
"Bukan"jawab singkat brian.
"Dimana dia,apa dia baik baik saja, apa dia terluka bri"Tanya angga terus tak percaya ucapan brian.
"Dia bukan adik mu,dia pacarku"ucap datar brian.
"Ya ya ya,aku tau itu"malas Anggi.
"Dimana dia sekarang, apa dia di kamarnya"Lanjut angga beranjak dari duduknya berniat ke salah satu kamar yang pasti di tempati sela.
"Kau jangan berani berani kesana, jangan ganggu dia"cegah brian.Tapi angga seperti tak menghiraukan ucapan brian dan memilih terus menaiki tangga yang langsung di tarik brian dari arah belakang.
"Jangan kesana"kesal brian menatap angga tajam,tidak lama kemudian,sela yang baru turun dari arah tangga pun mendekati mereka berdua dengan ke adaan rapih memakai setelan karyawan kantor.
"Tuan, kalian berdua sedang apa?"Tanya sela.
"Kenapa memakai baju itu?"ucap brian balik tanya.
"Aaah,maaf tuan,saya memakainya,pelayan tadi bilang,saya boleh memakai nya"Jawab sela tersenyum.
"Nanti saya akan ganti ko, kebetulan saya juga tak membawa pakaian kerja,dan sepatu juga dari sana"ucap sela dengan nada sedikit tak enak sambil menunjukan sepatu yang dia pakai,sepatu yang ber hak tapi tidak terlalu tinggi(pas).
"Itu tak masalah dik,yang dia tanya, kenapa kamu memakai kemeja begini,apa mau ke perusahaan hmm"ucap angga perhatian.Sela yang mendengarnya tidak menjawab dan hanya berfokus pada kata kata.
"dik"ulang sela.
"Iya,kamu tau dik, abang selama ini mencari mu,apa lagi kekasih mu ini"ucap angga menunjuk Brian sebentar.
"Abang?,kekasih?, siapa abang ku,dan dari kemarin dia bilang juga tuan ini kekasihku"ucap sela menunjuk brian sebentar juga.
"Kamu bahkan tak mengingat kekasih mu ini nya"ucap angga menyindir brian.
"Dan aku ini salah satu abang mu"ucap angga
"Salah satu,maksud tuan masih ada lagi"kaget sela.
"Tentu saja"Jawab angga tersenyum.
"Ayo,biar nanti abang ceritain, siapa tau kamu bisa ingat"ajak angga menarik sela keruangan tamu dan mendudukkannya di ikuti brian dan angga.
"Emang kau tau ceritanya"ucap brian.
"Tentu saja tidak"ucap angga cengengesan,brian yang mendengarnya terlihat malas,dan menatap mata sela dengan intens yang duduk di sampingnya.
"Apa kamu benar benar tidak tau sayang,misalnya lewat gitu di pikiran mu ketika melihat wajah ku atau abang mu ini"ucap brian serius,yang di jawab gelengan sela pertanda tidak tau.
"Jika aku cerita,apa kamu akan mengingatnya"ucap brian,yang lagi lagi di jawab gelengan dari sela.
"Enggak tau"ucap sela.
"Waktu itu...."ucap brian menceritakan.
Flashback on
Tiga tahun yang lalu,di tempat yang indah dan udara yang begitu sejuk ,membuat suasana hati siapa saja bisa sedikit mereda ketika melihatnya,dimana tempat yang di huni begitu banyak bunga yang berbeda yang terlihat sangat indah,apa lagi jika bukan taman bunga.
Di tengah tengah taman bunga,ada seorang gadis sedang duduk di kursi taman sendirian tanpa siapapun di sana, dengan di temani bunga bunga di sekitarnya yang membuat dirinya tersenyum.
"Ahhh,segarnya"ucap nya(sela),dengan merentangkan tangannya menikmati suasana.
"Dimana sih dia,apa dia sedang membohongi ku"ucap sela tiba tiba kesal sambil menurunkan tangannya dan melihat lihat kanan kiri, berharap,orang yang dia tunggu segera datang menemuinya.
"Awas aja jika dia benar benar begitu,aku tak ingin menemuinya lagi"lanjut sela kesal.Tiba tiba dari arah belakang ada yang menutup kedua matanya dengan satu tangan yang membuat sela kaget.
