidak, aku hanya terbangun ketika mendengar seseorang sedang menjelaskan semuanya" jawab sela tanpa memudarkan senyuman nya.


"Aku sudah memaafkan mu dev, itu memang sudah benar apa yang kamu lakukan, tapi aku sedih ketika sandiwara mu itu tau" Ucap seka dengan cemberut, seakan dia sedang marah, namun terlihat lucu di mata Brian.


"Ututu...Ada seseorang terlihat marah nih, aku jadi takut sendiri" Ucap Brian gemas sambil mencubit kedua pipi sela yang sedikit tembem itu.


"Issss, sakit tau dev"


"Lagian kamu sih, mangkanya jadi orang jangan buat aku gemas" Ucap Brian dengan mengelus pipi sela, membuat sang empu tersenyum seketika.


Inilah yang dia inginkan dari Brian, selalu lembut, santai dan perhatian.


Grep


Seketika Brian di kaget kan pelukan yang di layangkan oleh sela di tubuhnya.


"Hiks"


"Kenapa sayang?, Apa ada yang sakit" khawatir Brian mendengar isak tangis sela.


"Aku merindukan mu..."Jawab sela.


Seketika senyuman merekahnya terbit di wajah dingin Brian.


Jarang sekali dia mendengar sela berkata yang menurut nya manis ini.


"Kau sungguh jahat dev... sudah ku telepon beberapa kali bahkan mungkin ratusan kali kau tak pernah mengangkat telepon ku" Lanjut sela tanpa melepaskan pelukannya, dengan sesekali memukul pelan punggung Brian.


"Maafkan aku, waktu itu ada urusan dengan kelompok ku, sampai saat ini handphone ku tak pernah ku buka" Jawab Brian melepaskan pelukannya, dan menatap mata sela.


"Jika tadi tak mengirim pesan pada wanita sialan itu" lanjut Brian dengan membatin.


"Aku janji sayang, hal seperti ini tidak akan terjadi lagi oke" Ucap Brian menyakinkan.


"Hemm, aku percaya padamu dev, tapi kau bahkan mengkhianati diri mu sendiri" Ucap sela, membuat Brian bingung di buatnya.


"Maksudnya?"


"Terus ini apa?" Ucap sela dengan memegang bekas tembakan di pundak Brian.


"Kamu sudah janji padaku jika kau tak akan terluka, tapi apa ini, bahkan kamu terluka saja aku tidak tau" Lanjutnya dengan diiringi tangisan.


"Hah... Inilah yang aku tidak mau memberi tahu mu, kamu bahkan menangis di saat tinggal bekasnya saja" Batin Brian dengan mengusap kepala sela lembut, berharap dengan itu sela akan merasa lebih baik, tidak menangisi nya lagi.


"Shuut, sudah jangan menangis lagi sayang, kau tau, jika kau menangis seperti ini, kau akan cepat tua" ucap Brian bercanda dengan mengusap air mata sela.


"Apaan sih...mana mungkin hanya menangis bisa menambah umur seseorang"


"Entah lah" acuh Brian mengangkat bahunya, seakan dia tidak tau maksud dari ucapannya sendiri. Satu kata di benak sela melihat nya" aneh!".


Dengan menyelimuti sela dan memperbaiki postur tubuh sela agar tertidur, dengan sela yang hanya menurut.


"Tidurlah, selamat malam.... jangan lupa mimpikan aku sayang..." Ucap Brian lembut dengan mengusap kepalanya, yang hanya di angguki sela dengan seutas senyum yang mengembang.


"Iya, selamat tidur juga untuk mu, tapi...kamu tidur di mana?"


"Aku akan di sana, jika kamu membutuhkan sesuatu, panggil saja aku" jawab Brian dengan menunjuk sopa panjang yang bisa di tiduri satu orang.


Dia bisa saja tidur di ranjang yang di tempati sela


, Ukuran ranjang juga besar jika hanya untuk dua orang bisa, tapi demi kenyamanan sela untuk bergerak, dia memilih memisahkan diri saja dari pada menuruti kemauannya.


