Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
KEBENARAN TENTANG KENZO



"Apa yang dia lakukan pada kalian semua, sejak Kapan kalian seperti ini?"Lanjut kenzo yang tak di jawab oleh mereka semua.


"Bos, apa bos tau kenapa bos besar mendirikan kelompok mafia?,dan apa bos tau Kenapa kami semua bisa disini "Ucap dari salah satu dari mereka.


Kenzo yang sekarang diam tidak bisa menjawab Ucapan bawahannya, Karna memang dirinya tidak tau tentang hal ini.


"Dia mendirikan kelompok nya karena Ingin membunuh temannya,dan saya sala satu yang tertua disini yang tau kebenaran nya bos,dan kenapa kami bisa disini...."Lanjutnya tak bisa meneruskan ucapannya karna teringat keluarga nya yang waktu itu di ancam oleh bos besarnya.


Kenzo yang mendengarnya saja ikut merasa perihatin melihat nya yang sedang bicara seperti sedang menahan tangis.


"Aku di paksa olehnya dengan mengancam keluarga ku bos"Ucapnya dengan suara tangis yang lolos dari bibirnya yang tidak tertahan.


Sama hal ya dengan yang lain, mereka juga menunduk sedih bahkan sebagian ada yang menangis mengingat semua keluarga, teman bahkan ada yang sama adik,anak,atau kakak yang di sana bersama nya jika mereka seorang pria yang sudah dewasa yang di paksa harus tunduk dan patuh ke bos besar nya,jika tidak, maka,nyawa mereka semua yang jadi taruhannya.


Kenzo yang mendengar curhatan nya begitu kaget dan prihatin melihat nya.


"Dan jika bos ingin tau bos itu siapa,kami akan menjawab nya sekarang,tak perlu bos bertanya atau tidak"Ucap yang lain.


Kenzo dan anak buahnya yang lain seketika semua melihat nya,sama hal ya dengan pandi yang baru saja datang sambil menghampiri Kenzo.


Anak buahnya yang lain seperti memberikan kode kepadanya melalui wajah, seperti mengatakan"jangan".


"Siapa aku?"Heran kenzo.


"Tuan bukan anak bos besar"Lanjut nya, membuat Kenzo yang mendengarnya begitu tambah kaget lagi,bukan hanya disitu saja,kata kata dari anak buahnya terus berlanjut.Sampai sampai membuat darah dalam tubuhnya seketika mendidih sampai kepala,jika di gambar kan,mungkin bisa sampai kebakaran di atas rambut saking panasnya.


"Orang tua bos di habisi olehnya sebelum mendirikan kelompok ini, dengan alasan,dia ingin mempunyai seseorang yang akan menjaganya sampai dia tua nanti fan sekarang sudah terbukti jika bos sampai sekarang bersamanya, bahkan kelompok yang membunuh orang tua bos sendiri di pegang oleh bos.


Dan satu lagi, perusahaan yang bos pegang sekarang memang perusahaan bos,yang artinya perusahaan yang di miliki orang tua bos yang sebenarnya yang di rebut bos besar waktu itu"jelasnya dengan panjang lebar.


"Apa kau yakin yang di ucapkan olehmu itu semunya benar?"Tanya Kenzo menahan amarah dengan mengepal kan tangannya kuat.


"Jika tuan tidak percaya, tanya kan saja kepada temanku yang lainnya"Ucapnya melihat kearah mereka semua yang sedang menyaksikan.


"Benar bos"Ucap mereka bersamaan dengan menuduk sopan.


Seketika kenzopun berteriak marah,tidak ada kebohongan di semua mata anak buahnya,hanya ada kebenaran dan kesedihan yang terpancar di matanya.


"Akhhhhh"Teriaknya sambil memukul meja di samping nya hingga terbelah dua.


"Apa kalian semua tau siapa orang tuaku"Tanya Kenzo dengan mata merah.


"Kami tidak tau namanya bos,yang hanya kami tau, dia memiliki perusahaan yang bos sekarang pegang"Jawabnya.


