
"Ini udah cepat tuan"Ucap pandi dengan terus menambah kecepatan mobilnya.
Tidak lama kemudian, mereka berdua akhirnya datang ke markas diamond yang dikelilingi begitu banyak penjaga.Ketika sampai di depan gerbang, dirinya langsung di todong oleh alat senjata api yang mereka pegang, sedangkan dirinya yang masih di dalam mobil begitu kesal.
"Dimana ayah ku, lepaskan dia"Teriak kenzo sambil keluar dari dalam mobil.
"Tuan, jangan membuat keributan jika tak ingin kami tembak"Ucap penjaga itu menodongkan senjata didepan wajah kenzo.
"Mana bos mu itu, cepat, dimana dia"Ucap kenzo lagi.
"Bos tenang,ini di markas diamond, bukan markas bos"Ucap kenzo pelan sambil keluar dari mobilnya.
Dirinya hanya takut jika bosnya akan melakukan hal yang tak terduga, sedangkan markas ini bukan markas kalajengking,tentu hal hal yang tak terduga bisa saja terjadi jika mereka mau.
Kenzo tanpa basa basi langsung memukul penjaga yang berjumlah 10 orang itu dan langsung masuk gerbang setelah ke sepuluh orang itu tumbang karna di bantu pandi yang melihat bosnya.
"Hey"Teriak penjaga tersebut melihat kenzo masuk.
Pandi pun mengikuti kenzo dari belakang.
Teriakan dan pukulan tadi mengundang para pasukan diamond yang ada di sana,dan langsung menghajar mereka berdua, dengan dua orang lawan pasukan diamond yang berjaga di daerah luar.
"Ada penyusup masuk"Teriak salah satu dari mereka, sebelum menghajar pandi dan kenzo.
Baku hantam pun terjadi dari mereka semua,kenzo yang memang notabennya pernah sebagai ketua, dirinya bisa mengalahkan sebagai dari pasukan diamond yang sedang melawannya,begitu juga pandi yang berusaha menangkis dan memukul lawan nya, sesekali mereka berdua juga kena hantaman dari pasukan itu.
Brian dan ketiga temannya yang masih di dalam aula menuju keluar, seketika terhenti ketika ada beberapa anak buahnya menyampaikan tentang ada seseorang yang berusaha masuk ke markasnya.
"Bos,ada dua orang pria yang berusaha masuk bos"Ucapnya.
Brian yang mendengar itu melanjutkan perjalanan nya menuju pintu keluar,dan melihat perkelahian antara dua orang melawan pasukan nya.
Diapun merogoh pistolnya dan menembaki satu peluru ke arah kenzo, dan pas tertembak di bagian lengan kiri atasnya,yang seketika kenzo pun meringis kesakitan.
"Sssshht"
Semua orang seketika terdiam ketika mendengar suara tembakan tersebut,dan melihat semua tertuju menatap brian.
"Berani sekali kau masuk kewilayahan ku"Ucap Brian datar, sambil berjalan mendekati kenzo yang sedang menatap nya tajam,tanpa menaruh pistol yang berada di tangan kanan nya.
"Lepaskan ayahku,mau kau apakan dia hah"Teriak kenzo marah.
"Apa harus ku jawab, seperti tidak perlu bukan,semua dari kalangan kita tau hukuman apa yang pantas untuk nya"Jawab brian.
"Tapi kumohon, jangan bunuh dia"Ucap kenzo.
Sekejam kejam nya kenzo, dia hanya seorang bos dari salah satu perusahaan, bukan kalangan seperti brian yang memimpin kelompok mafia nya sendiri,dia hanya sebagai pengganti mengetuai saja.
"Huh, membuang waktu ku saja"Ucap brian malas.
Kenzo yang mendengar ucapan brian begitu tersulut emosi dan ingin memukul wajah brian, tapi itu langsung di tepis oleh sang pemilik wajah,dan langsung memelintir tangan kenzo begitu saja, membuat sang pemilik tangan kesakitan.
"Aku masih berbaik hati padamu,karna kau tidak bersalah"Ucap brian.
