
"Semua pasukan seketika tersadar, dia bos mereka kenapa tak melawan balik, ini buka pertunjukan, dasar payah " makian yang di layangkan untuk mereka sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sayang, ayo cepat habiskan makan nya.."Ucap sang mamah dengan melihat sela Yang sedang memakan roti pesanan nya yang dia buat sendiri.
"Iya mah" Jawab sela dengan terus memakan nya, memang terasa sangat enak buatan mamahnya ini, tapi rasa tak nyaman Masih terasa di hatinya sampai sekarang.
"Apa kamu sedang memikirkan sesuatu sayang?" Tanya sang mamah merasa aneh.
Dari pertama sela datang memang terlihat sangat aneh olehnya, dengan wajah yang tersenyum dan ramah, namun dai bisa melihat jika ada yang sedang dia pikirkan.
Sela yang mendengar ucapan nya hanya menggeleng.
"Tidak ko mah, sela baik baik saja.."Jawab sela tersenyum, nya dia merasa mungkin apa yang di katakan abangnya benar, ini hanya perasaan biasa saja.
"Mah, kuenya sangat enak, aku suka" Lanjut nya yang memang menyukai kue yang di buat sinta ini.
Sinta hanya menatap putrinya dengan tersenyum, senyuman yang tidak pernah lihat sejak dulu, dan baru setelah besar dia bisa melihat senyuman putrinya yang dia kandung itu.
Sungguh...ini adalah pemandangan yang Ingin dia lihat, melihat senyuman putra putrinya sampai akhir hayat nya.
Mungkin jika dia bisa melihat tumbuh kembang kedua buah hatinya, pasti itu akan sangat membuat dirinya bahagia lebih dari ini.
"Apa ada sesuatu yang mengganjal hatimu sayang?" Tanya mamah sinta lagi dengan sedikit khawatir, pasalnya sela sesekali terlihat seperti melamun.
"Mah, mamah pernah gak sih merasa... gimana gitu?.."Ucap sela.
"Maksudnya?"
"Ya..., ngerasa tiba tiba khawatir, aneh... bercampur aduk gitu pokonya mah"
"Mmm... pernah bahkan menurut mamah setiap orang pasti pernah merasa kaya yang di bilang kamu itu"
"Kapan terakhir mamah merasa hal aneh, atau tiba tiba khawatir mah?"
"Terakhir???... bentar mamah ingat ingat dulu" Ucap sinta dan berusaha mengingat kembali.
"Paling parah sih ketika kamu akan hilang dari mamah, dan ayah mu, waktu itu mamah seperti mendapat firasat gitu" Jawabnya.
Sela yang mendengar nya malah di buat panik sendiri... Bagaimana jika apa yang di katakan mamahnya benar...apa dia juga bisa mengalaminya?...Tapi dia dan Brian belum seperti mamah dan ayahnya..
"Apa itu juga bisa terjadi padaku mah?, tapi aku dan dia belum seperti mamah dan ayah?" Ucap sela tiba tiba menangis...dan memeluk sang mamah erat.
"Maksud mu apa sayang, katakan "Ucap sang mamah khawatir melihat sela yang tiba tiba seperti ini.
"Aku merasa akan ada hal sesuatu yang terjadi mah, dan aku merasa sekarang saja sudah membuat ku sesak nafas ingin menangis, tapi sela gak tau mah kenapa" Jelas sela memberitahukan masalah nya yang membuat dirinya sejak tadi tak karuan.
Sinta tak bisa berkata kata sekarang mendengar penuturan sang putrinya, karena itu bisa saja terjadi pada setiap orang, bukan hanya pada suami istri, kerabat, apa lagi anak, tapi untuk sekedar sahabat saja itu bisa jika mereka merasa sangat dekat.
Sebisa mungkin dia menenangkan sang anak agar tak terusan menangis, dan sedikit tenang.
"Sudah sayang, mungkin itu perasaan mu saja" Jawab sang mamah.
