
"Bagus,aku suka tindakan mu"Ucap rey datar dan masuk ke dalam mobilnya,di ikuti kedua temannya yang masuk mobilnya sendiri.
Semua pasukan diamond pun mengikuti bos nya memasuki mobilnya, dengan membawa pria tersebut ke salah satu mobil pasukan yang lain dengan mendorong tubuhnya.
Sebelum berangkat, teman teman rey mengingat kan ke semua pasukan nya untuk membersihkan tempat ini seperti semula,dan menyuruh sebagian pasukan nya membawa anak buahnya yang terluka dan ada sebagian dari mereka ada yang meninggal begitu saja.
"Baik bos"Ucap anak buah sebagian yang siap membereskan.
Setelah mendengar itu, mereka semua akhirnya berputar arah untuk ke markas utama diamond meninggalkan sebagai pasukan nya dan semua pasukan kalajengking yang hanya diam melihat bos besarnya di bawa paksa oleh mereka.
Setelah mobil diamond tak terlihat, pasukan nya yang ada di sana langsung mengerjakan pekerjaan, dengan menyuruh pasukan kalajengking membawa temannya.
"Bawa teman kalian"Ucap nya sambil membawa temannya yang terluka.
Pasukan kalajengking hanya mengangguk mengiyakan, dan membawa temannya yang terluka seperti apa yang di kerjakan pasukan diamond dengan menggunakan mobil nya.
Di tempat lain,di mobil kenzo.
Dirinya dan pandi baru saja sampai di area tadi yang begitu sepi yang sempat di jadikan penembakan oleh kedua kumpulan.
"Seperti bekas ada kejadian"Ucap kenzo melihat sekitar di dalam mobil.
"Sepertinya begitu tuan"Ucap pandi menimpali.
Kenzo yang memang penasaran dan khawatir dengan sang ayah, akhirnya menelepon salah satu bawahan yang sempat dia pimpin itu,dan langsung terhubung.
"Apa ada sesuatu"Ucap Kenzo langsung.
"Bos, bos besar di bawa oleh kelompok diamond, sepertinya akan di bawa ke markas nya"Jawab di sebrang sana.
"Kalian semua sedang dimana, kenapa bisa di bawa segala,apa kalian tak membantu bos kalian"Ucap kenzo terdengar marah.
Tentu saja dia marah, kenapa anak buahnya tak menolong bos nya sendiri, pikirnya.
"Maaf tuan,jika tuan yang memimpin kami,kami akan membantu mu,tapi jika tuan besar,kami sudah tidak mau lagi tuan"Jawab nya.
"Apa maksudmu"Heran kenzo mendengar anak buahnya.
"Besok saja akan aku jawab tuan,kami ingin membawa teman kami dulu"
"Baiklah"Ucap kenzo sebelum mematikan telepon nya sepihak.
tuuut'
Baru saja pandi ingin bertanya, langsung terdahulu oleh ucapan kenzo.
"Kita ke markas diamond sekarang juga"Titah kenzo.
"Baik tuan"Ucap pandi dan langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata.
Karena dirinya tau jika nanti juga akan di suruh cepat oleh kenzo, makanya dia berinisiatif.
Brian dan pasukan nya setelah sampai, langsung memasuki markasnya dan membawa pria tersebut ke tempat bawah tanah diamond, dimana tempat tersebut, tempat dimana orang orang yang mengganggu dan yang ada urusan dengan kelompok diamond yang tidak baik mati di sana.
Tubuh pria tersebut langsung saja di lempar ke lantai begitu saja ketika sampai di ruangan nya.
Brak' suara tubuh tersebut yang cukup keras.
"Kalian obati teman kalian,dan sisanya berjaga di markas"Ucap brian menyuruh anak buahnya keluar, kecuali ke tiga temannya.
Anak buahnya hanya menunduk sopan sebelum akhirnya keluar ruangan tersebut,ada juga yang berjaga di luar ruangan itu untuk membantu bosnya jika membutuhkan sesuatu.
Tinggallah mereka berempat di sana dengan seorang pria yang tergeletak di lantai.Entahlah, Hanya di pukul saja sudah tidak sadarkan diri, apa dia sedang berpura pura,tidak ada yang tau tentang hal itu.
