Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
SELA MENGIKUTI MEREKA



Kenapa mereka berdua menghampirinya, apa mereka mengenalnya?"Gumam sela.


Sela melihat kearah kanan, melihat seorang pria dan wanita sedang berjalan menggunakan topi.


"Mba,mas, apa boleh saya pinjam topinya sebentar"Ucap sela memberhentikan Keduanya dan melihat dirinya.


"Topi ini"Tunjuk sang wanita ke topi yang dia pakai.


"Kakak cantik"Panggil seorang anak kecil yang berada di bawah memegang baju bawahnya,


"Eh"Kaget sela melihat anak tersebut.


Ternyata anak kecil itu tak terlihat oleh sela tadi walaupun bersama sepasang orang itu.


"Iya"Lanjutnya.


"Ini kak topi nya"Ucap anak tersebut memberikan topi yang dia pegang (topi dewasa).


"Buat kakak"Ucap sela.


"Iya,ini,kakak butuhkan?"


"Iya makasih nya"Ucap sela mengambil nya. Pas disaat itu ada jualan permen lollipop yang ukuran sedang, diapun langsung membeli sebanyak empat lollipop dan di berikan ke anak itu.


"Ini untuk mu tampan, dua untukmu, dan berikan dua lagi kepadanya"ucap sela.


"iya kakak cantik, makasih"Jawabnya dengan tersenyum senang memegang lollipop nya.


"Terimakasih untuk topinya"lanjut sela melihat ketiganya dengan tersenyum ramah, yang di balas anggukan dari ketiganya dengan tersenyum.


"Kakak pergi dulu ya tampan,dah "Ucap sela mengelus atas kepalanya dan melangkah pergi setelah memakai topinya.


"Dadah kakak cantik"Jawab anak tersebut melambaikan tangan ke arah sela yang semakin menjauh,yang hanya di balas senyuman sela dan lambaian tangan.


Anak dan kedua orang dewasa itu akhirnya pergi, dan sela sudah sampai di dekat mobil itu, lebih tepat nya bersembunyi di balik mobil itu sambil mendengar pembicaraan mereka bertiga tanpa di ketahui.


orang tersebut yang tak lain dan bukan adalah pandi dan kenzo yang sedang mencari pria tersebut yang sangat di patuhi dirinya, yang sudah di anggap dirinya sebagai ayah, dan juga kenzo merasa marah Kediri ya sendiri ketika mengetahui fakta yang membuat nya marah dan geram.Tapi semua itu dia tahan ketika melihat pria tersebut sedang berjalan sendiri,dan menepikan mobilnya di samping pria itu oleh pandai yang sebagai supirnya tadi.


Pria itu tampak tersenyum ketika melihat kenzo menepikan mobilnya dan menghampiri nya. Tanpa tau dirinya sedang dalam bahanya dan masalah karena ulah dirinya sendiri di masa lalu.


Kenzo dan pandi hanya saling lirik seperti tidak terjadi apa apa pada mereka, dan dengan muka biasa mereka tampak kan ke arah pria itu, dengan sedikit sopan namun tetap saja dingin.


"Kenapa ayah hanya diam saja dari tadi, ayo masuk mobil yah"Ajak Kenzo kesekian kalinya ketika pria itu hanya diam seperti sedang kepikiran sesuatu dari tadi.


Pria itu berusaha menormalkan keadaan nya kembali, walaupun tidak bisa di rubah karna penampilan yang acak acakan dan darah kering di sekitar tubuhnya yang merembes ke baju luarnya yang sobek sobek bekas siksaan dari kelompok diamond 💎 terhadap nya.


"Silahkan tuan besar"Sopan pandi membukakan pintu mobilnya.


Pria itupun masuk di dalam mobil kursi belakang yang pintunya sempat pandi buka namun ditutup kembali ketika dirinya masuk. Disusul juga Kenzo dan pandi yang duduk di bagaian kursi paling depan, tepat dimana pandi duduk sebagai supir.


Tanpa mereka ketahui, sela yang memang sangat penasaran dan sangat Ingin tau, dirinya masuk ke jok Mobil tersebut tanpa bersuara dan sangat hati hati agar tidak ketahuan oleh semua nya, terutama sang pemilik Mobil yang sebagai bosnya, Kenzo daraga.


