
Siapa lagi jika bukan Brian...
Pria itu tiba tiba saja langsung saja berlutut dan memohon agar dirinya di bebaskan kepada brian.
"Aku mohon, jangan membunuhku,aku tau aku salah,tapi aku mohon jangan membunuhku"Pintanya dengan bersujud dan menangkup kedua tangan nya dengan sangat memohon.
Brian hanya menatap dingin dan datar melihat pria itu di bawah kakinya tanpa terlihat iba sedikit pun.
Brian sebenarnya sangat marah,ingin sekali dirinya membunuh pria ini langsung, tapi itu tidak terjadi, menurutnya,jika musuh di biarkan mati dengan cepat,itu tak sebanding dengan kelakuan nya,apa lagi ini masalah orang tuannya.
"Lakukan" Hanya ucapan itu yang keluar dari mulut brian dan melangkah mundur menjauhi pria itu yang masih menunduk.
"BRIAN!!"Teriak pria itu bangun dengan keadaan marah.
"Jika kau tidak buta,kau sekarang ada wilayah ku,apa kau tau"Lanjut nya.
Brian Hanya tersenyum miring mendengar nya.
"Sudah mau mati saja kau masih bisa berteriak ke arah bos ku"Ucap anak buah brian yang masih bisa di dengar semua orang.
Setelah mendengar ucapan anak buahnya pun, mereka mulai menyiksa pria itu dengan cara di siram air panas terlebih dahulu oleh sebagian anak buah dari kalajengking maupun diamond 💎 sebagai pembuka penyiksaan, membuat pria itu seketika Teriakan kesakitan dan terasa panas di tubuhnya.
"Akhhhhh,apa panas, panas"Teriaknya yang tak di hiraukan oleh semuanya.
Sedangkan brian dan semua temannya hanya duduk menyaksikan hal tersebut di depan pria itu, begitu pula dengan Kenzo dan pandi, dengan tampang tidak ada rasa kasihan di wajah mereka semua.
Kecuali sebagian anak buah mereka yang seketika miris melihat nya.
Sela yang melihat dari kejauhan begitu kaget dan tiba tiba rasa takut menghantui hatinya melihat keadaan sekarang. Dia melihat brian hanya diam tanpa bereaksi apa apa, begitu juga bos dan para abangnya.
"Dia sangat kejam" Gumam sela dengan rasa takut dan gemetar.
Bukan hanya itu saja, pria itu di siksa habis habis habisan tanpa ada rasa kasihan oleh semua anak buahnya yang merasa puas menyiksa pria itu yang selama ini mereka panggil bos besar.
Setelah penyiksaan yang mereka lakukan cukup lama, bahkan saking lamanya sampai beberapa jam jika melihat arloji.
Keadaan pria itu sudah sangat begitu memprihatinkan, seperti apa yang di katakan brian beberapa waktu lalu, dirinya ingin pria itu merasakan tetesan darah nya keluar dari tubuhnya.
Benar saja, sekarang keadaan itu terjadi,Darah segar mengalir dari tubuh pria itu dengan derasnya setelah beberapa siksaan yang dia terima, dengan sebagai sentuhan dari Brian,pria itu di tusuk oleh brian beberapa kali di tangan maupun tubuhnya yang membuat dirinya tambah lemas dan tak bisa berkata-kata, bahkan untuk berteriak saj rasanya sangat sulit baginya.
Begitu juga dengan kenzo yang sama sama marah dan begitu dendam dan sakit hati seperti brian, dirinya juga menyiksanya sebelum brian bertindak.
"Kau begitu senang dengan tersenyum di wajah mu ketika membunuhnya"dingin Brian sambil menusuk tubuh pria tua itu dengan pelan, agar bisa merasakan perihnya yang di timbulkan oleh brian.
Pria itu hanya diam dengan tampang sangat kesakitan, dengan mulut yang keluar darah akibat beberapa kali di tusuk di bagian perut oleh brian.