"Astaga, Kenapa ini bisa terjadi"Ucap kenzo melemah dengan merosot ke bawah lantai sampai terduduk sedih.


"Dia membunuh orang tua ku,dan aku mengurusnya"Ucapnya pelan.


"Sangat tidak bisa di maafkan"Lanjut kenzo.


"Bos,apa bos ingin melakukan sesuatu"Taya pandi yang dari hanya menyaksikan.


Sebenernya tadi juga dia cukup kaget ketika mendengar kebenaran nya.


"Aku ingin membunuhnya,Dia menghilangkan dua nyawa sekaligus,dan itu orang tuaku pan"Jawab kenzo berteriak setelah bangun dari duduknya.


Para anak buah tentu saja tersenyum bergembira mendengar nya, inilah yang mereka semua harapkan dari dulu yang tak bisa mereka lakukan,yaitu membalas perbuatannya yang mereka sebut bos besar oleh mereka semua.


"Kita akan membawanya besok,ini sudah terlalu malam tuan,dan besok akan ada rapat penting"Lanjut pandi.


"Hemm"Gumam kenzo.


"Kalian semua, istirahat lah"Lanjut Kenzo sebelum keluar dari markas nya.


"Siap tuan"Jawab mereka bersemangat.


Pandi yang takut terjadi apa apa pada tuan sekaligus bosnya itu, akhirnya dirinya yang mengantarkan bosnya sampai ke mensionya.Sepanjang perjalanan, Kenzo terus saja memaki orang yang dia anggap ayah itu yang ternyata seorang pembunuhan orang tuanya dengan kesal dan marah.Jika ada pria itu di hadapan nya, mungkin sudah Kenzo pukul habis habisan Karna saking marah dan sedih bercampur aduk.


Pandi juga tudak menyangka,pria yang dia anggap sebagai bos besarnya tega melakukan nya hanya karna keinginan sampai menghabisi orang yang tak bersalah.


"Pantas saja tuan brian sangat marah, mungkin ini juga yang dia alami waktu itu seperti kenzo"Pikirnya


*****


Cahaya matahari yang menyilaukan mata seorang gadis yang sedang tertidur seketika bangun dari kasurnya, dengan diiringi suara burung dari arah luar jendela yang mendukung suasana menjadi sejuk dan indah di dengar. Siapa lagi jika bukan sela yang terganggu dari tidur nyeyaknya.


"Sudah pagi rupanya"ucapnya meliah jam, sesekali hawa ngantuk masih terasa olehnya.


Buk jun tadi malam juga sudah pulang di antar oleh pria bawahan brian, sebenarnya dia sudah menawarkan jika dia disini saja sampai pagi,besok baru boleh pulang, beberapa kali dia membujuk seperti itu, tapi jawabannya tetap sama"Tidak usah non,nanti ngerepotin,apa lagi satu kamar dengan nona sela" kata kata itu yang terus di ucapkan oleh buk jun sebagai jawaban nya.


Kembali lagi kepada sela.


Dia langsung saja beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang akan bersiap siap akan ke kantor kembali.


Setelah selesai mandi, dirinya memakai pakaian yang akan dirinya pakai seperti baju kantor biasanya, celana panjang dan baju pendek berlengan panjang,tak lupa juga tas kecil yang bergantung di samping pinggangnya dengan berkas menurut ya penting yang dia pegang di tangan kirinya yang akan dia bawa.


Tok tok tok 'seorang pelayan mengetuk pintu.


"Apa non sudah bangun, sarapan sudah siap"Ucapnya dari luar.


"Iya sudah"Jawab sela sambil membukakan pintunya.


"Ayo"Lanjutnya berjalan ke arah meja makan diikuti pelayan itu.


Dia pun sarapan bersama dua pelayan dan satu pria itu yang dia suruh menemani sarapan.


Baru saja dirinya setelah makan,suara pesan masuk dari handphone yang langsung dia buka,tertera nama pengirim pesan yang dia baca.


"Tuan kenzo"Gumamnya.


.


.


.


Bersambung 🍁