
Malam pun tiba, brian yang sudah siap, langsung bergegas berangkat bersama teman temannya,di ikuti para pasukan nya yang lain di belakang.
"Apa kalian sudah siap"Tanya brian.
"Siap bos"Ucap mereka serentak.
Setelah mendengar itu,akhirnya mereka semua berangkat menggunakan mobil mereka masing masing,dengan posisi mobil Brian yang berada di tengah tengah pasukannya dan teman temannya.
Sedangkan di tempat berkemah, mereka semua sedang pada di luar tenda dengan bergembira sambil membuat makanan yang akan mereka buat.
Sela pun sama, dirinya sedang membakar jagung bersama karyawan lain sebelum akhirnya di hampiri pandi.
"Selamat malam sekertaris pan"Sapa para pegawai di sana.
"malam"Jawab nya datar.
"Kau itu selalu saja datar,apa tidak bisa berkata dengan baik"Ucap sela melihat ke arahnya sebentar.
"Kau sedang buat apa"Tanya pandi ikut duduk di samping sela.
"Jagung,kami membakarnya untuk diri sendiri,apa kau juga mau,biar aku yang bakar kan"Ucap sela.
"Tidak,aku juga akan membakarnya sendiri"Jawab pandi dan ikut bakar bakar setelah mengambil jagung mentah yang sudah di siapkan.
"Apa tuan kenzo tak ikut pan"Tanya sela melihat kanan kiri.
"Tidak,dia masih di tenda"Jawab pandi yang di angguki sela.
"Biar aku yang bakar kan,nanti kau yang kasih,ok"ucap sela.
"Gak usah sel,dia sedang tidak mau"Ucap pandi.
"oh, yasudah"Jawab sela di lanjut meneruskan bakar jagungnya Kembali hingga matang,begitupula pandi.
Sedangkan di tenda tempat kenzo berada, dirinya sedang mendapatkan informasi dari anak buahnya.
"Bos,kami melihat pasukan diamond melewati kami tadi,dan sepertinya mereka akan menuju ke arah bos"ucapnya melalui telepon.
"Hemm,sudah kuduga"ucap kenzo.
"Kau utus pasukan kita menuju kesini"Lanjutnya.
"Baik bos"Ucapnya sebelum sambungan telepon di matikan.
"Dia pikir aku sendiri"Ucap kenzo sinis.
"Makan malam sudah siap"Teriak pegawai dari luar.
"Tuan Kenzo, waktunya makan malam"Ucap pandi di luar tenda.Kenzo yang mendengar nya langsung keluar dan berbicara dengan pandi.
"Dia akan datang pan"Ucapnya.
"Siapa tuan"Tanya pandi.
"Kelompok mafia dari diamond"Jawabnya.
"Wah, ternyata dugaan bos benar"Ucap pandi.
"Ayo kita gabung dulu,biar tak di curigai para pegawai lain"Ajak kenzo berjalan ke arah perkumpulan pegawainya.
"baik"jawab pandi dan mengikutinya.
"Selamat malam tuan"Sapa mereka semua, termasuk sela.
"Malam"jawab mereka berdua datar.
"Setelah makan malam nanti,kalian semua masuk dan langsung istirahat,kalo bisa tidur"ucap pandi.
"Kenapa"bingung mereka semua.
"Untuk istirahat bekerja,besok baru kita akan beraktifitas kembali"Ucap pandi alasan.
"Oh,baiklah jika begitu, iyakan teman"Ucap salah satu dari mereka.
"Iya"Jawab mereka semua setuju.
"Mari semua, silahkan makan"Ucap yang menghidangkan makanan.
Mereka semua akhirnya makan malam bersama dengan tenang, dengan di temani api unggun yang menghangatkan tubuh mereka semua.
Berbeda dengan sela, dirinya makan dengan sambil memikirkan ucapan pandi tadi.
"Mengapa dia menyuruh semua tidur,ini kan belum terlalu malam,apa ada sesuatu"Pikir sela sambil menatap kenzo dan pandi bergantian.
Makan malam pun selesai,dan sesuai pembicaraan nya tadi,mereka semua pada masuk ke tenda masing masing setelah membereskan tempat makan.
Sela yang selesai makan tak langsung masuk ke tenda dirinya,dan memilih menghampiri kenzo di tendanya bersama pandi.
