
"Sudah nona?"Tanya pria itu yang dari tadi melihat keduanya.
"Kita pulang"Ucap nya sebagai jawaban dari sela.
"Mau kemana nya non"Tanya buk jun.
"Apartemen ku buk"Jawab sela tersenyum.
Setelah sela berbicara, akhirnya mereka menuju tempat sela tinggal sekarang,yaitu apartemen nya.Dengan buk jun dan sela yang duduk di belakang dan sang pria itu duduk di depan sebagai supir.
Brian yang masih di jalan melihat handphone nya sebentar,lebih tepat nya lokasi sela melalui GPS.
"Arah pulang?"Heran brian sebelum akhirnya memberhentikan mobilnya dan menghubungi sela.
"Sayang"Panggil nya Ketika telepon terhubung.
"Iya"
"Apa kamu baik baik saja?"
"Iya"
"Kenapa kamu keluar malam malam begini?"
"*Iya"
"Aaaa, maksudku hanya berjalan jalan saja*"
"Yasudah jika begitu,aku akan tutup telepon nya"
"Iya"
"aku sedang berbicara sayang, kenapa dari tadi jawaban mu iya mulu dari tadi"Ucap brian tersenyum.
"Apa aku harus menjawab tidak?"
Brian tidak menjawab,hanya menghembus nafasnya saja.
"Kenapa aku bisa jatuh cinta pada gadis seperti nya"Ucapnya mulai Kesal.
"Udah ya dev, dah, selamat malam"Ucap sela terdengar manis.
Brian seketika tersenyum mendengar ucapan sela barusan.
"Dah, selamat malam juga untuk mu sayang"Ucap brian tersenyum sebelum telepon terputus.
Di dalam mobil sela...
"Siapa dia non,apa kekasih mu?"Tanya buk jun.
"Bisa di bilang begitu "Jawab sela.
Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama, mereka akhirnya sampai di tempat tinggal sela dan masuk ke tempat nya.
"Tinggi banget non"Ucap buk jun begitu kagum melihat apartemen nya yang hanya di tanggapi senyuman dari sela.
Maklum saja, dirinya memang tak pernah masuk langsung ke apartemen manapun, mangkanya dia sangat "waw gitu".
"Masuk buk jun"Titah sela ketika sampai tempat nya.
Buk jun masuk,dan langsung terbengong melihat ruangan nya.
"Non,apa non tinggal disini"Ucap buk jun terkagum melihat tempat sela yang begitu bersih,rapih,dan terlihat sangat yaman, berbeda sekali dengan rumahnya,dan kamar sela di rumah pamannya.
Sela lagi lagi hanya mengangguk mengiyakan.
"Sudah ayo buk jun,jika buk jun mau,buk jun juga bisa kok disini"Ucap sela menarik buk jun ke kamarnya.
"Tidak usah non, terimakasih,non juga disini pasti bayarnya mahal kan"Tolak buk jun halus.
"Sedikit sih"Jawab sela yang di pahami buk jun.
Sela dan buk jun duduk di ranjang tempat tidur sela.
"Ok buk jun,sela mau tanya sekarang"Ucap sela terlihat serius.
"Apa buk jun tau perihal orang tuaku?"Lanjut sela bertanya.
Buk jun yang mendengar ucapan sela seketika terdiam, seperti sedang mencerna pertanyaan sela barusan.
"Apa nona sudah tau?"Tanya buk jun serius juga.
"Kenapa buk jun tidak bilang kepadaku"Ucap sela, sebenarnya dia sedikit marah dan merasa sedih kepada buk jun.
Bagaimana bisa buk jun melihat dirinya di perlakukan tidak baik di keluarga pamannya, sedangkan pria itulah yang sudah membuat dirinya sendirian di dunia' pikir sela.
"Maaf nona,buk jun tak bisa mengatakan nya jika orang yang nona anggap paman itu yang sudah mencelakai ayah mu"ucap buk jun merasa bersalah kepada sela.
"Apa buk jun juga tau hal yang lainnya,aku mohon buk jun, kasih tau ku sekarang"Pinta sela menatap buk jun.
"Hah"helaan nafas buk jun sebelum mengatakan yang sebenarnya.