"Van, jangan menutup mataku,aku tahu itu dirimu walaupun aku tak melihatnya van"ucap sela sedikit kesal,sambil memegang tangan yang ada di matanya.
"Aaa kamu ini"ucap yang di panggil devan, yang tak lain memang ternyata brian devano sambil melepaskan tangan nya dan duduk di samping sela.
Ternyata dirinya dari tadi di belakang sela dengan berjongkok,mangkanya tidak kelihatan oleh sela.
"Mau apa nyuruh aku nunggu begitu lama di sini"ucap sela masih dengan nada kesal.
"Nggak"Jawab cuek brian yang membuat sela tambah kesal.
"Ada"singkat brian yang langsung di pelototi sela.
"Jika ada kenapa kesini,sana kerjakan yang di anggap kamu pekerjaan itu"ucap sela beranjak dari kursinya di ikuti brian.
"Ayo"ucap brian menarik tangan sela.
"Mau kemana?"Tanya sela.
"Mau mengerjakan yang aku maksud tadi"Jawab brian.
"Apa?, pekerjaan apa?, kenapa menarik ku?"bingung sela.
"Karna kau terlibat dalam pekerjaan ini"Jawab brian.
"Emang iya"ucap sela tersenyum.
"He em,dan apa kamu menyukai ku"ucap brian berhenti melangkah yang di ikuti sela.
"Itu tergantung dirimu"Jawab sela.
"Maksudmu?"Tanya brian.
"Jika kau menyukai ku,aku juga pasti,tapi jika sebaliknya kamu membenciku, sepertinya belum tentu aku membencinya"Jawab sela.
"Mana mungkin aku membencimu"ucap brian tersenyum dan menarik tangan sela kembali sampai masuk ke dalam mobil dirinya yang tidak jauh dari tempat nya tadi. Begitupula dirinya juga ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di bagian mengemudi di samping sela.
"Mau kemana van?"Tanya sela ketika melihat brian yang mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Nanti juga kamu tau"Jawab brian tersenyum menatap sela sebentar.
Tidak lama kemudian,mobil yang di kendarai brian pun terhenti di depan restoran yang begitu mewah dan besar.
"Restoran?, pekerjaan yang di bilang kamu tadi?,kamu bekerja di restoran?"Tanya sela penasaran,memang dirinya tidak tau brian ini bekerja dimana.
"Kalo iya kenapa?"Tanya brian penasaran.
"Nya gak papa juga sih,yang penting kan dapat duit dari pekerjaan yang baik,kan halal"ucap sela yang membuat brian lagi lagi tersenyum.
"Ayo turun"ucap brian keluar dari mobil duluan di susul oleh sela.
Ketika baru saja dirinya turun dan menutup mobil, tangan nya langsung di pegang oleh brian dan membawa masuk ke dalam restoran tersebut menuju meja yang dia pesan dengan ke adaan restoran yang terlihat sepi tanpa terlihat adanya pengunjung.
"Kenapa restorannya sepi begini van"Tanya sela melihat kanan kiri,yang dia lihat hanya banyak nya pelayan yang berdiri di sekitar nya.
"Menurut mu"ucap brian tersenyum,sela yang mendengar nya langsung paham apa yang brian maksud.
"Seharusnya kamu tak perlu melakukan ini van,aku kira kamu mau bekerja"ucap sela.
Setelah mereka berdua duduk,tiga pelayan menghampiri mereka dengan membawa beberapa hidangan dan menaruhnya di meja mereka.
"Silahkan dinikmati tuan,nona"ucap mereka ramah.
"Iya,makasih"jawab sela ramah.
Mereka berdua akhirnya makan setelah pelayanan tadi pergi,baru saja dirinya mau minum,tiba tiba orang yang di depannya(brian) beranjak dari kursinya dan menghampiri dirinya.
"Ngapain?"Tanya bingung sela,brian yang mendengarnya tak menghiraukan, dan memilih ke belakang sela.
"Eh apa ini"ucap kaget sela,ketika ada sebuah kalung melingkar di lehernya yang di pasangkan brian.
"Aku mencintai mu"ucap brian berbisik di telinga sela dengan tersenyum di wajahnya.
.
.
.
Bersambung 🍁