
Sela yang di kamarnya sendirian,dirinya sedang melihat ke arah luar jendela kamarnya seperti sedang memikirkan sesuatu.
next
sela yang hanya diam menerawang keluar jendela yang pintunya yang sengaja dia buka sambil berkecamuk dalam hati.
"apa aku kabur aja dari rumah"
"aaah tidak,tidak,mana bisa kabur begitu saja"sambil menggeleng
"ah,jangan begitu sel,kau harus melakukannya"ucap sela
"yah,aku harus melakukannya"lanjut sela lagi dengan menyemangati dirinya, kebetulan hari juga sudah begitu malam,jadi semoga saja ketika dirinya kabur tidak ada yang tahu' pikirnya.
ketika dirinya baru saja ingin membereskan pakaiannya,dirinya di kejutkan suara buk jun di belakangnya.
"non"panggilnya yang membuat sela kaget.
"astaga buk, ngagetin sela aja"ucap sela
"ya maap non,non lagi ngapain sih,kok bisa kaget"ucap buk jun sambil menghampiri sela yang sedang membereskan baju bajunya ke tas yang terlalu besar miliknya.
"non,non mau pergi,kok bawa baju segala"lanjut buk jun penasaran.
"suuut,diam buk jun,nanti sela ketahuan"ucap sela sambil menutup mulutnya dengan jari telunjuknya sendiri.
buk jun yang mendengar suara sela langsung saja terdiam dan hanya melihat sela sedang memasukan pakaiannya ke dalam tas sampai selesai.
"buk jun,jangan kasih tau siapa siapa nya"ucap sela.
"sela mohon buk jun"lanjutnya lagi.
" tentu saja non, tapi non sebenernya mau kemana"ucap buk jun pelan.
"gak tau,yang penting sela gak mau disini lagi"jawab sela.
"bagus juga itu non,apa non mau kerumah saya aja non,tapi itu cukup jauh"ucap buk jun.
"nggak buk makasih"tolak sela halus.
"yaudah,sela pergi dulu nya buk"ucap sela
"buk jun juga harus ke kamar buk jun sekarang,biar tidak di curigai paman dan bibi"lanjut sela lagi.
"iya,pasti ko non,tapi apa punggung dan pundak non sela udan di obati"tanya buk jun tiba tiba khawatir.
"udah,tadi udah di obati dan udah di perban juga sesudah mandi"jawab sela.
"sela berangkat dulu buk jun"pamit sela ke buk jun,dan langsung melompat dari jendela ke luar kamarnya,untung saja jendela kamarnya tidak terlalu tinggi dan masih bisa meloncat dengan selamat.
buk jun yang masih di kamar sela dan melihat nya pergi, buru buru ke kamar dirinya sendiri biar tidak di curigai oleh pemilik rumah yang sudah tertidur di kamarnya masing masing,kamarnya yang bersebelahan dengan kamar sela dan para pembantu yang lain,bahkan ada juga yang sekamar berdua atau bertiga untuk para pelayan.
sela yang sudah diluar rumah,dirinya sedang berjalan pelan pelan berharap biar tak ketahuan oleh penjaga rumah pamannya dengan cara mengendap² dan untung saja para penjaga sedang pada tidur di posnya,jadi dia aman untuk keluar.
sedangkan di tempat lain di kamar mansion brian,brian yang belum tidur memilih melihat lihat data tentang sela kembali yang di bawakan oleh rey waktu itu.
"di manapun kamu,aku janji,aku akan membawa kamu dari orang orang yang berbuat jahat padamu itu,dan aku juga akan membalas nya"ucap brian sebelum ada panggilan masuk di handphone nya dan langsung mengangkatnya.
