
"Aku mendukungmu Brian, tapi aku sangat kecewa juga padamu" suara dengan nada datar terdengar di telinga Brian, Membuat nya seketika melihat orang tersebut.
Siapa lagi yang bisa masuk ke kamar nya tanpa izin darinya jika bukan teman nya dan dokter pribadi nya, hanya seorang wanita muda yang dia anggap gila yang masuk tanpa dia izinkan, yaitu Jesika.
Setelah melihat siapa yang datang, dia meneruskan membersihkan tangan nya..
"Jangan katakan apapun lagi Rey, kau hanya ku tugasnya menjaga sela, jangan sampai wanita itu membuat hal yang di luar dugaan kita" ucap Brian.
"Cukup... hentikan...kuman yang kau bersihkan sudah hilang dari tanganmu" Ucap Rey dengan melangkah keluar dari kamar mandi yang pintunya terbuka itu.
Brian yang mendengar itu mengetikan gosokkan nya lalu membersihkan tangan yang penuh sabun itu san langsung keluar dari kamar mandi nya setelah mematikan keran.
Namun...baru saja dia keluar kamar mandi..
Bugh
Tangan Rey seketika mendarat di wajahnya dengan sempurna, membuat Brian gram di buatnya dan ingin membalas perbuatanya yang berani memukul dirinya.
"Itu pembalasan kecil dariku karena membuat adik ku menangis, dan ini..."ucap rey memukul Brian kembali.
"Pembalasan adikku yang ingin memukul mu tadi" Lanjutnya tanpa mendapatkan perlawanan dari Brian dan duduk kembalikan di kursi yang sempat dia duduki tadi menunggu Brian.
Dia tau dari cctv yang di pasang di kamar rumah sakit yang di tempati Brian sebagai bentuk keamanan jika terjadi sesuatu bisa di lihat.
Sebenarnya bukan di kamar Brian saja, semua di ruangan rumah sakit terdapat cctv namun tidak tersembunyi seperti kamar Brian, bahkan luar kamar mandi saja terpasang cctv.
"Brian...apa tidak ada cara lain untuk menjaga adik ku, dia pasti sangat tertekan dan sedih sekarang, bahkan aku saja sebagai seorang pria bisa memahami perasaan sela sekarang" Ucap Rey merasa sedih jika mengingat sela.
"Jika ada cara lain, mungkin itu yang akan ku pilih Rey" Jawab Brian.
Ya, sebenarnya Brian tak benar benar amnesia, dia melakukan ini dengan bentuk menjaga seseorang yang dia sedang jaga sekarang.
Tapi dugaan nya benar, jika dia melakukan rencana ini akan membuat sela menangis sedih karena ulahnya.
Tapi sungguh, Brian tak ingin melihat sela menangis sedih oleh siapapun, termasuk dirinya sendiri.
Namun apa boleh buat, dia harus melakukan ini agar sela tak terancam bahanya yang mengakibatkan nyawa nya terancam.
FLASH BACK ON
Dimalam itu, semua pasukan seketika tersadar...
"Dia bos mereka kenapa tak melawan balik, ini buka pertunjukan, dasar payah " makian yang di layangkan untuk mereka sendiri.
Namun sebelum mereka menyerang pasukan diamond π Kembali, Suara tembakan terdengar begitu saja, dengan di ikuti suara ringisan dari Brian seperti menahan perih di bagian pundaknya dengan suara pelan.
Sang pria tua di depannya seketika tersenyum, dengan memanfaatkan keadaan...dia beranjak berdiri dan berniat kabur, namun usahanya gagal , baru saja dia melangkah, Sebuah pukulan yang sangat terasa penuh emosi mendarat di tubuhnya. Seketika membuat dirinya kembali tersungkur, dan langsung membalas balik pukulan nya.
Terjadilah baku hantam di antara mereka berdua, Rey yang memang merasa marah ketika melihat Brian yang terlihat terluka terkena tembakan, seketika memukul pria itu, dan terjadilah adu jotos.