Kata kata yang beberapa menit sela dengar dari abangnya, dan sekarang mamah Nya mengatakan yang sama pula, apa ini bisa di katakan firasat yang biasa saja?.
Sela terus saja menangi tak karuan, sungguh...dia tipe orang yang jika menangis susah di tenangin, apa lagi mendengar orang yang menyuruh nya berhenti... sungguh.. mendengar kata kat itu, malah membuat nya terus saja ingin menangis.
"Teruslah menangis, jangan pernah berhenti kalo gitu "Ucap bang nanda dengan sedikit kesal, dia sudah berusaha menenangkan nya dari tadi.
Sela seketika berhenti menangis begitu saja, dan melepaskan pelukan nya dari sang mamah, dengan mata memerah, dan isak kecil yang masih terdengar di telinga kedua nya.
"Sudah sayang, sebaiknya kamu istirahat saja dulu di sini nya" Ucap sang mamah perhatian.
"Semoga saja perasaan mu akan lebih baik besok, dan jangan terlalu di pikirkan oke" Lanjut nya berharap sela tak merasa tertekan lagi dengan perasaan yang belum di ketahui apa artinya.
Sela hanya mengaguk, dan menuruti kemana dirinya akan di bawa oleh mamahnya.
"Selamat malam bang" Ucap sela sebelum meninggal bang nanda.
"Malam juga dek, selamat beristirahat" balas ya yang hanya di angguki sela.
Setiba di kamar, dimana tempat sinta beristirahat, sela yang berusaha tertidur dan memejamkan matanya agar tidur, dengan di temani sang mamah yang juga tidur bersama nya.
Maklum, kamar yang di tempatnya kamar sinta, otomatis Sinta juga di sana bersamanya, jika memesan kamar lagi, menurut mereka tidak perlu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi menjelang...suara kicauan burung terdengar sangat merdu di telinga setiap orang yang mendengar nya, seakan sedang membangun kan orang orang yang sedang tertidur lelap di tempat nya.
Seperti seorang wanita muda yang sedang tertidur seketika terbangun mendengar kicauannya, dengan sorot matahari yang masuk dari lubang jendela yang terbuka dari kaca.
Dia adalah salsa yang sedang liburan bersama sang mamah di kawasan yang mereka suka, di hotel berbintang dengan pasilitas mewah, dan semua keinginan mereka di sini bisa terlaksana jika ada uang.
Tok tok tok ' Suara ketukan pintu yang membuat dirinya harus beranjak dari tempat tidur nya dan membukanya.
"Ekh mamah..." ucap nya ketika melihat orang yang menurut mengganggu tidurnya.
"Sudah bangun sayang?"
"Ya, ada apa mah?"
"Ini udah seminggu kita di sini, dan siang nanti waktunya kita pulang, dan sebaiknya kita habiskan waktu waktu kita di sini sebelum siang nanti, ayo..." Jawab Lita dengan mengajak salsa dengan semangat.
"Benarkah mah?, ya udah aku akan siap siap dulu, mamah tunggu saja di taman nya" Ucap salsa sebelum masuk kembali ke kamar nya untuk bersiap siap akan keluar jalan jalan, entah itu berbelanja, atau semacamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bagaimana keadaan Brian der?" Tanya rey dengan rasa khawatir yang sangat jelas terlihat dari wajahnya, begitu juga dengan Angga yang menemaninya dengan keadaan yang juga berantakan.
Dengan keadaan sama sama terluka parah di tubuh mereka, Darah mengering di mana mana, hanya menyisakan bau anyir yang masih melekat di tubuhnya.
Namun yang membuat mereka khawatir tentu saja bukan diri mereka sendiri, namun sang bos yang sedang di rawat di dalam ruangan tersebut, dan dokter yang menangani baru saja keluar dari ruangan tersebut.
"Luka di tubuhnya sangatlah parah, namun yang lebih parah lagi adalah di bagian kepala rey" Jawab dokter deril sekaligus dokter pribadi brian.
.
.
.
Bersambung 🍁