
"Benar tuan, nyonya ini beberapa hari ini sebenarnya sudah berada di sini tuan, dan kemarin dirinya baru saja pulang ke negaranya yang sekarang dia tempati" Jelas han.
Brian yang mendengar itu hanya mengangguk mengerti sebelum akhirnya han permisi keluar untuk melanjutkan pekerjaannya.
*****
Tidak terasa siang sudah di gantikan oleh cahaya yang sudah berubah warna menjadi gelap.
Terlihat sepatu hitam yang mengkilap baru saja keluar dari mobil di susul oleh sepatu hak tinggi yang keluar di sebelah pintu yang lain.
Berjalan menyusuri jalan dan tembok tembok di sekitarnya menuju kamar apartemen dimana tempat itu pernah di tempati oleh sang wanita yang sedang di sampingnya.
Ya, dia adalah pria tadi pagi yang berpamitan kepada sang mamah, bukan hanya itu... ternyata sang wanita yang dia panggil mamah juga mengikuti putra ya yang ingin menemui sang adik.
Senyuman merekah dari sang pria itu tidak pernah luntur ketika dia menginjakan kakinya di negara tersebut.
Sang mamah juga ikutan bahagia melihat senyuman yang sangat bahagia yang selama ini tidak pernah dia lihat.
"Mah,mamah istirahat saja dulu, aku akan memesan kamar yang lain..." Ucap sang pria.
"Sudah mamah katakan...sebaiknya kita membeli rumah saja..jadi gak perlu memesan Kanya gitu" ketus sang mamah.
Beberapa kali dia sudah katakan sebelum berangkat agar membeli rumah saja..Tapi tak pernah di hiraukan oleh sang putra tampannya itu.
"Issss... lagian kan disini kita hanya sebentar mah.." Jawab sang anak mendorong mamah pelan ke arah kamarnya.
"Kamar ku ada di sebelah sana.." Lanjut nya menunjuk kamar yang tidak jauh dari kamar sang mamah.
Tak sempat dirinya berucap, sang pria langsung saja berjalan menuju tempat yang dia tunjukkan tadi, sesekali melihat sang mamah yang masih terlihat.
"Akhhh lelah nya... tunggu abang dik..."Hanya ucapan itu yang keluar dari sang pria setelah memasuki kamarnya.
Mungkin karena kelelahan saat perjalanan.. dia akhirnya tertidur sangat pulas.
*****
Sela yang sudah sangat pusing memikirkan bagaimana cara nya dapat menemukan bukti bahwa orang yang sempat dia panggil paman terbukti bersalah... sedangkan sampai sekarang dirinya belum menemukan bukti sedikit pun..
"Bagaimana ini...apa aku harus meminta bantuan devan..Tapi takut mengganggu pekerjaan nya..."
*****
Di kediaman Nugraha
Setiap orang pasti ada masalah...dan masalah jika tidak bisa di atasi akan menyebabkan terjadinya pertengkaran..
Seperti yang sedang di alami oleh keluarga Nugraha..diamana perusahaan tersebut setiap harinya mengalami kendala yang sangat sangat merugikan bagi perusahaan maupun pemiliknya.
Nugraha yang tidak sempat beristirahat dan kepalanya mulai terasa pusing...di tambah suara suara istri dan anaknya yang terus marah marah menyalahkan dirinya..
"Ayah!!! pokoknya!!. Aku gak mau hidup miskin...TITIK!!!" Tegas sang istri yang membuat kepala nya seakan pecah mendengar nya.
Tidak ketinggalan... kedua Putri nya juga ikut mendukung apa yang di katakan sang mamahnya.
"Betul ayah.. bagaimana mungkin seorang anak dari pemilik perusahaan ternama tiba tiba miskin.."
"Dan aku...ayah pernah mengatakan akan membantu ku mendekati tuan brian... Ternyata ayah saja tak di hargai olehnya"
"DIAM!!!" Bentakan dari Nugraha berhasil membuat ketiga perempuan itu diam seketika.
"Kalian bukannya membantu!!!! malah membuat kepalaku seakan pecah saja" Lanjut nya dengan berteriak kesal.
Semua terasa hening setelah mendengar ucapan nugraha...