"Baiklah"


Hari hari sudah terlewati, keadaan sela sela yang terluka sudah sangat membaik, bahkan bisa dikatakan sudah sembuh seperti sediakala Kembali, dia sudah tau siapa pelaku dari kecelakaan nya, dan dia hanya tau hukuman yang Brian berikan pada Jesika Hanya 50 tamparan saja, itu pun di layangan oleh seorang wanita.


Mendengar itu sela hanya bisa meringis sendiri, membayangkan betapa buruk dan perihnya itu wajah Jika di tampar sebanyak itu.


Dan keadaan Jesika sampai sekarang benar seperti apa yang dikatakan Brian, dia tak mengingat namanya, dan pulang dari hotel itu jika tak di hantarkan pulang.


Dia seakan gila di buatnya, entah suntikan apa Yang di berikan Brian, yang pasti, suntikan itu bisa membuat seseorang hilang ingatan, dan stres secara mendadak.


Hanya suntikan penenang yang bisa menenangkan nya, Dengan sangat terpukul, sang ayah Jesika menyalah dirinya sendiri, dia tak ingin membalas apapun pada Brian, dia sudah sangat Takut ketika melihat hukuman yang dia berikan pada putrinya, dan juga ancaman dari surat yang dia titipkan di saku baju putrinya.


Isi surat....


~Jangan bermain main dengan ku lagi, ini hanya peringatan kecil dari ku, jika sampai hal ini terjadi lagi, aku pastikan...bukan hanya gila, tapi berita yang beredar mengumumkan jika Putri mu tewas secara mengenaskan, dengan di susul olehmu sendiri yang akan membuat mu menderita Bahkan memilih tiada dari pada menghirup udara bersama bawahan ku.


Dan yah...aku sedang berbaik hati...jika Bukan karena kekasih ku yang sangat baik...aku akan beri obat pembuat gila seumur hidupnya.


Tenang saja...itu hanya berlangsung selama 3 tahun, dan aku pastikan dia Tidak akan mengingat dua tahun sebelumnya, dia akan lupa kejadian hari ini~


....Diamond 💎.....


Sejak Itulah dia tak ingin macam macam dengan kelompok diamond maupun ketuanya, dia ingin memperbaiki diri di usia yang sudah mulai menua ini, dan akan pergi meninggalkan negara ini dan menatap di negara yang baru, kehidupan yang baru, dan awal dari kisah kehidupan Jesika yang baru.


"Selamat datang di kehidupan yang akan datang, aku berharap... ini tidak akan terjadi lagi pada kehidupan mu Putri ku.. Jesika"


"Sayang..."


"Hah...apa?" Kaget Brian mendengar panggilan sela.


"Sayang ku Brian Devano" panggil sela lagi. Membuat Brian tak bisa berkata kata lagi.


"Terdengar lebay, tapi aku suka" Ucap Brian dengan merangkul pundak sela agar mendekat ke arahnya.


Mereka berdua sedang duduk di bawah batu besar yang di kelilingi pasir dan pohon di sekitarnya, dengan hamparan angin laut serta angin sepoi sepoi yang membuat mereka tenang.


Ya... sekarang mereka di sebuah pantai yang sangat indah yang berada di kotanya.


"Aku siap menikah denganmu dev" Ucap sela tiba tiba, namun itu kenyataan di dalam hatinya, dia ingin sekali menikah dengan Devan nya, kekasihnya calon suaminya, dan menata hidup baru bersama keluarga kecilnya kelak.


"Kamu serius?" Tanya serius Brian, mencari menyakinan dimata sela, tidak ada kebohongan, tidak ada paksaan, dan senyumannya yang sangat terlihat bahagia dengan mengucapkan nya.


Dengan mengangguk kan kepalanya lagi... membuat Brian tak bisa menahan bahagia nya, dia sangat bahagia mendengar ucapan sela langsung itu.


"Bagaimana dengan abangmu?"


"Dia tidak apa apa, tapi aku memberikan satu syarat padanya, jika aku menikah nanti, bang nanda harus membawa calon kaka ipar padaku" Jelas sela, membuat Brian tertawa mendengar nya.


"Memang cari calon istri itu gampang sayang, kau ada ada saja"


"Kau juga mendapatkan ku gampang kan?"


"Hem, aku tak segampang itu mendapatkan mu, bahkan aku saja harus menunggu beberapa tahun agar bisa menemukan kembali"


.


.


.


Bersambung 🍁