
"Siapa dia,apa dia maling, dia kira apartemen ini sepi apa,dan kenapa juga dia bisa masuk"Ucap sela curiga ketika melihat seseorang di dapurnya yang hanya terlihat punggungnya saja.
Sela yang curiga jika itu maling, langsung mengambil Sebuah sapu yang ada di dekatnya dengan perlahan, berharap agar tidak ketahuan oleh pria di depannya.
Pelan pelan sela berjalan ke arahnya dengan bersiap siap untuk memukul,ketika di ras dekat,sela langsung saja memukul pria tersebut dengan sapu di tangannya,yang mengakibatkan pria tersebut berbalik menatap nya dengan menghentikan gerakan tangan Sela yang terus memukul nya.
"Hentikan sela"Ucap nya.
Sela yang mendengar itu langsung berhenti memukulinya dan melihat ke arahnya.
Seketika mata nya terbuka lebar melihat pria di depannya.
"Maaf bang,maaf,sela bener bener gak tau, dikira sela maling tadi"Ucap sela merasa bersalah dengan hanya di angguki pria tadi yang ternyata angga.
"Ngapain juga sih bang ke apartemen sela segala?"Tanya sela dengan duduk di meja makan di dapur.
"Dan dari siapa abang tau apartemen ku"Lanjutnya heran.Perasaan dirinya tak memberi tahukan ke pada siapapun tentang tempat tinggal nya sekarang.
Angga tak menjawab ucapan sela,dan memilih menghidangkan ayam goreng yang dia goreng tadi di hadapan sela dan duduk di depannya.
Sela yang tidak di jawab biasa saja,dan memilih memerhatikan wajah abangnya itu yang terlihat Kesal.
"Apa Abang lagi marah"Tanya sela.
Angga yang mendengar ucapan sela, sontak membuat nya berubah raut wajahnya sesaat menjadi tersenyum menatap sela.
"Enggak"Ucap angga.
"Siapa yang marah coba"Lanjut angga.
"Tadi"Ucap sela.
"Udah udah,ayo makan,udah siang sel"Ucap angga mengalihkan pembicaraan.
Baru saja sela mau menyuapi makanan nya,tiba tiba saja dirinya berhenti ketika mendengar suara yang menuju ke arahnya.
"Sayang"Ucap brian menghampirinya dan langsung duduk di samping dengan memeluknya.
Tidak berselang lama,rey dan han datang menuju ke arahnya,karena meja makan dan kursinya ada enam,jadi semuanya kebagian duduk, dengan sela yang di tengah tengah brian dan yang lain.
"Kok, Abang semuanya pada kesini,ada apa bang,dev?"Tanya sela heran menatap semuanya.
"Tentu aku merindukan mu,apa kau tak merindukan ku sayang"Ucap brian cemberut.
Mereka semua yang mendengarnya begitu geli mendengar ucapan brian dan menatapnya, sedang kan sela yang mendengar itu malah membuat nya tersenyum sebentar, dan langsung berkata.
"Tidak "Ucapnya cuek dan meneruskan Makan nya.
Seketika tawa terdengar dari teman Brian yang membuatnya jengkel.
"Hahaha"
"Hahaha"
Brian yang mendengar mereka menertawai nya langsung menatap mereka dengan tatapan tajam yang membuat semua temannya seketika bungkam,di gantikan dengan cekikikan kecil menahan tawanya.
"Apa Makanan nya enak?"Tanya brian mengusap kepala sela yang sedang makan.Sela hanya mengangguk sambil mengunyah.
"Iya"Jawab singkat sela tersenyum aneh.
"Apa kalian semua tidak mau makan?"Tanya sela di sela sela makan nya.
"Jangan berbicara jika sedang makan sayang"Ucap brian memperingati.
"Iya"Jawab sela mengangguk.
"Belum,dan kami kesini ingin ikut makan dengan mu dik"Ucap han sambil bersiap siap makan, dengan di ikuti rey yang mengambil piring.
"Ah,tapi tidak apa apa juga jika mereka makan,jadi bukan hanya aku yang merasakan asin nya Makanan"Gumam sela tertawa kecil dengan tersenyum.
"Apa ada yang membuat mu gembira sayang"Tanya Brian yang melihat sela tertawa.
"Enggak,ayo,kamu juga makan"Jawab sela sambil memegang ayam goreng bersiap menyuapi brian.
Brian yang melihat sela tentu saja tak menolaknya,apa lagi di suapi sela langsung, bukankah itu jarang jarang,pikirnya.
Mereka para pria bersama sama ingin memakan ayam goreng yang di buat angga tadi, kecuali sela yang akan menyuapi Brian.
Baru saja ayam goreng itu masuk ke mulut mereka masing masing, mereka langsung saja mengeluarkannya kembali dan membuang nya dengan langsung meminum air setelah nya.Berharap rasa asin yang mereka rasakan tadi cepat menghilang dari mulutnya.
Sela yang melihat reaksi mereka seketika Tertawa melihat nya.
"Uhuk"Batuk brian dan yang lain.
"makanan macam ini, jangan di makan sayang,kita makan yang lain saja"Lanjut brian.
"Kok bisa asin gini sih, udah buang aja, jangan di makan yang ini"Ucap angga membuang ayam goreng tadi.
"Tapi bang,itu buatan abang sendiri, Kenapa di buang"Ucap sela.
"Biarkan saja"Ucap angga cepat.
"Maafin abang ya dik"Lanjutnya tak enak.
"kenapa minta maaf, harusnya sela yang minta maaf karna tak memakan makanan buatan abang"Ucap sela tak enak.
"Tidak,ini salah abang gak bisa buatin kamu makanan tadi, maafnya dik"Ucap angga.
"Sudah sudah,itu tidak masalah,aku bisa buat sendiri nanti"Ucap sela biar tak membuat angga tak merasa tak enak padanya lagi.
"Kita ke restoran saja,ayo"Ajak brian menarik tangan sela.
Tapi seketika terhenti ketika sela menghentikan nya.
"Kenapa,kamu belum makan bukan?"Taya Brian melihat sela.
"Aku di sini saja,jika kalian mau, kalian saja"Ucap sela menggeleng,yang membuat keempat pria itu heran menatap nya.
"Kenapa?,apa ada sesuatu?"Tanya brian penasaran.
.
.
.
Bersambung 🍁