
Brian yang khawatir ke adaan sela karna ulahnya, dirinya berusaha menelepon sela kembali yang tak di angkat angkat teleponnya oleh sela.
"Bagaimana ini"
"Dasar brian, kenapa juga kau malah mengusiknya segala tadi"ucapnya Kesal sendiri.
Berbeda dengan sela,bukan nya sedih atau khawatir, dirinya malah makin terlihat tambah kesal sambil memukul handphone nya pelan.
"Dasar handphone tak berguna, ngapain juga datanya malah abis segala sih Ketika begini"Ucapnya.
"Ngapain dia juga malah bilang kayak gitu, apa dia mau pamer di bilang sayang sama cewek,huh"Lanjutnya menggerutu.
"Kenapa dengan anda sekertaris sela?"Tanya salah satu teman yang bangun dari tidurnya.
"Eh, kenapa kau bangun?"Ucap sela.
"Alarm ku berbunyi tadi, makanya aku bangun nona"Jawabnya.
Sela yang mendengar hal itu melihat hp nya.
"Pantesan bangun,ternyata sudah jam sebelas nya"Ucap sela yang di angguki nya.
"Aku akan membangun kan mereka semua nona"Ucap nya lagi.
"Iya"Ucap sela.
Orang tadi pun membangunkan semua penghuni tendanya,begitu juga di tenda yang lain yang sedang membangun kan teman temannya juga.
Mereka akan pulang nanti besok, mangkanya mereka semua bangun di tengah malam, mereka berencana, sebelum pulang akan mengadakan bakar bakar daging dan semacamnya.
"Mmm,apa boleh aku meminjam handphone kalian sebentar?"Tanya sela tak enak.
"Boleh nona,nih"Jawab salah satu dari mereka yang sudah bangun.
Sela pun menerima handphone darinya,tak lupa juga dirinya mengucapkan terimakasih padanya,dan langsung menghubungi Brian.
Brian yang masih di meja kerjanya mendengar handphone berbunyi,tapi dirinya tak langsung mengangkatnya begitu saja.
Satu telepon mati...
Dua telepon Kembali terdengar...masih tak dia angkat.
"Siapa sih"Ucap brian mematikan sambungan nya.
Sela yang berusaha menghubungi begitu sangat marah dan Kesal ketika brian tak mengangkat telepon darinya.
"Oh,jadi dia tak mau mengangkat nya begitu"
Sela akhirnya menghubungkan WiFi ke handphone nya, dan menghubungi Brian dengan handphone nya.
Brian yang mengetahui pacarnya menelepon langsung mengangkat nya.
"Apa kau ingin bermain main dengan ku"Teriak sela di seberang sana memekikkan telinganya.Bahkan dirinya pun harus menjauhkan handphone nya dari telinga nya sebentar.
"Maaf kan aku sayang, aku tak bermaksud tadi,aku hanya bercanda"Ucap brian.Yang dia kira masih menanyakan soal omongannya tadi.
"Beranda,kau tak mengangkat telepon dari ku itu bercanda hah"Teriak sela kembali.
"Telepon?"ulang brian tak paham.
Tapi seketika dia teringat.
"Jadi tadi yang menelepon dirinya"Ucap brian Kaget.
"Maaf kan aku sayang,ku kira siapa,jadi aku tak angkat"Ucap nya tak enak.
"Tadi kau bilang apa sebelum telepon terputus"Tanya sela.
" jadi bukan kamu yang putuskan"tanya brian.
"Katakan saja,ini pake data orang, jika sampai habis,kau yang bayarkan kepadanya"Ucap sela.
"Ya ya ya,akh cuma ingin mendengar suara sayang lagi dari mu"Ucap brian tersenyum.
"Apa kau tak ada kerjaan,aku gak mau bilang begitu"Ucap sela.
"hemm,apa aku harus jawab, sepertinya kau tau jawabannya sendiri kan"Ucap sela.
"Iya,kamu harus jawab,aku sangat sangat mencintaimu, tapi aku tak tau apa jawabanmu, selama aku dan kamu berpacaran,kamu tak pernah bilang aku mencintaimu"Ucap Brian yang terdengar sedih.
