
"Bercanda dev"
"Hem aku sudah tau itu"Ucap Brian dengan memeluk sela dari arah belakang dengan mesranya.Membuat sela malu dan ingin melepaskan pelukan brian.
Mana bisa dirinya tidak malu,mamah nya sedang di depan nya sedang melihat kelakuan brian yang seperti ini.
"Khem" batuk sang kaka dengan tiba tiba sambil memalingkan wajahnya tak ingin melihat kelakuan pasangan itu.
"Dev"Kesal sela dengan pelan.
"Iya,aku hanya sebentar saja,baru di peluk saja sudah malu begini"Ucap brian dengan tertawa kecil sambil melepas pelukannya.
"Terserah"
"Mah,dari tadi siang mamah ketemu Brian,apa mamah sudah kenal?"
"Tentu saja mamah kenal sayang, Emang siapa yang tidak kenal dengan tuan Brian Devano ini"
"Bukan itu yang sela maksud"
"Terus"bukan Sinta yang jawab, melainkan sang kaka yang terlihat heran.
"Dia pacar sela mah, semoga mamah mendukung sela memilih brian"
"Mamah pasti merestui nya sayang, siapapun orang nya,semenjak itu baik padamu dan keluarga nya,mamah pasti mendukung nya"
Tentu saja jawaban sang mamah membuat sela maupun brian tersenyum bahagia.
Tanpa dirinya meminta, ternyata sudah di restui.
"Apa Abang sudah punya istri mah,atau pasangan gitu?"
"Belum,dia memang sudah tua, seharusnya abang mu itu sudah memiliki pasangan"Sindir sang mamah melirik sang anak yang sudah tua namun belum juga memiliki pasangan hidup itu.
"Sudah lah mah,mamah kan tau aku begini karna siapa"ucap ananda.
Tentu saja mamah nya tau,apa lagi jika bukan karena sela.
Ya, semuanya karna sela, Abang tidak mau jika di pernikahan nya tak ada keluarga nya seperti adiknya yang sejak itu dia cari.
Dan sampai sekarang, dirinya masih melajang di usia yang akan memasuki usia 30 tahun.
"Apa aku perlu carikan wanita untuk Abang mah"bisik sela di telinga sang mamah.
Namun itu membuat kedua pria di sampingnya melotot karna mendengar bisikan sela.
"Apa kau ini dek, kamu pikir Abang mu ini tidak ada wanita sehingga harus di Carikan seperti itu"Ucap anada dengan nada kesal.
Siapa yang tidak kesal jika menyangkut tentang pasangan harus di Carikan,itu bukannya sama saja Ingin di jodohkan.
Akhir nya malam ini mereka habiskan dengan membahas persoalan tentang sang kakak yang sudah semakin tua tapi tak ada yang minat.
Ananda juga terus membantah jika dirinya itu tak ada yang minat, siapa juga yang tidak suka padanya, bahkan seorang pria juga pada ketampanan nya, sudah baik, memimpin di perusahaan di negaranya yang sangat tinggi di bandingkan perusahaan lain di negaranya.
Brian pun akhirnya pamit dan akan segera pulang,tapi sebelum itu...
"Dev,aku Ingin melihat tersangka itu"ucap sela.
"Iya,Besok dia akan di bawa ke kantor polisi untuk di penjara, semuanya sudah selesai"
"Aku pergi dulu, selamat malam sayang,dan istirahat... Tante juga harus istirahat"
"Iya dev..hati hati di jalan"Ucap sela.
Brian pun akhirnya pergi meninggalkan sela dan mamah nya beserta Kaka nya,dia juga bersalaman lanyak nya sesama pria dengan abangnya sela.
Tak terasa waktu yang terus saja berputar,baru saja malam, sekarang sudah tergantikan oleh sang Surya yang sudah menampakkan diri dari ufuk timur.
Semalam sang mamah dan abangnya pulang ke tempat mereka karena tak ingin merepotkan sela sendiri.
Padahal sela sama sekali tidak keberatan dengan kebendaan keluarganya.
Namun karena alasan sang kakak ada kerjaan, jadi akhir nya mereka pulang.
Di tempat lain....
Nugraha yang siap di bawa oleh beberapa polisi hanya diam menunduk, seperti menyadari kesalahannya yang pasti akan ketahuan.
.
.
.
Bersambung 🍁
like komen dan vote nya biar author semangat kaka☺️
Salam sejahtera dari saya sendiri 🙏☺️