
"Aku mencintai mu"ucap brian berbisik di telinga sela dengan tersenyum di wajahnya,tak lama setelah brian mengatakan itu,sebuah alunan musik romantis menambah suasana mereka berdua yang di lakukan para pelayan yang di tugaskan melakukan nya.
"Devan,ini semua untukku"ucap sela terharu.
"Iya,apa kamu menyukai kalung nya"Tanya brian setelah duduk kursinya Kembali di hadapan sela.
"Iya,kalungnya sangat indah,dan aku menyukai nya"Jawab sela tersenyum dengan memegang kalungnya.
"Makasih van"Lanjut sela.
"Apa kamu tau maksudnya?"Tanya brian tersenyum.
"Tau,kamu memberikan hadiah kepadaku kan"Jawab sela.
"Iya,dan itu hadiah jadian kita"ucap brian yang membuat sela menatap nya.
"Seperti yang kamu bilang tadi,jika aku menyukaimu,maka kau juga pasti akan menyukai ku,dan ini,aku mencintai mu,jadi kamu juga pasti mencintai ku kan,apa begitu?"Lanjut brian.
"Kamu mau kan jadi pasangan ku sel"ucap brian lagi yang di angguki sela.
"Iya, sela mau van"ucap sela dengan tersenyum bahagia yang terpancar di wajahnya, yang langsung terdengar sorakan dari arah pintu masuk menghampirinya.
"yeah"
"yeah"
"yeah"
Suara ketiga teman dari brian(reyhan,jonathan dan angga) yang baru saja masuk sambil bertepuk tangan.
"Abang, kalian semua di sini?"kaget sela melihat mereka bertiga.
"Tentu saja adik ku yang manis,mana mungkin kami melewati momen seperti ini"ucap angga.
"Abang dari tadi di mana,kok sela gak liat"Tanya sela.
"Kami dari tadi melihat nya,dan kami juga yang menghidangkan makanan kalian berdua"ucap reyhan.
"Jadi pelayan tadi, semuanya.."ucap sela menunjuk mereka bertiga yang di panggil dia abang,yang di angguki mereka bertiga.
"Devan, kenapa kamu tak memberitahuku"kesal sela.
"Jika dia memberi tahu,berarti ini bukan.."ucap Jonathan
"Kejutan"Lanjut mereka bertiga dengan heboh membuat sela tertawa kecil melihatnya.
"Kalian semua bisa aja, makasih kejutannya"ucap sela.
"Iya,dan lain kali tidak usah bilang terimakasih lagi, sudah berapanya kali kami bilang"ucap angga.
"Iya"ucap sela.
"Ayo kita jalan jalan sebentar "ajak brian yang di angguki sela.
"Ayo"ucap nya.
"Tapi sel,abang masih ada kerjaan,kalian berdua saja nya"ucap angga bercanda.
"Siapa juga yang ajak kalian bertiga"sinis brian.
"Apaan sih kamu van"ucap sela.
"Iya bang,gak papa"lanjut sela ke arah para abang nya.
"Kami pergi dulu nya,dah"ucap angga sambil mengacak rambut sela sebelum pergi.
"Iya bang,dah,hati hati"ucap sela tersenyum.
"Abang juga nya"Pamit reyhan merapikan rambut sela.
"Iya,hati hati bang"Jawab sela tersenyum.
"Pasti"ucap reyhan dan pergi dari sana.
"Kenapa masih di sini"Tanya brian melihat sekertaris nya(Jonathan)yang masih di sana.
"Kan bos saya juga di sini"jawab sekertaris han.
"Bang han bawahan devan?"Tanya sela.
"Iya nona sela"Jawab han bercanda.
"Abang ini, jangan nona nona begitu"kesal sela.
"Iya adik abang yang manis"Jawab han tersenyum.
"Sana pergi, Jangan mengganggu kami berdua"ucap brian.
"Iya tuan, pekerjaan tuan masih banyak dan saya yang harus mengerjakannya bukan" jawab sekertaris han.
"Hem"gumam brian malas.
"Abang pergi juga nya,dah"pamit han langsung pergi.
"Iya dah bang,hati hati"Jawab sela sedikit berteriak melihat han yang sudah melangkah keluar restoran.
"Ayo"ajak brian menarik tangan sela keluar restoran juga menaiki mobil brian setelah sampai.
Brian pun langsung saja menjalankan mobilnya menuju ke arah yang akan mereka berdua tuju dengan kecepatan sedang.
Tapi ketika baru saja di tengah jalan,mobil mereka berdua seperti ada yang membuntuti dari belakang.
"Van, seperti mobil di belakang mengikuti kita berdua"ucap sela sambil melihat mobil di belakang mereka
"Mana"ucap angga melihat apa yang sela lihat di kaca mobil.
"Siapa mereka"Tanya brian sendiri.
Tiba tiba,Tembakan mengarah ke mobilnya jika tak langsung berbelok.
Ciiit
Ciiit
Tembakan dan suara ban mobil terus terdengar,membuat sela yang melihatnya begitu panik.
"Van, siapa mereka, kenapa menembaki mobil kita van"Tanya sela takut.
"Tenang,kita tak akan terluka"Jawab brian berusaha tenang ambil mengendarai mobilnya menghindari tembakan dari arah belakang.Tapi sepertinya ucapannya tidak terkabulkan,ketika ban mobil yang dirinya kendarai tertembak yang mengakibatkan mobilnya tidak terkendali dengan baik.