Sebenarnya itu biasa saja, mengingat kata kata yang selalu teringat olehnya agar menjaga Brian, dia berusaha sebisa mungkin untuk menjaga Brian atas permintaan seseorang yang sudah dia anggap adik perempuannya, siapa lagi jika bukan sela.
Dengan kejadian malam ini, Brian hampir saja menang menghilangkan pria itu, namun dengan adanya penembakan di pundaknya, Membuat dia kehilangan kesadaran.
Dengan berusaha menghindar dan membalas seseorang yang menembak nya tanpa terlihat, akhirnya bisa membunuhnya yang berjumlah 5 orang, dengan tersebar di beberapa sudut di hutan gelap itu.
Sedangkan di tempat lain, seorang wanita muda dengan rasa khawatir dan tersenyum bahagia dengan keadaan bercampur aduk sedang melihat sebuah vidio di handphone nya, Terhubung dengan Vidio cool dengan salah satu orang utusan nya.
Melihat sang ayah yang sedang terluka parah sedang beradu pukulan sengit dengan sesekali saling menembak dengan seorang pria, yang dia yakini adalah tuan Rey yang sama sama pengusaha.
Begitu juga dengan melihat brian yang sedang berusaha aduk tembak dengan orang orang suruhan nya.
Ya...dia adalah Jesika, dalang dari seorang penembak yang menembak Brian, yang dia tugaskan untuk membantu sang ayah yang sedang tersudut oleh Brian, maklum... walaupun dia anak nya, tapi beberapa orang selalu bersama nya atas perintah sang ayah.
Tiba tiba, Vidio yang sedang memperlihatkan kejadian itu malah tidak terlihat, dan membuat dia penasaran... kenapa menjadi Terhubung dengan telepon.
"Maaf Nona..." Ucap suruhannya itu tiba tiba, membuat dirinya seketika khawatir.
"Ada apa?..katakan"
"Bos dari diamond π sudah pergi di bawa beberapa anggota nya, sepertinya orang suruhan nona tak sengaja menembak pas kelapa belakangnya nona" Lapornya dengan terdengar Takut di telinga Jesika.
Membuat dirinya seakan merasa terbakar emosi mendengar nya.
"KUBILANG LUMPUHKAN DIA SAJA B****!!!" Teriak Nya.
"AKU INGIN YANG M*** PEREMPUAN SIALAN ITU... BUKAN TUAN BRIAN" Lanjut nya.
"Jika dia masih hidup, ini tidak bisa di lawan, tuan brian bukan tipe yang suka berselingkuh, dan dia juga sangat percaya pada si sialan itu" Batinnya dengan mendengus kesal.
Dia adalah tipe wanita yang banyak berpikir, namun berpikir bukan dengan hal yang baik, namun dipikirannya "Bagaimana pun caranya, jika dia ingin mendapatkan harus dia dapatkan, walaupun itu merugikan banyak orang, sekalipun harus me*****kan seseorang"
Dia sangat marah mendengar nya, dia ingin Brian agar lumpuh saja untuk sebagai peringatan, dia pikir, dia akan membuat Brian takut dengan peringatan yang dia buat jika sampai brian terluka, namun tak sampai kehilangan jawabnya.
Dengan berencana mengambil perhatian Brian untuk menjaganya nanti selama penyembuhan.
Di tempat kejadian...
Brian yang mengetahui jika ada seseorang yang sedang bersembunyi yang mencurigakan, membuat dirinya berpura-pura seakan dia terluka parah dan langsung di bawa ke rumah sakit oleh teman temannya, bahkan temannya saja tidak tau jika Brian sedang berpura pura.
Begitu pula dengan Rey yang ikut menemani bersama angga, Biarlah anggota saja yang menyetir.
"Apa aku terlihat kesakitan?" Ucapan yang di anggap konyol oleh Semua orang yang berada di dalam mobil itu.
Namun mereka semua tak bisa mengucap kan Nya.
Bagaiman bisa dia mengatakan itu, bahkan dirinya saja bertanya terdengar sangat susah untuk mengucapkannya, seperti orang yang sangat kesakitan.
.
.
.
Bersambung π