Love Binder's Baby

Love Binder's Baby
Episode 86: Pindah



"Kau tidak akan mengerti Alea!" Sentak Ady pada istrinya yang tengah menatapnya tajam.


Setelah mereka tiba di rumah, Alea langsung mencerca Ady dengan berbagai pertanyaan. Hal itu membuat Ady bertambah stress, apalagi dia harus mencegah Alea mengetahui semuanya.


"Apa yang tidak aku mengerti mas?! jelaskan padaku sehingga aku bisa mengerti! kenapa kau seperti takut mereka mengetahui keberadaanku?! oh ... apa karena ada Ayunda disana? dan kau takut jika ...,"


Ady memeluk Alea dengan erat, perlakuannya membuat Alea menjadi bungkam. Hanya cara ini yang bisa Ady lakukan untuk mengontrol emosi istrinya.


"Tolonglah, jangan membahasnya lagi. Ini bukan soal dia, aku juga tidak tahu ternyata dia mengenal keluarga Arga," ujar Ady.


Selang beberapa lama, Ady melepas pelukannya. Dia mengusap pipi Alea dengan sayang, dirinya tak mungkin rela jika di jauhkan dari istri tercintanya.


"Apa pun yang aku lakukan saat ini, itu demi rumah tangga kita. Tenang saja, tak ada hal yang macam-macam. Kau mau rumah tangga kita tetap utuh bukan?" Ujar Ady sambil menggenggam kedua tangan Alea dan menciuminya.


Seakan terhipnotis, Alea pun menganggukkan kepalanya. Memang ia tak mengerti maksud Ady, tetapi dia percaya jika suaminya melakukan hal yang benar untuk rumah tangganya.


"Alea." Panggil Ady dengan suara seraknya.


Alea menatap wajah suaminya itu, wajah teduh serta tatapan sayang yang suaminya layangkan sudah menjadi bukti betapa suaminya menyayangi dirinya itu.


"Jika kita pindah ke luar negri, apa kau setuju?" Tanya Ady yang mana membuat Alea syok.


"Kenapa? kenapa tiba-tiba?" Kaget Alea.


Ady menggeleng, dia menarik lengan Alea dan berjalan menuju sofa. Dia menduduki dirinya dan menarik Alea ke pangkuannya secara tiba-tiba.


"AAA!" Kaget Alea.


Ady terkekeh, dia memeluk istrinya dari samping dan menaruh dagunya pada bahu Alea.


"Bukan tiba-tiba, ini sudah rencana kakek. Dia mengirimku ke Inggris karena pekerjaanku di pindah ke sana. Gak mungkin aku bolak balik dari sana kesini, capek yang." Terang Ady.


"Apa? memangnya Dominic memiliki perusahaan di sana?" Tanya Alea.


"Benar, kami memiliki perusahaan dengan anak cabang di berbagai negara. Di sana, sedang ada masalah. Aku harus menanganinya dan tak bisa di wakilkan," ujar Ady.


Alea terdiam, dia bingung harus bagaimana saat ini. Menuruti suaminya, adalah kewajibannya.


"Aku bisa nolak?" Tanya kembali Alea dengan wajah penuh pengharapan.


Ady yang tadinya tersenyum pun melunturkan senyumnya, dia menatap Alea dengan datar.


"Kamu sebagai istri yah harus nurut sama suami, kalau aku ke sini ya harus kesini. Kalau aku kesitu ya harus kesitu kalau ...,"


"Kalau kamu nikah lagi, aku juga nikah lagi. Begitukan?" Sela Alea dengan wajah tersenyum tanpa salah.


Ady semakin membuat wajahnya suram, lagi-lagi dirinya di jaili oleh sang istri.


Melihat wajah Ady yang kesal pun akhirnya Alea mengecup pipi sang suami, dia memainkan hidung Ady dan membujuk suaminya.


"Ayolah mas, Edgar bentar lagi lulus SMA. Sayang sekali jika harus pindah," ujar Alea.


"Edgar tetap di sini," ujar Ady.


Alea sangat terkejut, dia akan di pisahkan dengan sang adik membuatnya merasa sedikit kesal.


"Yang bener aja kamu mas?!" Seru Alea.


"Iya, dia harus menyelesaikan sekolahnya. Dia akan tinggal bersama Razka kembali di kediaman Dominic, sampai dia lulus dan pindah kuliah di Inggris bersama Razka," ujar Ady.


"Kamu tenang aja, aku sudah bicarakan ini dengan Edgar. Dia pun setuju, kalau tidak percaya coba langsung tanya anaknya." Jelas Ady.


Alea orang terakhir yang suaminya beritahu tentang kepindahan mereka.


"Terus Shaka gimana? dia kan ...,"


"Suhu di sana sekarang sedang panas, jika musim dingin tiba sebisa mungkin kita tak membiarkan Shaka keluar dari rumah. Di rumah kita nanti ada pemanas ruangan, jadi aman untuk Shaka," ujar Ady.


"Kalau begitu, kenapa kak Siska gak bisa bawa Shaka?" Tanya kembali Alea.