"Bagaimana jika kita meminta bantuan keperusaha lain saja selain kedua perusahaan itu" Ucap lita memberikan usul.
"Bagaimana caranya... Semua orang pasti ingin imbalan nya..kau tau sekarang perusahaan sedang mengalami penurunan...Apa yang akan jadi jaminan nya lita!!! "lagi lagi perkataan Nugraha terdengar kesal... bahkan terkesan marah.
"Sela..."Perkataan dari Salsa membuat semuanya tercengang..tapi setelah itu.. senyuman semua orang yang ada di sana juga terlihat.. seperti menyetujui perkataan nya.
*****
"Kau boleh pergi"ucap dang wanita dengan datar setelah menerima nya.
"Baik nyonya" seseorang itu pun pergi dari harapan sang nyonya nya..dia adalah orang orang dirinya yang di tugasnya mencari suatu hal yang dia perintah kan.
"Brian Devano???.."Ucapan Pelan terdengar dari mulutnya setelah membaca berkas itu.
"Apa itu mah" Suara sang putra mengagetkan nya.
Tanpa menjawab...sang mamah memberikan berkasnya.
Diapun membacanya dengan cepat..
"Tidak jadi??" Heran sang mamah.
"Tidak perlu baca semuanya,aku paham... ternyata adikku itu bisa pilih Pria juga ya mah" ucapnya dengan dapat pukulan kecil dari sang mamah setelah nya.
"Kenapa memukul ku mah" Ucapnya kaget.. perasaan dirinya tak mengucapkan kata kata yang salah.
"Bukan itu saja.. Setidaknya baca yang benar" Ucap sang mamah menunjukkan berkas tersebut..
Diamana berkas tersebut menggambarkan seseorang yang sedang melakukan kejahatan salah satu mobil di depan perusahaan.
"Ini ayah kan?"
"Benar... sebenarnya mamah gak mau mencari dan tidak mau melihatkan nya pada polisi..Tapi adikmu seperti nya menginginkan hal berbeda"
Pria itu hanya mengaguk seperti paham apa yang mamah nya katakan.
"Tapi... bagaimana mamah tau jika adikk..."Belum sempat diri nya bertanya.. sang mamah sudah menjawab nya.
"Aku mamahnya...dan selalu ada untuk menjaganya walaupun tidak di ketahui"
*****
Keesokan hari nya..
"Dia cantik juga" Ucap suara pria dengan nada dingin sambil melihat selembar poto sela di depan Nugraha yang sedang memberanikan diri berhadapan dengan nya.
Dia adalah Reyhan... sebenarnya dirinya sangat kaget ketika melihat selembar foto yang dia lihat.. seketika itu juga dirinya marah dan geram.. namun dengan secepat kilat dirinya terlihat biasa saja... tanpa memperhatikan wajah yang sedang geram dengan mengumpat dalam hati memaki orang di depannya..
"Benar Tuan...jadi...apa tuan ingin membanu saya agar dia jadi milk tuan.." Ucap Nugraha.
"Jika bukan karena di suruh Brian..mana mungkin aku menemuinya.." Umpat Reyhan dalam hati..
Tanpa sepengetahuan nya.. tanpa di sadari.. dirinya menampilkan wajahnya yang sangat membuat orang ketakutan.. terutama Nugraha yang berada di depannya..
"Ngeri ya bahkan melebihi tuan Brian" Gumam Nugraha pelan.
Ya tentu saja.. Reyhan memang sedang marah.. Sedangkan Brian sedang berhadapan nya waktu bertemu sedang tidak marah dan kesal seperti reyhan sekarang.
"Bagaimana tuan" sekali lagi Nugraha meminta Jawaban darinya.
"Aku menyetuju..."belum sempat Reyhan berucap.. Suara tiba tiba terdengar dari arah yang sangat dekat..
"APA MAKSUDMU HAH!!!..." Suara yang terdengar sangat marah dengan di susul Suara keras nya pintu ruangan Reyhan yang dia tutup dengan kasar.
"KAU INGIN MEMBELI SESEORANG!!! DAN KAU INGIN MENJUAL NYA HAH!!
.
.
.
Bersambung 🍁