Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
TERJADI



Begitu juga di markas kalajengking yang Sedang bersiap siap menuju markas utama diamond.


"Ayo"Ucap pemimpin tersebut,yang tak lain yang di panggil ayah oleh kenzo.


"Baik bos"Ucap mereka semua menaiki mobil mengikuti bis besar ya yang sudah duduk di dalam.


Mereka semua akhirnya berangkat dengan menggunakan mobil yang berlambang kelompok mereka, begitu pun seragam yang mereka pakai.


Sedangkan,kenzo dengan di temani pandi di mension nya sudah mengetahui informasi yang dia cari waktu itu,dan ayahnya yang sedang menuju markas diamond,dia begitu khawatir, bagaimana jika ayahnya kalah oleh brian yang sedang membara itu.


Ya, dirinya baru saja tau dari semua informasi itu jika ayahnya akan menyerang markas diamond selain kasus orang tua brian yang di bunuh oleh sang ayah.


"Aku harus kesana juga pan"Ucap kenzo keluar mension.


"Tapi tuan bukan lagi bos dari mereka"Ucap pandi mengikuti langkah sang taun nya.


Kenzo tak menghiraukan ucapan pandi,dan terus berjalan keluar mension memasuki mobilnya.Pandipun ikut masuk dengan menawarkan biarkan dirinya saja yang menyetir.


Tanpa basa basi,kenzo pun mengangguk kecil,dan menyuruh pandi masuk, mereka akhirnya berangkat mengikuti arah yang akan di tuju sang ayah.


Begitu banyak mobil dari kedua kelompok dengan tujuan yang sama, Yaitu ingin membunuh sang lawan,tiba tiba terhenti di tengah jalan yang sepi, bahkan untuk penerang seperti lampu saja tak ada, hanya satu bulan, bintang,dan cahaya mobil dari dua kelompok yang menerangi jalan tersebut.


Brian yang menyadari siapa pemilik rombongan mobil itu pun, langsung saja turun dengan tangan terkepal kuat dan berjalan ke arah sang mobil yang merupakan sang ketua dari mereka,tak lupa pula di genggaman tangan kanannya terdapat sebuah Pistol yang mematikan jika sampai tertembak.


Brian yang akan sampai ke mobil itu seketika terhenti dan menangkap peluru dari salah satu anak buah kalajengking dengan kedua jari tangan kiri yang tadi terkepal kuat.


Tanpa basa basi, dirinya langsung menembak orang tersebut pas di kepala nya yang otomatis mati di tempat.


Semua anak buah dari kalajengking langsung turun dari mobil mereka ketika melihat hal itu,dan menembaki Brian, Begitupula kelompok dari diamond yang keluar dan menembaki anak buah kalajengking yang menembaki bos nya.


Dor


Dor


Dor


Dor


Adu tembak tak bisa di hindari,dua kelompok itu pun saling adu tembak dengan jarak yang cukup dekat bagi keduanya,hanya terhalang dari mobil mereka dan pohon pohon di sekeliling jalan yang jadi tempat persembunyian.


Dor


Dor dor dor


Akhhh


Dor


Akhhh akhhh


Dor


Dor


Akhhh akhhh


Hanya teriakan dan tembakan di kawasan itu yang terdengar dari telinga semuanya.


Banyak orang orang yang tergeletak tak bernyawa atas tembakan dari sang lawan, pasukan diamond maupun kalajengking yang sama sama terluka pun begitu banyak.


Brian yang memang sangat marah mengetahui informasi tentang orang tuannya yang di bunuh pria yang sebagian ketua kalajengking, Dirinya mencari ketua mereka dengan mata tajam nya dari balik mobil,dan..


"Darah di bayar darah,dan nyawa di bayar nyawa"Ucap brian dengan marah menatap tajam pria itu ketika melihat nya.


Brian langsung berlari ke arah ketuanya tanpa tertembak oleh sang lawan ketika ada beberapa dari mereka yang berusaha menembakinya.


******


"Cepat pan"Ucap kenzo yang masih di jalan.


"Baik tuan,akan ku usahakan"Angguk pandi melanjutkan mobilnya lebih cepat.


Brian yang sudah di depan pria itu langsung menembaki satu pelurunya ke arah pundak pria itu yang seketika teriak.


