Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
BERTEMU



"Ada apa ini,kenapa mereka berhenti di sini, siapa mereka"Tanya sela sendiri dengan ke adaan was was(takut).


Orang yang berada di dalam mobil di sampingnya itu keluar dan menghampiri dirinya, yang tak lain dan bukan adalah brian.


Beberapa menit yang lalu....


Brian yang sedang menyetir mobilnya sambil melihat lihat sekitar,melihat ada seseorang yang sepertinya dia kenal,dan langsung menepikan mobil di samping trotoar yang pas di samping orang nya,yang di ikuti semua pasukannya.


selesai...


Sela yang menatap brian yang sedang berjalan ke arahnya dengan cara perlahan otomatis dirinya menghindar dengan cara mundur perlahan.


"S**iapa dia,apa dia mau menculik ku"ucap sela was was.


Sedangkan para pasukan brian yang melihatnya di buat bingung dengan kelakuan brian yang sedang di dalam mobil sedang menggosipkan nya.


"Siapa perempuan cantik itu,apa kau tau?"


"Tidak,kau taukan kalo aku tiap hari di markas mulu"


"Apa kau ingat perempuan yang di bilang tuan angga waktu itu?"


"Masih, kenapa?"


Berbeda dengan para pasukannya.Brian yang melihat sela dengan tatapan rindu di matanya,langsung menarik tangan sela dan memeluknya dengan erat yang membuat sela kaget.


"Sayang"Gumam brian pelan,tapi masih bisa di dengar oleh sela.Sela yang sedang ke adaan terluka di punggungnya bekas cambukan itu,otomatis dirinya meringis sakit di pelukan brian.


"Ssssssst"Rintihan sela,brian yang mendengar rintihan itu langsung melepaskan pelukannya dan menanyakan keadaan sela dengan khawatir.


"Kenapa sayang?,apa ada yang terluka?"Tanya brian sambil membalik balikan tubuh sela yang membuat punggungnya tambah sakit.


"Auh,stop,berhenti "Perintah sela yang langsung di berhentikan oleh brian.


"Apa tadi?"ucap sela


"Sayang?"ulang sela.


"Sama siapa?,Aku"Lanjut sela bingung sambil menunjuk dirinya sendiri dengan di angguki brian tanda mengiyakan.


"Haha,mungkin anda salah orang tuan"ketawa sela hambar.


"Mana mungkin"bantah brian.


"Mau kemana malam malam begini?,di luar sangat dingin"Lanjut brian mengalihkan pembicaraan.


Sela yang di tanya seperti itu oleh brian malah terlihat sedih di wajahnya.


"Apa aku minta bantuan tuan ini aja nya"ucap sela pelan.


"Tapi,apa dia bisa di percaya"ucap nya lagi tanpa tau ucapan yang pelan itu masih bisa di dengar brian yang sedang memperhatikannya.


Tapi matanya terhenti ketika melihat kaki sela yang putih itu tak memakai apapun di kakinya, bahkan sedikit terlihat memerah dengan di dukung oleh cuacanya yang dingin.


Brian langsung saja membawanya mengangkat sela ala bridal style untuk masuk ke mobilnya dengan tiba tiba.


Sedangkan sela yang di perlakukan seperti itu malah di buat melongo oleh kelakuan brian barusan yang sudah terduduk di dalam mobil belakang,yang di susul brian yang duduk di sampingnya,yang tak lama kemudian di susul masuknya dua orang pria yang berbaju hitam menduduki meja depan(pasukan brian)


"Siapa mereka"ucap sela khawatir


"Turunkan saya tuan,mau dibawa kemana saya"lanjutnya lagi sambil menggebrak gebrak kaca mobil,berharap dapat di bukakan oleh sang pemilik.Brian yang melihat itu langsung memeluk sela kembali ke pelukannya dengan ke adaan sela terus meminta di bukakan pintu.


"Buka pintunya,siapa kalian"Teriak sela sambil memukul-mukul dada brian yang tidak di gubris itu.


"Lepaskan tuan"pinta sela lagi.


Sedangkan pria yang duduk di depan mereka hanya diam menunggu perintah dari sang bos.