"kenapa kesini,kami tadi sudah menyuruh semuanya masuk tenda kan"Ucap pandi melihat sela heran.
"apa terjadi sesuatu pan"Tanya sela tak menghiraukan ucapan pandi.
"Tidak,kau sebaiknya masuk ke tenda mu, sudah malam,sana"Ucap pandi mendorong sela ke arah tenda.
"Kami berdua ada urusan dulu, sebaiknya kamu masuk juga sel"Ucap kenzo.
"Kami pergi dulu"Lanjutnya dan berjalan duluan.
"Kau masuk sana, sudah malam, aku pergi dulu"Ucap pandi ke arah sela sebelum akhirnya mengikuti kenzo.
Sela yang mendengar itu tak menjawab, dirinya hanya terdiam melihat mereka berdua berjalan ke arah lain.
"Sana masuk"Ucap kenzo melihat dirinya.
"I iya,aku masuk"Ucap sela dan langsung bergegas masuk ke tenda miliknya.
Setelah melihat sela masuk,mereka berdua meneruskan perjalanannya kembali.
Tanpa mereka berdua sadari,sela ternyata melihat mereka berdua dan langsung keluar tenda kembali berniat mengikuti mereka.
"sekertaris sela, anda mau kemana?"Tanya seorang wanita di tendanya yang belum tidur.
"Saya...saya mau ke kali dulu,kamu lanjutkan saja tidurnya,maaf mengganggu"Ucap sela beralasan.
"Tidak,anda tak menggangu ku,apa butuh di antar,"ucapnya lagi.
"Tidak perlu,aku pergi dulu"Ucap sela.
"Apa kau yakin"Tanya nya lagi.
"Yakin,aku pergi dulu nya"Ucap sela bergegas pergi keburu tertinggal mereka berdua.
"Iya,hati hatinya"Ucapnya,tanpa ada jawaban dari sela yang sudah berjalan jauh darinya.
Sela yang sudah tak melihat Kenzo dan pandi terus mencari mereka berdua.
"Mana mereka, kenapa berjalan ke arah hutan begini"Ucap sela melihat kanan kiri, siapa tau melihat mereka berdua.
Ketika dirinya sedang mencari, dirinya melihat tanah yang sedikit becek terlihat ada jejak sepatu.
"Ini,ini jejak sepatu pandi"Ucap sela tersenyum melihatnya dan mengikuti jejak tersebut.
Sedang kan di tempat lain,brian yang baru saja sampai langsung turun dan bergegas menuju tengah hutan dengan hanya menggunakan pancaran cahaya bulan.
"Kita jalannya berpencar,tapi kita akan berkumpul di titik yang sudah kita tentukan,jika kalian di tengah jalan menemukan pasukan mereka,kalian hajar saja"Ucap brian.
"Baik bos"Ucap mereka serentak,dan langsung membelah jalur mereka dengan berpencar. Yang di ketuai teman temannya setiap kelompok.
Sela yang belum menemukan mereka berdua, dirinya terus mencari,karna tak terlihat jalan di karenakan sudah larut malam, akhirnya dirinya menggunakan senter handphone miliknya untuk percayanya.
"Semoga saja aman"Ucap sela terus berjalan ke dalam hutan.
Sela yang sedang berjalan,tiba tiba dirinya di kagetkan dengan suara tembakan yang menggelegar dari arah lain.
Dor
"Akhh"Kaget sela.
Dor
Dor
Dor
Lagi lagi suara tembakan makin terdengar di telinga nya.
"A ada apa ini, kenapa ada suara tembakan"Ucap sela khawatir sendiri.
"Sebaiknya aku balik ke tenda saja"Ucap nya lagi.
"Ya ya,aku harus balik ke tenda"Lanjut nya dan berniat berbalik ke arah belakang.Baru saja dirinya mau melangkah, dirinya mendengar teriakkan seorang pria yang seperti tidak asing menurut-nya.
"KAU YANG MENYEBABKAN NYA B***H"
"JANGAN SEMBARANGAN JIKA BERBICARA,KELOMPOK KU TAK MENYEBABKAN HAL YANG KAU TUDUH"
"BANYAK ALASANNNN,TEMBAAAAAK"
DOR
DOR
DOR
"Akhhh"Kaget sela ketika mendengar suara tembakan kembali.
"Eh,tapi tinggu,bukankah itu suara tuan kenzo"gumam sela.
.
.
.
Bersambung 🍁