"Akhhh"


"Bos"Ucap anak buah serentak dan bersiap siap menembaki brian.


"Jika kalian menemba ku,bukan hanya ketua mu yang mati di tangan ku,begitu pula kalian"Ucap Brian dingin.


"Kami tak akan takut dengan mu"Teriak salah satu dari kalajengking.


"Walaupun kami mati,kami bahagia sudah mati atas kelompok kami"Lanjutnya.


"Cih,apa kalian semua bodoh, Kalian mementingkan kelompok pria brengsek ini,di kasih apa kau sama bos kalian sampai ngin mati dengan sia sia"Ucap rey menimpali dengan suara dingin.


"Apa Kalian semua tak memikirkan keluarga kalian"Ucap angga menimpali.


Anak buah kalajengking seketika terdiam mendengar ucapan kedua, mereka bahkan terlihat sedih, terlihat jelas di mata mereka semua yang seketika memerah.


Pria tersebut seketika merasa khawatir melihat anak buah nya yang hanya diam,dia pun menembak perut brian ketika semua sedang lengah, tapi itu tidak terjadi ketika brian langsung bergeser ketika menyadari ada bahanya,yang otomatis peluru itu menancap di pohon di belakang tak jauh darinya.


Brian seketika tersenyum mengerikan dan berjalan ke arahnya.


"Ja jangan mendekat,jika tidak,akan ku tembak kau"Ucapnya memberanikan diri sambil menodongkan pistol ke arah brian.


"Apa kau yakin peluru mu bisa membunuhku"Ucap brian yang terdengar mengerikan.


"HEY,TEMBAK DIA"Teriak nya, berharap anak buahnya akan menolong nya.


Tapi tidak,anak buahnya hanya melihatnya dengan tatapan yang sulit di artikan ke arahnya yang sedang bahanya.


Brian langsung saja menarik kerah baju pria tersebut yang sedang mundur dengan ketakutan.


"Bukankah kau berniat membunuhku"Tanya brian menyeringai,membuat pria itu menjadi tambah ketakutan.


Bahkan pistol yang tadi dia pegang pun terlepas ke tanah begitu saja, segera dia ingin mengambil nya,tapi baru saja memegangnya,tangan nya langsung di injak oleh kaki brian yang terbalut sepatu itu.


"Apa anak buah mu tak mau membantumu, kasian sekali"Ucap brian mengejek.


Pria itu menatap semua anak buahnya dengan tatapan tajam,seakan mengisyaratkan untuk menghajar brian dan membantunya, tapi semua isyarat itu tak di pedulikan oleh anak buahnya,yang seakan-akan tak melihat nya.


"Bawa dia"Ucap brian menendang pria itu dan masuk ke dalam mobil.


Tak mungkin kan dirinya membunuh orang di jalan seperti ini, tapi bukan itu yang di maksud, dirinya hanya ingin leluasa menyiksa pria itu sebelum menghilang dari muka bumi.


"Baik tuan"Ucap anak buah brian patuh.Dan langsung membawa pria itu yang sedikit melawan ketika di pegang oleh sebagian anak buah nya.


"Mau di bawa kemana hah"Ucap pria itu meronta-ronta


"Lepaskan aku"


"Jika tidak,akan ku bunuh kalian semua" Lanjut nya dengan berteriak.


"Sudah di ujung tanduk saja masih sok sok an,dasar pria tua"Ucap rey melihat nya dari tempat nya berdiri bersama teman nya.


Karna pria itu terus meronta-ronta,tanpa perintah, akhirnya para anak buah brian yang memegang nya langsung memukul pundak pria itu dengan keras,yang membuat nya langsung tidak sadarkan diri.


"Maaf tuan"Ucapnya melihat rey dan teman teman merasa takut karena tanpa perintah.


"Bagus,aku suka tindakan mu"Ucap rey datar dan masuk ke dalam mobilnya,di ikuti kedua temannya yang masuk mobilnya sendiri.


.


.


.


Bersambung 🍁


Jangan lupa dukungannya teman🤗,like,komen and vote, terimakasih 😄🤭,jika tidak bisa, salah satu aja gak papa 😁.Jika suka, subscribe nya juga boleh.