Di sana juga terdapat empat kursi yang biasa mereka duduki ketika menyiksa dan membunuh lawannya yang mereka tangkap.
"Bawakan air dingin"Ucap rey menyuruh anak buahnya yang berjaga,dan langsung di bawakan seember air dingin, bahkan es nya pun Masih terlihat di ember tersebut saking dinginnya.
"Ini tuan"Ucapnya yang langsung di terima oleh rey dan langsung menyiram nya ke tubuh pria tersebut yang seketika langsung terbangun dan melihat ke arah mereka berempat.
Tapi matanya berfokus ke mata brian yang melihat nya dengan tajam, seakan-akan siap untuk membunuh nya detik ini juga.
"Apa kau sekarang takut,mana keberanian mu yang tadi"Tanya brian dengan terlihat mengerikan oleh siapa saja.
"Aku sudah memberikan mu hidup terlalu lama pak tua"Lanjutnya dengan mendekati pria itu yang seketika ketakutan,dan brian langsung berjongkok di depannya.
"Jika kau berhasil membunuhku waktu itu,mungkin aku tidak akan tau tentang hal ini"Ucap brian lagi dengan mengeluarkan pisau kecil di sakunya,dan langsung menatap di lengan kanan pria tersebut yang seketika teriak kesakitan.
"Akhhh"
"A aku aku minta maaf bri,a aku akau salah,aku salah,aku minta maaf,to tolong jangan membunuh ku"Ucap nya memohon sambil menahan sakit di lengan nya,luka bekas tembakan tadi dari pundaknya saja masih terasa.
Brian tak menghiraukan ucapannya...
"Tapi,aku bersyukur tentang hal itu,ini adalah kesempatan untuk mu dan untuk ku untuk saling bertatapan untuk terakhir kalinya"Ucap brian sambil menarik pisau itu secara paksa dan menancapkan nya kembali di tangan yang lain.
Dan lagi lagi membuat pria tua itu kembali teriak kesakitan dan memohon di depan brian yang tak menghiraukan nya.
"Aku mohon, jangan membunuh ku,aku mohon"Ucapnya.
"Kau juga tak menggubris orang tuaku dan langsung..."Ucapnya brian terhenti, seakan akan tak bisa melanjutkan kata kata nya kembali.
"Dan,oh nya,kabar baiknya,kau tidak akan mati dengan cepat seperti apa yang kau lakukan itu"Ucap brian berdiri kembali.
"Kau akan merasa tetesan darah yang jatuh dari tubuhmu setetes demi setetes"Lanjutnya terdengar kejam.
Bukan pria itu saja yang takut mendengar nya,bahkan temannya sendiri dan para anak buah nya bergidik ngeri hanya mendengar nya saja.
"Sangat kejam"Gumam angga pelan.
Tapi itulah kebiasaan mereka,jika ada yang menggaggu atau musuh, mereka akan di perlakukan apa yang seharusnya pantas di dapat oleh nya menurut kelompok nya.
"Jaga dia, jangan sampai kabur,kau siksa dia dengan cara apapun setiap hari, tapi jangan biarkan dia mati, paham"Ucap brian kesemua anak buahnya yang berjaga diluar ruangan, sekitar 20 orang yang berjaga.
"Paham bos"Ucap mereka serentak.
"Beri makan dia jika dia terlihat akan mati saja"Lanjut nya.
"Baik bos"Jawab mereka lagi.
Setelah mendengar itu,brian langsung keluar dari ruangan tersebut di ikuti ke tiga temannya, tanpa mendengar kan teriakan keras dari pria tersebut dengan ucapan memohon dengan menahan sakit di bagian tubuhnya yang terluka, dengan bercucuran darah di bagian yang terluka nya.
"Jangan berteriak teriak, telinga kami semua masih berfungsi"Ucap salah satu dari mereka dengan kesal.
Kenzo yang masih di jalan menyuruh pandi menjalankan mobilnya dengan lebih cepat.
"Cepat pan"Ucap nya.
"Ini udah cepat tuan"Ucap pandi dengan terus menambah kecepatan mobilnya.
.
.
.
Bersambung 🍁
Jangan lupa dukungannya teman🤗,like,komen and vote, terimakasih 😄🤭,jika tidak bisa, salah satu aja gak papa 😁.Jika suka, subscribe nya juga boleh.