
Heti pun seketika masuk di samping deril...
Setelah heti masuk, barulah deril menjalankan mobilnya dengan segera.
Di tempat lain, dua orang wanita berbeda umur itu, pagi pagi sudah terlihat gembira dengan memilih dan mengambil semua keinginan nya yang mereka berdua mau.
Tanpa melihat dan berapa harganya, semua yang menurut mereka suka mereka akan membelinya hanya dengan dengan mudah.
"Mah, senangnya... jika saja kita tiap hari begini terus..aku pasti sangat gembira" Ucap salsa yang sedang memakai baju yang akan mereka beli.
Ya, dia adalah dua manusia yang sangat suka menghambur hambur kan uang itu sedang tersenyum bergembira dengan barang barang belanjaan, tanpa memikirkan bagaimana jika uang mereka akan habis.
Sedangkan uang yang mereka gunakan saja hasil dari perusahaan nugraha yang sudah terjual itu.
"Iya, belilah apa yang kamu suka, kita akan senang senang selama uang itu masih ada" Jawab sang mamah dengan tersenyum menanggapi.
"Mah, gimana kalo kita represing dulu" Ucap salsa tak menghilangkan wajah gembiranya.
"Boleh juga tuh sayang" antusias lita menyetujui.
Akhirnya, seperti apa yang mereka rencanakan, akhirnya mereka pergi ke salah satu tempat dimana cocok untuk represing dan bersenang senang untuk mereka setelah pulang dari belanja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Brian yang sudah di perusahaan sedang berkutat dengan laptop di depannya dengan tanpa henti terus mengetik dan mengerjakan pekerjaan nya dengan serius.
Seorang brian jika menyangkut pekerjaan dan perusahaan akan sangat begitu serius, berbeda ketika berdekatan dengan sela yang tampak seperti orang pada umumnya saja, ada senyuman, tertawa, dan banyak bicara.
Tapi... tiba tiba jari jari yang sedang berkutat dengan laptop itu tiba tiba saja terhenti dan langsung mengkat handphone nya ketika berdering.
"Hem" Suara dingin Brian
"Bossss....Ada penyusup masuk ke markas, seperti nya dia ingin memata mata kita" Ucap di sebrang telepon dengan nada terdengar serius.
Brian yang mendengar itu otomatis langsung terlihat geram.
"Maksud mu ada penghianatan di kelompok diamond" Ucap brian terlihat geram.
Sudah lama dia tak mendengar kata kata penghianatan yang membuat dirinya marah, apa dirinya kurang kejam jika menyiksa lawannya yang mengganggu kelompoknya , sehingga ada saja yang berani kepadanya" pikir brian.
"Sepertinya begitu bos"
"Apa penghianatan itu ada di markas sekarang" Ucap brian dengan tajam, sungguh jika menyangkut penghianatan dan ada yang menggangu kawasannya, membuat seketika hawa Brian terasa mencekam.
"Maaf kami bos, tapi penghianatan itu sudah pergi entah kemana tadi malam, kami juga menyadarinya ketika pagi tadi tidak ada orang, dan beberapa anggota diamond sekarat entah kenapa, tapi ketika kami selidiki, mereka semua keracunan makanan yang sangat mematikan bagi tubuh manusia, dan kami selidiki lebih Lanjut, ternyata ada sidik jari orang tersebut, yang kami duga dia pelakunya" jelasnya dengan rasa gugup, antara takut di marahi tapi harus dia katakan.
"Ya, selidiki lagi kemana dia pergi, sekalipun dia orang yang sudah lama dengan kelompok ku, jika dia berbuat macam macam, jangan harap bisa lolos dari ku" Ucap brian dengan nada membuat bulu kuduk merinding saking terdengar sangat kejam dan serius.
"Ba baik bos, akan terus kami cari seperti apa Yang katakan" Ucap nya patuh.
Setelah mendengar itu, brian pun mematikan sambungan teleponnya sepihak.