"Sebenernya, orang yang anda anggap paman bukan lah paman anda nona, dia hanya berteman baik dengan ayahmu dan satu orang temannya yang lain, Sebenernya paman anda bisa saja di Katakan paman nona, Karna dia memang adik ayah anda,namun adik angkat.
Ketika sudah besar, orang tua dari ayah anda meninggal,dan mewarisi semua nya ke ayah anda yang notabennya anak mereka sendiri, sedang kan paman anda hanya di berikan sedikit dari harta nya.
Tidak sampai disitu, rumah peninggalan orang tua ayah anda di berikan kepada paman anda ketika paman anda meminta ya.
Sedangkan ayah anda yang memang mendapat kan perusahaan dari orang tuanya, teruskan bekerja, sampai memiliki seorang istri dan rumah atas kerja keras dirinya,dan rumah itu adalah yang di tempati paman nona sekarang ketika berhasil menghilangkan ayah nona, begitu juga perusahaan Nugraha yang di ambil alih olehnya"Jelas buk jun panjang lebar menceritakan nya.
Buk jun tau semuanya,karena sejak dirinya muda, dirinya sudah bekerja dengan orang tua sela,dan orang tua sela juga sesekali bercerita tentang keluarganya.
Sela yang mendengar semua ucapan buk jun terlihat sangat sedih,tapi rasa sedih itu di kalahkan oleh rasa marahnya yang menggebu ketika mengetahui semuanya.
"Jadi dia merebut semua milik ayah ku yang seharusnya jadi milikku"Ucapnya mengepalkan tangan saking geramnya.
"Aku akan merebutnya kembali,akan ku pastikan dia masuk penjara"Lanjutnya.
"Buk jun, apa kau bisa membantu ku sekali lagi"Tanya sela tiba tiba datar.
"Kapan pun selama buk jun ada nona"Jawab nya yakin.
"Apa yang harus buk jun lakukan?"Lanjutnya.
"Mencari bukti jika paman bersalah "Jawab sela.
Di kediaman nugraha...
Rian yang tidak enak hati sesekali bangun dari kasur nya tidak bisa tidur, seperti ada yang mengganggu hatinya dengan perasaan tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu terhadap nya.
"Ada apa ini?"gumam ya.
"Apa kau belum tidur?"Tanya lita ikutan bangun.
"Masih belum terlalu malam"Jawab rian beralasan.
Tentu saja membuat lita yang mendengar nya heran dan aneh, biasanya juga jam segini sudah tidur, sambil melihat jam yang sudah menunjukan jam sembilan malam.
"Tapi jika kau ingin tau, seperti ada perasaan yang aneh yang membuat ku tak bisa tidur"Ucap rian.
"Seperti akan terjadi hal yang aneh dan buruk padaku"Lanjut nya masih tak enak, walaupun berusaha tidak di pikirkan olehnya.
"Sudah lah, jangan terlalu di pikirkan,tidak akan ada hal yang terjadi kepadamu"Ucap lita tidur kembali.
Rian pun berusaha tak memperdulikan nya,dan tidur kembali dengan ke adaan masih sama.
Berbeda di tempat Kenzo berada, yaitu di markas kalajengking bersama bawahan nya.
Dia berusaha meminta anak buahnya menyelamatkan ayahnya yang masih di genggaman brian sampai sekarang.
"Tidak,kami tidak mau menyelamatkan nya tuan, benar apa yang di katakan ketua diamond, bos besar itu jahat pada kami"Tolak semua anak buahnya.
"Kami bekerja di sini tadinya karna di paksa olehnya,tapi kami sadar,kami semua banyakan, sedang dia hanya seorang "Lanjut nya.
"Bisa saja kami menyerang markas diamond atas perintah mu,tapi jika menyerang untuk membebaskan nya,kami semua tidak mau "ucapnya lagi, dengan di setujui semuanya.
"Iya kami setuju"Ucap yang lain.
"Sebenarnya ada apa dengan Kalian semua?, kenapa kau malah membelanya?"Kesal kenzo terhadap anak buahnya,di markas diamond sedang ada ayahnya yang sedang kesakitan, tapi kenapa sebagai anak buah mereka tidak mau.
"Apa yang dia lakukan pada kalian semua, sejak Kapan kalian seperti ini?"Lanjut kenzo.
.
.
.
Bersambung 🍁