Selama ini, mereka berdua seperti itu, selalu aduk bicara dengan nadanya berdua,tapi mereka berdua saling menyayangi dalam hatinya satu sama lain.
"Aku juga mencintaimu dev"Ucap sela tersenyum,seraya menjawab ucapan brian.
Brian yang mendengar itu seketika tersenyum semakin lebar.
"Kenapa belum tidur,ini sudah malam sayang"Tanya Brian ketika tak sengaja melihat jam dinding.
"Seenak nya saja bicara,kau yang menggangu tidurku,apa kau lupa"Ucap sela see ketika kesal mendengar pertanyaan brian.
Brian ang mendengar ucapan sela hanya tersenyum.
"Ya sudah, maafkan aku nya sayang, sudah tidur,aku tak akan mengganggumu lagi"Ucap brian.
"Tak apa,kali ini aku maafkan"ucap sela mematikan handphone nya sepihak.
tuuut'
Malam semakin larut, sekarang jarum jam sudah menunjuk jam setengah dua belas malam.
Sela yang sudah mematikan sambungan nya langsung menyimpan handphone orang tadi ke tempat yang seharusnya.Dan langsung keluar tenda bergabung bersama yang lain,ada yang Sedang membuat api Unggung, membuat pembakaran, mengupas jagung untuk di bakar,dan ada juga yang Sedang membersihkan daging maupun ikan di kali dekat tenda tersebut.
Sela bergabung ke perkumpulan yang Sedang mengupas kulit jagung.
"Wah, sepertinya akan seru ni"ucap sela sambil mengikuti pekerjaan mereka semua.
"Hey, Makasih nya handphone nya tadi,aku taruh di tas kecil mu tadi"Lanjut sela ke orang yang meminjamkan handphone nya tadi.
"Sama sama nona"Jawabnya ramah.
Akhirnya,sela dan para pegawai yang lain bersenang senang malam ini untuk menikmati terakhir mereka represing berkemah.
Mereka semua menikmatinya dengan senang hati, seperti perkumpulan ini mereka anggap sebagai teman bukan sebagai bawahan atau atasan, terutama kepada sela yang ingin ikut seperti yg ang lain yang di anggap mereka teman.
Kecuali kenzo dan pandi, mereka berdua seperti biasanya, terlihat datar dan dingin di wajahnya, makanya mereka berdua seperti di anggap mereka bos saja dan atasan mereka semua walaupun dalam ke adaan begini.
Setelah selesai bakar bakar dan makan, di lanjut dengan menyanyi dan bersenang senang untuk semua orang,dan menampilkan bakat mereka masing masing untuk menghibur semuanya.
Hanya terdengar candaan dan suara gembira dari mereka semua ketika ada yang maju dan menampilkan bakat mereka, dirinya tepukan tangan dari semuanya.
Mereka semua berasa bergembira, Sampai tidak terasa,hari sudah mulai pagi,dan Sudah menunjukan jam setengah lima pagi.
Dan di Lanjut membereskan barang barang mereka semua yang akan pulang dari sana.
pagi sudah menjelang....jam(08:00), waktunya untuk para pekeja pulang setelah sudah membereskan semuanya,tenda barang barang miliknya, maupun untuk membersihkan tempat nya kembali.
sekarang mereka semua sudah pada masuk ke dalam mobil bus,tidak menunggu lama bus pun berjalan mengitari jalanan ang begitu masih asri dengan di kelilingi pepohonan, selama lima jam perjalanan untuk sampai di tujuan.
*****
Sela yang sudah sampai di apartemennya langsung merebahkan tubuhnya begitu saja di atas tempat tidur karena lelah.
"Ahhh, capeknya, tidur dulu boleh kali"ucapnya bersiap siap memejamkan matanya.
Tapi matanya langsung terbuka ketika mencium aroma masakan dari arah dapurnya.
"Apa ada yang memasak di apartemen ku"ucapnya pelan sekaligus heran.
Tanpa basa basi, dirinya langsung beranjak dari tidurnya menuju dapur apartemennya dengan pelan pelan.
"Siapa dia,apa dia maling, dia kira apartemen ini sepi apa,dan kenapa juga dia bisa masuk"Ucap sela curiga ketika melihat seseorang di dapurnya yang hanya terlihat punggungnya saja.
.
.
.
Bersambung 🍁