" Bos, apa kau sudah dengar jika ada penghianatan di markas diamond" Tanya seseorang yang baru saja masuk keruangan nya.
"Hem" Jawab brian dingin dengan meneruskan pekerjaannya.
"Seperti biasanya han, kita tak bisa membiarkan yang namanya penghianatan merajalela, apa lagi sampai membuat sebagian anggota diamond sekarat karena keracunan" Jelas Brian.
"Apa aku harus memberi tahukan yang lainnya tentang masalah ini?" Tanya han, siapa lagi yang dia maksud jika bukan kedua temannya (Reyhan dan Angga).
"Tidak perlu, mereka juga akan tau tanpa di kasih tau" Jawab Brian.
"Ada apa kesini, mana mungkin orang seperti mu hanya Ingin mengganggu bos nya saja bukan?" Tanya brian yang lagi lagi tanpa melihat reyhan.
Ya.. Jonathan sedikit beda dengan kedua temannya yang lain yang ketika datang ke pada brian jika tak ada kerjaan dia tak akan datang, kecuali sedang di luar kerjanya.
Tapi jika Reyhan hanya datang ketika di ajak angga saja jika dirinya tidak ada kerjaan.
Sedangkan Angga sendiri berbeda dengan yang lain( Brian,angga dan Reyhan), dia sedikit hangat pada setiap orang, bisa di katakan dia tidak begitu dingin, lebih tepatnya lebih sedikit humoris.
Reyhan sendiri tidak berbeda jauh dengan brian, sifatnya yang dingin tak banyak bicara dan tidak terlalu suka menghabiskan waktu luang jika menurutnya tak perlu di lakukan.
"Iya, ini, ada yang harus tuan tanda tangani, ini adalah persetujuan pembangunan gedung mall yang akan di bangun di kawasan c, dimana pembangunan itu dari beberapa perusahaan yang ikut bergabung, perusahaan Kenzo Daraga juga ikut bergabung tuan" Jelas sekertaris han memberikan berkasnya di atas meja Brian.
Brian yang mendengar itu tanpa di baca kembali, dia langsung menanda tangani berkas itu, dia sudah percaya jika han selalu sudah membaca dan memperhatikan berkasnya, jika memang belum baik di tanda tangani, dia tidak akan memberikan nya.
"Tidak di baca ulang?" Tanya han, walaupun sudah biasa, tapi apa seharusnya dia sangat percaya padanya, jika menang iya, dia pasti merasa tersanjung dengan sikap brian yang sangat percaya padanya.
"Tidak perlu, jika tidak aman, kau juga tak akan memberikan padaku kan?" Jawab Brian malah bertanya.
"Iya Tuan " Angguk han dan permisi keluar ruangan tersebut setelah mengambil berkasnya kembali.
"Permisi tuan "
"Ya "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain, di ruangan yang sangat besar dan megah namun terlihat sangat elegan dengan tercampur hawa yang terasa begitu mencekam jika seseorang tidak pernah masuk ke ruangan tersebut.
Banyak pasukan yang berjaga di setiap sudut dengan tampang garang dan kejam nya walaupun hanya melihat wajahnya sekilas, bisa membuat orang merinding bergidik ngeri.
Di tempat itu, ada satu ruangan yang di khususkan untuk beberapa prajurit terpercaya dengan beberapa kursi dan salah satu kursi dari yang lain bertempat di ujung kursi yang lain.
Dengan di duduki seorang pria yang tampangnya dengan wajah dingin dan kejam, Namun terlihat jika dirinya sedang menaruh dendam dengan sangat besar.
Sangat terlihat ketika dirinya menggertak rahangnya yang sampai terdengar oleh prajurit yang lain yang sedang bersamanya, di ruangan yang sama, dan menghirup udara yang sama di ruangan itu.
Sebagian dari mereka ada yang duduk bersama, dan lebih banyak yang sedang berdiri di setiap sudut ruangan itu.
"Kita akan Serang dia" Ucap nya dengan tatapan dingin dan terdengar sangat tajam.
.
.
.
Bersambung 🍁