"Akkkh"Teriak sela tak sengaja terbentur ketika brian membelokan mobilnya.
"Sayang,kamu gak papa"Khawatir brian melihat sela sebentar yang hanya di angguki sela.
Pray
Pray
"Akhh"kaget sela.
"Astaga"kesal brian ketika menginjak rem mobilnya tidak berfungsi.
"Ada apa"Tanya sela.
"Bukan apa apa"Jawab brian berusaha menginjak rem.
"Van, injak rem van,van"ucap sela khawatir.
Mobil brian sekarang sedang berada di tengah tengah pembatas tersebut setelah menabrak pembatas tadi.
"Sayang, cepat keluar mobil sebelum terjatuh"ucap brian berusaha melepaskan sabuk pengaman dari sela,baru saja terlepas,mobil mereka yang di kendarai jatuh ke dalam jurang karna di dorong oleh mobil yang tadi menembaknya.
Penjelasan
seperti cerita sebelumnya,ketika jatuh,brian sempat keluar dan berpegangan dengan akar pohon, sedangkan sela yang memang terjatuh ke dalam jurang ketika mobil tersebut terbuka dan mengeluarkan dia dari mobilnya,mobil yang brian bawa tadi terjatuh agak jauh dari sela,dan meledak ledak ketika sampai ke tanah.
"DEVAAAAN"Teriak sela terjatuh ke dalam jurang yang diiringi ledakan mobil setelahnya.
DUAR
DUAR
DUAR
"AKHHH"teriak sela lagi sampai tidak terdengar.
"SAYANG,SELAAA,"Teriak brian dengan keras yang melihat sela.
Sedangkan,pelaku dari yang menyebabkan kecelakaan tersebut sudah melarikan diri dari sana ketika melihat sela jatuh tadi.
Beberapa detik kemudian,reyhan angga dan Jonathan yang memang tak jadi pada ke perusahaan memilih mengikuti sela dan brian.
Tapi mereka berdua begitu kaget ketika mendengar teriakkan dari brian dan langsung menghentikan mobil mereka masing masing-masing di tepi jalan tak jauh dari kejadian,dan langsung berlari menolong brian yang tergantung memegang akar pohon yang agak kuat itu.
"Di mana sela"Tanya khawatir angga ketika brian sudah di tarik ke atas,begitu pula mereka berdua.
"Dia,dia terjatuh,aku harus mencarinya ga"Jawab brian berniat melangkah mencari sela, tapi di hentikan oleh reyhan.
"Kau disini saja bri,kami yang akan mencarinya"ucap reyhan.
"Gak mau,saya harus mencarinya rey"Tolak brian langsung.
"Angga,kau jaga brian disini, sepertinya dia terluka juga,kalo bisa bawa dia ke rumah sakit"Lanjutnya lagi yang di angguki angga.
Rey yang melihatnya langsung turun ke bawah mencari sela yang di ikuti Jonathan dengan mencari jalan yang tidak terlalu jurang untuk sampai ke dasar.
Brian pun hanya bisa terdiam menunggu kedua teman nya datang tanpa berniat kerumah sakit.
Beberapa menit kemudian,reyhan dan jonathan datang dengan membawa sela di pangkuan reyhan ala bridal style dengan ke adaan terluka di bagian kepalanya dengan bercucuran darah,brian yang melihat hal tersebut, langsung menarik sela dengan berpindah ke pangkuan nya.
"Sayang,hey"ucap brian khawatir.
"Ga,angga,cepat kita kerumah sakit,kau yang bawa mobilnya"Lanjut nya dengan buru buru memasukan sela kedalam mobil hitam punya dirinya yang di bawa Jonathan di perusahaan.
"Baik"ucap angga setelah semua nya duduk di mobil dan langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata menuju rumah sakit milik brian.
Tidak membutuhkan waktu lama,brian langsung saja turun membawa sela ke dalam rumah sakit setelah sampai yang di ikuti mereka bertiga di belakang.
"Selamat datang tuan"sapa semua dokter dan perawat yang melihatnya datang tanpa di hiraukan mereka berempat karna saking khawatirnya dengan sela.
"Ada apa bri"Tanya salah satu dokter di sana.
"Ikut kami,dan segera periksa dia"Jawab angga di belakang brian yang tergesa gesa membawa sela keruangan kamar rumah sakit khusus miliknya,dokter tadi yang mendengar nya langsung mengikuti mereka berempat keruangan sela di tidurkan.
"Sepertinya harus di operasi bri"ucap dokter tersenyum.
"Terserah, intinya dia harus selamat,jika tidak,awas aja kau"Ancam rehan menakutkan di mata sang dokter.
"Iya iya,dia juga pasien ku"ucap nya.
Setelah mengatakan itu,sang dokter pun membawa sela keruangan operasi di bantu para suster yang bertugas membawanya.
"Bri kau juga harus di obati,kau terluka juga,tuh"ucap Jonathan menunjuk dahi Brian.
"Tangan juga"Lanjut dirinya melihat tangan brian yang berdarah.
"Iya bri,kau pulang saja,kami yang akan menjaganya"ucap angga.
"Mana bisa aku meninggalkan nya"Tolak brian.
.
.
.
Bersambung 🍁