"hemm"
"bos,markas kita di wilayah barat di serang bos"ucap si penelepon
"apa"kaget brian
"kami semua sedang melawannya"ucapnya
brian yang mendengarnya langsung bersiap siap membawa senjata api yang sepertinya akan dirinya butuhkan,setelah siap,dirinya langsung menuju markas yang di bilang salah satu pasukannya tadi dengan membawa mobil hitam dengan kecepatan di atas rata rata membelah jalanan kota yang begitu sepi dan hening.
tidak membutuhkan waktu yang begitu lama,dirinyapun sampai di markasnya yang sedang memperlihatkan pertarungan antar kelompok mafia dirinya dan lawan.
tapi dirinya ketika sampai cuma melihat pertarungan keduanya tanpa mau membantu pasukannya sendiri.dirinya yakin, pasukan yang di pimpin dirinya pasti bisa mengalahkan yang di anggap mereka musuh.
tanpa dirinya sadari,dari arah belakang dirinya,ada seseorang yang sedang membidiknya mengunakan pistol seperti sedang mengarahkannya kepada kepala brian,dan bersiap siap untuk menembaknya.
dor'
"akhhh"suara teriakkan kesakitan.
bukan brian yang terkena tembakan,melainkan dirinya yang ditembak oleh brian tanpa melihat dirinya,brian yang yang mempunyai insting yang kuat,dirinya bisa merasakan ketika ada seseorang di belakang nya.
pengawal yang lain yang melihat brian terkagum kagum.
"bos ku memang keren"ucap pengawal yang menghentika pertarungannya sebentar untuk melihat brian.
sedangkan anak buah sang lawan semakin membabi buta dengan bertarung melawan kelompok brian(diamon) begitupula dengan kelompok brian yang menerima perlawanan itu juga ikut memanas dengan bertarung melawan nya.
tidak membutuhkan waktu yang lama,akhirnya pertarungan itupun berhenti,yang di menangkan oleh kelompok diamon, sedangkan para perusuh tadi sudah di basmi habis oleh mereka, sehingga sampai ke alam lain(mati).
"apa kalian semua ada yang terluka"tanya brian dingin.
"tidak bos"ucap mereka serentak,padahal terlihat mereka sepertinya sebagian ada yang kesakitan,bahkan ada yang sampai berdarah di tubuhnya.
"bagus, walaupun terluka,kalian semua harus kuat seperti ini"ucap brian.
"ayo ke markas utama dulu,dan obati luka luka kalian di sana"ajak brian ke para pasukan yang ada di sana, yang langsung di angguki oleh mereka semua.
"baik bos"
*****
mereka semua akhirnya pulang menuju ke markas yang di bilang brian tadi, dengan menaiki mobil yang serba hitam khusus untuk mereka.sedangkan brian sedang mengendarai mobilnya sendiri.
dengan urutan mobil brian yang ada di barisan tengah,sedangkan para pasukannya di depan dan belakang mobil brian, seperti sedang mengawal.
sedangkan tidak jauh dari sana masih di jalur yang sama,sela yang sedang berjalan sendiri dengan ke adaan tanpa sandal atau sepatu di kakinya,(mungkin dirinya lupa ketika tadi langsung saja melompat dari jendela tanpa menggunakan apapun),sedang berjalan sendirian di samping trotoar jalan yang sepi dan cuaca yang dingin karna malam.
"kemana lagi ini"ucap sela luntang lantung.
"cari kontrakan atau kosan dari tadi udah pada penuh mulu"lanjut nya.
"aaaa,aku cari aja di internet"ucap sela sambil mengambil handphone di kantongnya.
"eh,kok mati "ucap sela sambil mengguncang guncangan kan handphonenya yang tidak mau hidup.
"astaga,aku lupa cas lagi tadi,akhh"kesal sela.
ketika dirinya sedang kesal kesalnya,rombongan mobil yang serba hitam itu berhenti di samping trotoar dengan keadaan mobil yang paling tengah di antara semuanya, dengan ke adaan berhenti pas di samping dirinya.dan sebagian di depan mobil dan belakang mobil tersebut yang membuat sela kaget plus takut.
"Ada apa ini,kenapa mereka berhenti di sini, siapa mereka"tanya sela sendiri dengan ke adaan was was(takut).
.
.
.
bersambung 🍁