Semua anak buah yang melihat hal itu bergidik ngeri, bahkan kenzo pun sama,tidak pernah dirinya menyiksa seseorang dengan perlahan, dirinya memilih langsung membunuh dari pada menyiksa seseorang yang menurut nya sangat kejam ketika melihat brian.
Sela yang sangat ngantuk tadi dan ketiduran sebentar,tibq tiba terbangun dan melihat pemandangan yang sangat membuat dirinya tambah syok.
Terlihat Brian mulai menusuk ke arah bagian jantung pria itu setelah mengatakan kepada kenzo, walaupun bagaimanapun,kenzo pernah menjadi anak nya,dan Hanya di angguki oleh nya.
Jika Kenzo melarang nya juga, dirinya tidak bisa menghentikan kegiatan nya untuk menyiksa pria itu malam ini sampai akhir.
Jleb
Darah merembes di atas tanah dengan derasnya, bahkan sampai muncrat ke tangan brian yang menegang pisau tersebut, tanpa menariknya kembali, dirinya langsung berdiri begitu saja dan mengelap tangan nya dengan sapu tangan yang di berikan rey.
Semua orang yang melihat itu tentu saja merasa bahagia,apa lagi anak buah kalajengking yang merasa sangat senang, bahkan tersenyum bergembira ketika melihat seseorang Yang selalu menghantui mereka semua melalui ancaman keluarga mereka yang akan jadi sasaran dari pria itu.
Sela yang sangat syok dan ketakutan melihat brian yang membunuh seseorang di depan matanya walaupun agak sedikit jauh,tapi sangat jelas dimatanya.
"Di dia pembunuh"Gumam sela
"Devan ku seorang pembunuh"Lanjut nya gemetaran.
Sambil mundur perlahan berniat untuk keluar dari halaman yang dia pijak yang terlihat sangat mengerikan, bahkan rasa nya dirinya ingin pergi jauh dari sini, bahkan air mata tak sengaja menetes saking takut yang dia rasakan sekarang.
Krek'
Ranting yang tak sengaja dia pijak seketika membuat dirinya membulatkan matanya lebar lebar, khawatir akan ketahuan jika dirinya ada disini.
Seseorang dari dua perkumpulan itu mendengar suaranya dan melihat sela yang terlihat lari dari sana.
"ADA SEORANG WANITA"teriknya yang mengundang perhatian.
"Dia tadi lari"lanjut nya lagi sambil berlari ke arah gerbang, dimana tempat sela keluar tadi.
Begitu pula yang lain yang berusaha menangkap perempuan itu yang di maksud teriakan pria tadi.
Brian langsung berlari dan mengejar pria itu di ikuti semua temannya dan Kenzo beserta pandi.
Sela yang terus berlari menjauh dari tempat it.
"Dia seorang pembunuh,dia pembunuh,devan ku seorang pembunuh"gumam nya sambil terisak dan terus berlari.
Hap
Tangannya tiba tiba saja di cekal seseorang dari arah belakang yang membuat dirinya terjungkal kebelakang karena sedang berlari yang otomatis berhenti ketika ada tubuh kekar yang menghantam tubuhnya untuk mencegah agar dirinya tidak terjatuh.
"Siapa kau?"Tanya orang itu dengan sangat dingin, membuat tubuh sela tiba tiba saja memegang takut tanpa melihat orang itu.
Suara yang sangat tidak asing baginya, yaitu suara yang sangat perhatian dan lembut ketika berbicara padanya,dan tiba tiba sekarang berubah menjadi datar dan dingin, terkesan sangat mengerikan di telinga sela, siapa lagi jika bukan brian.
Brian yang memegang tangan sela di buat geram karna tak menjawab ucapannya.Diriya tidak tau jika kekasihnya itu sampai ke tempat ini.Walaupun sepertinya dia mengenali dari postur tubuhnya,tapi itu dia tepis.
Brian membalikan tubuh sela, Betapa terkejutnya dia melihat wajah sela sedang menagis ketakutan dan menuduk tanpa ingin melihat nya.
"Sa sayang" Kaget nya.
.
.
.
Bersambung 🍁