"Tapi jika kau ingin melawan ku,kau bisa saja ku kurung dengan si tua itu"Lanjut nya dengan menatap kenzo tajam dan mendorong tubuhnya ke belakang.
"kurang ajar"Geram kenzo ingin memukul brian kembali,tapi langsung di hentikan suara pandi.
"Sudah tuan, mending kita buat rencana Kembali jika ingin tuan besar selamat"Ucapnya pelan,yang hanya di dengar keduanya.
"hemm"gumam kenzo mengiyakan.
Akhirnya kenzo pun memilih pergi dari sana bersama pandi.
"Kenapa kau membiarkan nya pergi bri"Tanya rey penasaran,yang dari tadi hanya melihatnya.
"Hanya kali ini aku biarkan karna dia tak bersalah,tapi jika dia kembali lagi, lihat saja apa yang terjadi"Jawab brian yang hanya di angguki teman nya bertanda mengerti.
"Kalian semua kembali ketempat"Perintah Brian ke arah semua anak buahnya.
Tanpa basa basi dan hanya menundukkan kearah brian sebelum kembali ketempat mereka masih masing untuk berjaga dan bertugas di markas diamond.
Baru saja dirinya mau masuk mobil,tiba tiba ada seseorang yang menarik nya keluar dari mobil taksi tersebut dan langsung menutup pintu mobilnya.
"Eh, siapa kau,kenapa menarik ku"Refleks sela melihat orang tersebut.
"Kau"kaget sela melihat orang tersebut yang ternyata brian yang sedang tersenyum menatap ya.
"Aaah, maksud ku dev, kenapa ada di sini"Ucap brian.
"Aku merindukan mu"Jawab brian.
"Maaf dev,tapi aku harus berangkat sekarang"Lanjutnya ingin masuk mobil Kembali.
Tapi itu tidak terjadi,ketika brian mendorong pintu tersebut biar tak bisa di buka oleh sela.
Sela hanya menatap brian dengan malas,dan tak jadi masuk ke mobil.
"Aku juga merindukan mu,kau puas"Ucap sela tersenyum semanis mungkin.
Brian yang melihat senyuman itu hanya tersenyum, dirinya tau jika senyuman itu adalah paksaan dari sela.
"Tidak"singkat brian yang membuat sela kesal.
"Nona"Panggil sang sopir di dalam.
"Tunggu sebentar"Jawab sela tanpa melihat sang sopir.
"Pergi saja pak"Ucap brian menimpali yang membuat sela melotot ke arah brian tajam ang terdengar tidak sopan.
"Aku sudah memesan nya,dan kau menyuruh nya pergi,begitu"Ucap sela kesal.
"ya"Jawab singkat brian.
"Kau benar-benar"Geram sela,dan membuka pintu mobil taksi tersebut, yang lagi lagi langsung di tahan oleh tangan brian.
"Jika kau hanya ingin mengganggu ku, sebaik kau pergi saja dev"Ucap sela karna saking kesalnya,waktu sudah semakin siang,dan dirinya masih belum berangkat,dan itu karena pacar menyebalkan nya.
"Tapi aku tak mau sayang, gimana"Ucap brian seperti anak kecil.
"Wajah mu tambah jelek jika seperti itu"Ucap sela.
"Pak, pesanan di kensel"Ucap brian menghampiri sang sopir,dan memberikan sejumlah uang ratusan ribu kepadanya.
"Apa ini"Ucap sopir memegang uangnya.
"Itu kata maaf dari gadis itu"Ucap brian menunjuk sela yang tambah melotot mendengar nya.
"Ini terlalu banyak tuan"ucap sang sopir.
"Tidak,dan sebaiknya kau pergi sebelum pelanggan nya hilang"Ucap brian.
"Baik tuan, terimakasih uang nya tuan"Ucap sang sopir sebelum pergi dengan di angguki kecil dari brian.
"Apa maksudmu tadi?"Tanya sela ketika mobil taksi sudah pergi jauh.
"Pacarku yang pesan,masa aku yang kensel, bukan begitu"Jawab brian.
"Hah, terserah"malas sela dan masuk kembali ke apartemen dengan di ikuti brian di sampingnya.
.
.
.
Bersambung 🍁
Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1444 H semuanya 🤗