"Jalan"ucap brian dingin ke arah bawahannya,pria yang duduk di depan yang mendengar perintah brian langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang(rata rata).


"Suuut,diam,aku bukan atasan mu, jangan panggil aku tuan begitu"ucap brian terdengar lembut ketika berbicara dengan sela.


Dua pria yang di depan yang mendengar pun saling lirik,seperti sedang mengatakan dengan cara batin(dalam hati)...


"Ada apa dengan tuan"Tanya sang sopir melirik temannya tanpa suara


"Gak tau,seumur umur baru kali ini lihat tuan begitu"Jawab temannya seperti mengetahui maksud pertanyaan nya.


"Iya,sama temannya saja dingin,apa lagi sama kita"ucap sopir


"Emang kau berani"ucap supir mengejek dengan raut wajahnya.


"Mana ada,emang kau berani"balas temannya.


"Ya enggaklah"jawab sopir.


"Itu tau"ucap temannya yang mengakhiri ucapan mereka berdua ketika mendengar ucapan sela.


"Tuan,bukan kah tuan dari perusahaan BD"tebak sela sambil memperhatikan wajah brian. Walaupun dirinya tidak pernah bertemu brian perihal perusahaan,tapi dirinya cukup tau tuan dari perusahaan yang terkenal itu.


"Apa kau tau"ucap brian


"Tentu saja"ucap sela tersenyum


"Tapi tunggu, sebenarnya tuan siapa,apa tuan bekerja sebagai penculik ketika malam hari"ucap sela dengan gaya seperti mengintimidasi brian.


"Iya"singkat brian yang membuat sela kaget.


"Apa"ucap sela.


"Lupakan itu"ucap brian.


"Kenapa malam malam di luar sel?,kau taukan di luar sangat dingin, dan paling parahnya, kenapa tak pakai sandal atau sepat.."ucapan brian yang berturut turut terhenti ketika sela memotong ucapannya dengan menyentuh bibirnya dengan jari telunjuk sela.


"Suuuut,dari mana anda tau nama saya"ucap sela formal,dan itu malah membuat brian terkekeh mendengarnya.


"Ketika dia lupa dengan ku,bisa bisanya dia berbicara formal begitu"ucap brian.


"Tentu saja"ucap brian.


"Kau sekertaris dari perusahaan daraga bukan"Lanjut brian.


"Iya,tapi kenapa anda bisa tau, perasaan kita gak pernah ketemu tuan"bingung sela.


"Semua tentangmu aku bisa mengetahuinya"ucap brian.


"Benarkah begitu"ucap brian.


"Terserah kamu saja sayang"ucap brian keceplosan.


"astaga"sadar brian.


Sedangkan sela melotot karena kaget mendengar ucapan brian barusan.Begitupula dengan kedua pria yang duduk di depannya, dengan salah satu dari mereka yang menyetir menghentikan mobilnya mendadak saking kagetnya yang membuat sela hampir terjungkal ke depan jika tak ada brian yang menahan keningnya.


"Bisa bawa mobil tidak"Bentak brian marah sambil menendang jok sang sopir yang membuatnya kaget dan takut dengan brian.


"Maap bos"ucap sang sopir.


"Kamu tidak apa apa kan sayang"tanya brian ke arah sela.


"uhuk"batuk mereka berdua yang di depan tersedak ketika mendengar kata kata dari brian.


Brak


Brak


Brak'


Suara benturan dari belakang mobil yang mengguncangkan mobilnya seperti ada yang menabraknya dari belakang membuat semua yang di dalam mobil brian kaget.


"Ada apa ini"ucap sela pelan sambil melihat kaca mobil berniat turun,tapi di hentikan oleh suara teman sang sopir di depan.


"Bentar,saya cek dulu nona,bos"Jawab temannya sang sopir keluar dari mobil.


Setelah dia keluar,dan melihat kebelakang mobil brian,betapa kaget nya dia melihat pemandangan yang membuat dirinya senam jantung,tapi mungkin berbeda dengan brian jika dia yang melihatnya.


"Ada apa?"Tanya brian datar di dalam mobil ketika melihat dirinya yang hanya diam.


.


.


.


Bersambung 🍁