
"Kenapa kau bisa bersembunyi di markas mu sendiri"Tanya rey datar melihat seorang pria yang duduk di depannya dengan di temani kelima bawahan nya di belakang.
Seperti bawahan rey di belakang nya,yaitu berdiri.
"Sudah ku bilang tadi bukan,mana mungkin aku bersembunyi di markas ku sendiri"Balasnya.
"Terus, kenapa kau tadi menarik ku keluar markas mu,bukan memasukan ku ke dalam sana,bukan kah biasanya juga begitu jika terhadap musuh lalu menghajarnya"Ucap rey panjang lebar karna bingung.
"Apa kau ingin di masukan dan di hajar di sana"Ucapnya.
"Sebelum kau membawa dan menghajar ku,mungkin kau yang aku hajar terlebih dahulu"Ucap rey santai.
"Jika kau bisa, kenapa kau tidak lakukan saja tadi"Ucapnya yang membuat rey diam.
"Jika itu terjadi,aku akan bahanya,kau tau itu"Ucap rey yang di angguki nya pelan.
"Lupakan itu dan Kembali ke topik"Ucap rey.
"Kenapa kau masuk ke sana dengan bersembunyi sembunyi"Lanjut rey.
"Dan kenapa kau bisa di markas ku,jika aku tak menemukanmu tadi,mungkin kau akan di tangkap dan akan terjadi seperti yang kau katakan tadi"Ucapnya serius.
"Aku tak bisa memberitahumu,mungkin saja kau akan berbuat rencana untuk mencelakai ku dan bos ku"Lanjutnya.
"Kenapa,apa kau menghawatirkan ku"Aneh rey.
"Untuk apa aku menghawatirkan mu,aku hanya refleks tadi ketika aku tau jika itu kau"Jawab nya.
"Ya, terimakasih untuk hal itu"Ucap rey.
Flashback on
Ketika rey sudah berbicara di telepon dengan bawahan nya, dirinya melihat kanan kiri,dan matanya tertuju ke arah seseorang yang sangat dia kenal,yang ternyata pandi.
Pandi yang sedang bersembunyi di balik tembok dan sebagain bawahannya di belakang tembok dengan berpencar.
Rey dengan otomatis langsung bersembunyi di balik tanaman hias di sana Ketika dia melihat nya,tanpa dirinya sadari,lambang yang ada di kantong celananya yang dia simpan tidak sengaja terlepas,dan jatuh di lantai begitu saja.
Begitu juga pandi,dirinya yang sedang di balik tembok, Tidak sengaja melihat lambang yang di pakai rey di bawah lantai dan mendekatinya untuk di ambil dan memperhatikan nya.
"Bukan kah ini lambang diamond"Ucapnya.
"Apa dia ada di sini"Lanjut nya sambil melihat ke atas mencari cctv.
Rey yang tak mendengar ucapan pandi pun keluar dan langsung berhadapan dengan pandi yang bersiap untuk memukulnya,begitu juga dirinya,karna refleks dan takut ketahuan, dirinya langsung memukul pandi yang untungnya langsung di tangkis olehnya dengan memegang tangan rey.
"Shuut,diam, jangan mengundang keributan"Suruh pandi ke arah rey dengan suara pelan.
"Ada apa dengan mu"Ucap rey pelan.
"Sebaiknya kita pergi dulu dari sini, sepertinya mereka mendengar suara kita"Ucap pandi mengajak rey berjalan keluar markas,yang di ikuti semua anak buah mereka yang mendengar dari masing masing aerpon.
Benar saja,ketika mereka berdua pergi,para sekumpul pasukan dari markas tersebut kesana untuk memeriksanya.
"Tidak ada orang,apa kita salah dengar"Ucap salah satu dari mereka.
"Mungkin teman kita yang lewat"Jawab yang lain dengan di angguki semuanya.
Flashback of
"Jika kau ingin benar benar tau,aku merasa aneh dengan bos besar ku"Ucap pandi.
"Tunggu, Siapa yang kau maksud tuan besar,apa kenzo?"Tanya rey penasaran.
"Bukan,tuan kenzo hanya di suruh menggantikan nya waktu itu"
"Menggantikan?, maksud mu?,si brengsek itu..."Ucap rey yang di potong Pandi
"Maksudku begitu"Ucap rey malas.
"Dan tunggu,kau bilang tadi merasa aneh dengan bos besar mu, siapa dia"Lanjutnya serius.
"Aku lupa namanya,tapi dia orang yang semalam yang menembak bos dan temanmu,tuan brian"Jawab Pandi yang membuat Rey kaget mendengar nya.
"Jadi, pencarian kita sama,aku juga sedang mencari nya"
"Sudah ku duga,mana mungkin kau kesana tidak ada niatan bukan"Ucap pandi.
"Hemm"Gumam dari rey.
"Aku bukan nya akrab dengan mu,tapi jika kau bersedia,apa kau mau jika kau atau aku mendapat informasi nya,kau akan memberitahukan nya padaku"Ucap rey.
"Tapi bos rey,bos kita harus tau jika anda melakukan hal ini"Ucap salah satu anak buah Rey di belakang,yang langsung di suruh diam.
"Diam"Ucap rey dingin,yang membuat dia langsung terdiam.
"Begitu juga sebaliknya"Ucap pandi melanjutkan ucapan rey.
"Bos pan,bos ku seharusnya di kasih tau, jika dia tau dari kami,kami takut jika bos pan akan di.."Ucap bawahan pandi di belakang dengan beraninya.
"kek"Lanjutnya dengan memperagakan seperti di tebas lehernya.
"Aku setuju saja,aku akan panggil bos ku dulu"Ucap pandi merogoh ponselnya menghubungi bos nya.
Rey yang mendengar ucapan pandi, langsung menghubungi brian, yang tak lama kemudian langsung terhubung sambungan teleponnya.
"Bos,maaf mengganggu Waktunya,apa kau bisa ke sini sekarang"Ucap pandi ke seberang telepon.
"(......)"
"Saya tunggu tuan"Ucap pandi sebelum sambungan terputus oleh kenzo.
Tuuut'
"Aku tunggu"Ucap rey ke seberang telepon.
"hemm"Ucap brian yang langsung mematikan handphone nya.
Setelah mendengar bawahan sekaligus teman nya,brian dan kenzo langsung bergegas berangkat ke tempat yang di bilang mereka tadi.
"Gimana"Ucap pandi dan rey bersamaan.
"Dia akan datang"Ucap pandi yang mengakhiri pembicaraan, dan akhirnya mereka berdua menunggu bos nya, dengan di temani bawahan nya.
Beberapa menit kemudian,kedua mobil dari Brian dan kenzo datang dengan bersamaan,dan terparkir mobil dengan saling berdekatan tanpa ada penghalang mobil lain.
Mereka bahkan turun dengan bersamaan tanpa menyadari satu sama lain.
Tapi mereka berdua sadar ketika akan masuk restoran ada orang di sampingnya,dan langsung saling tatap dengan tatapan tajam ketika melihatnya,dan ternyata orang yang mereka kenal dan saingan dalam perusahaan.
"Ngapain dia kesini,apa dia tau jika ada sekretaris ku di dalam dan merencanakan sesuatu terhadap nya"Ucap kenzo.
"Ngapain dia juga kesini,apa dia mengikuti rey dan berencana yang tidak baik kepadanya "Ucap brian.
.
.
.
Bersambung 🍁