Dalam lubuk hatinya sebenarnya dirinya sangat takut jika ada hal hal yang akan terjadi yang tidak di ingin kan.Tapi mengingat ucapan mereka yang sela segar dari pandi "Tuan besar", berarti pria itu benar ayah kenzo' pikirnya.


"Apa ayah baik baik saja"Tanya kenzo terlihat khawatir, lebih tepatnya berpura pura, karna dalam hatinya ingin sekali dia menghabisi pria di belakangnya ini dengan tangan nya sendiri sambil berteriak memakinya.


Namun semua itu masih dirinya tahan sampai Waktunya tiba.


Pria itu hanya mengangguk dengan wajah kesal mendengar nya.


"Kenapa kau tak menolong ayah"Jawabnya dengan suara tenang,namun itu masih bisa di pahami keduanya jika pria itu Kesal.


"Maaf kan aku ayah, aku tak bisa menolong mu, penjagaan markas si bajingan itu sangat ketat"Jawab Kenzo asal, tapi memang itu benar adanya.


Pria itu tak bicara sama sekali, ataupun mengangguk hanya sekedar membalas ucapan Hanya tatapan datar dan dingin Yang keluar dari gelagat wajahnya.


Yang membuat dirinya sangat heran, Kenapa Kenzo tak mengkhawatirkan atas penampilan nya hari ini yang terlihat sangat mengenaskan jika menurut kebanyakan orang yang tidak mengetahui tentang mafia dan kekejaman.


Begitu juga sela yang sangat kasihan namun terlihat takut melihat penampilan yang pertama kali, walaupun tidak terlalu terlihat jelas olehnya Karna malam yang gelap, tapi dia bisa sedikit melihat oleh pancaran lampu malam yang bersinar tadi.


"Apa kau membawa ponselmu?"Tanya pria itu dingin plus datar ke arah Kenzo.


Sikap dirinya yang sebenarnya, walaupun kepada seseorang yang menganggap dirinya ayah, apa lagi kepada yang lain.


Kenzo hanya tersenyum aneh ketika mendengar nya, tapi senyuman itu hanya sebentar tanpa di perlihatkan kepada siapapun, dirinya mengambil ponselnya dan memberikan kepada pria itu.


Pria itu langsung membuka dan mengirim pesan kepada seseorang.


"Lakukan"


Hanya kata itulah yang dia kirimkan sebelum menerima balasan.


"Apa maksudmu mu, perusahaan seperti akan bangkrut,Tapi kau malah menyuruh ku, aku tak bisa melakukan apa apa sekarang"


"Jika kau tak bisa,nyawa mu sebagai gantinya"Ancam pria itu.


Sedangkan di tempat lain, tuan Nugraha begitu cemas dan berusaha berpikir keras apa yang harus dia lakukan untuk menolong temannya yang sedang mengirim pesan kepadanya.Ya, seseorang yang di chat pria tersebut adalah nugraha yang di suruh melakukan sesuatu untuk menolong dan membantu, tanpa tau siapa musuh temannya.


Beberapa waktu lalu,brian juga mencabut saham di perusahaan Nugraha bersamaan Kenzo menarik sahamnya juga, otomatis membuat perusahaan di ambang kebangkrutan ketika kedua perusahaan itu mencabut nya, bahkan sampai waktu yang bersamaan.


Ketika dirinya sedang bing bang, putri pertamanya tiba tiba masuk dengan marah dan kesal ketika mengatakan sesuatu kepadanya.


"Ayah, apa apaan ini, kenapa semua pegawai meminta gajinya sekarang"Ucapnya mengebrak meja kerjanya yang membuat dirinya kaget dan menatap putrinya tajam.


"Kenapa kau marah dan kesal begitu,ini perusahaan ku, aku yang khawatir dan pusing, kenapa kau yang marah marah"Balas Nugraha tak mau kalah.


"Jangan bilang perusahaan ayah bangkrut "Tebak salsa mengarang pas tepat sasaran dan benar yang dia pikirkan.


.


.


.


Bersambung 🍁