"Dia harus bolak-balik rumah sakit dan apartemen, apa Shaka juga harus merasakan cuaca yang sedang tidak bagus disana?" Ujar Ady.


Betul apa yang di katakan Suaminya, sehingga Alea pun akhirnya menyetujui sang suami untuk berangkat ke inggris.


"Kapan berangkatnya?" Tanya Alea di sela keterdiaman mereka.


"Besok," ujar Ady yang mana membuat Alea melotot kaget.


Sesuai rencana Ady, pagi ini mereka bersiap untuk berangkat ke bandara. Alea tengah sibuk mempersiapkan kedua bayi dengan memakaikan pakaian tebal.


"Sayang, udah selesai belum?" Tanya Ady yang baru memasuki kamar.


"Sudah, tinggal pasang topi mereka aja," ujar Alea.


Alea pun memasangkan topi, dengan Ara yang berwarna hijau dan Shaka yang berwarna biru. Topi tersebut guna menghangatkan mereka karena terbuat dari bahan yang lembut dan hangat.


Melihat kedua bayi itu siap, Ady langsung menggendong Ara. Karena Shaka, sudah pasti bayi datar itu akan selalu berada di gendongan Alea.


Alea menggendong Shaka dan mengikuti Ady yabg sudah keluar kamar, dia berjalan ke arah pintu keluar dan menemukan Edgar yang tengah membantu memasukkan koper kedalam bagasi.


Alea menaruh Shaka di kursi belakang karema di sana sudah terdapat kursi bayi yang telah Ady siapkan.


"Edgar, abang dan kakakmu pergi dulu. Kalau mau ke kediaman utama, kunci rumah ini di bawah saja. Siapa tahu sewaktu-waktu kamu mau main kesini," ujar Ady pada adik iparnya itu.


"Baik bang, hati-hati di jalan. Kalau sudah sampai, kabari aku," ujar Edgar.


Ady mengangguk, mereka berpelukan singkat sebelum pergi. Dan kini, giliran Alea yang memeluk sang adik.


"Jaga diri yah, kalau senggang telpon kakak. Liburan kamu juga harus ke tempat kakak pokoknya," ujar Alea.


"Siap kakakku sayang, tenang saja. Jangan pikirkan aku, aku sudah besar dan bosa jaga diri. Yang penting di sana kakak sehat-sehat, kalau ada penerus Dominic baru kabari aku dengan segera." Ujar Edgar sambil sedikit bercanda.


Alea melepas pelukan mereka, dia memukul pelan bahu sang adik karena kesal.


Ady menyuruh Alea masuk, sehingga tak lama mobil itu berjalan keluar dari pagar.


Setelah kepergian mereka, Edgar kembali menutup pagar dan kembali memasuki rumah.


Sedangkan di perjalanan, Alea tengah mengajak Ara berceloteh karena dirinya khawatir anak itu akan rewel.


"Ara sayang, mau pergi yah ... iya ... mau kemana tuhh," ajak main Alea.


Alea memang duduk di depan, tetap dia sedikit memiringkan badannya agar dapat melihat Ara.


"Erghhh Ehee!" Ara tertawa, berbeda dengan Shaka yang hanya menikmati perjalan dengan pacifier yang melekat di bibir mungilnya.


Tak terasa, mobil yang Ady kendarai sampai di bandara. Pria itu turun dan membuka pintu belakang dimana putra dan putrinya berada.


Alea dan Ady memasang gendongan depan masing-masing, mereka memindahkan keduanya pada gendongan itu.


"Kopernya gimana mas?" Tanya Alea.


"Bentar, kita nunggu Aciel," ujar Ady.


Tak lama Aciel pun datang, dia menggunakan kaca mata hitam dengan setelan jas.


"Kok Aciel ikut mas?" Tanya Alea.


"Dia asistenku, masa aku mau kasih ke papah. Suruh papah cari yang lain lah, enak aja." Cetus Ady.


Alea hanya menatap bingung ketika Aciel membawa koper mereka dan menyeretnya ke dalam bandara.


"Mas, bantuin kek! kasihan Aciel bawa dua koper sekaligus." Pinta Alea.


"Kalau aku bawa koper, gak bisa gandeng kamu. Udah! biarin aja, nasib jomblo emang gitu," ujar Ady dan merangkul pinggang istrinya.


Aciel mendengar perkataan tuannya pun mendengus kesal, apakah jomblo harus di katakan sebagai nasib?


"Gue gak jomblo kali! cuma single aja, kan beda yah antara single dan jomblo. Single itu memilih sendiri dulu, kalau jomblo emang gak laku. Gue gitu loh, dimana-mana pasti laku." Gumam Aciel.


"Pasaran dong masnya?" Ujar seorang perempuan yang berjalan di samping Aciel.


Aciel menatap wanita itu, jantungnya berdegup kencang karena melihat mata indah wanita itu.


"Jangan melamun mas, nanti malah ketempelan," ujar wanita itu dan beranjak dari sana.


Aciel memegangi dadanya, dia seperti mendapat bonus dari bosnya.


"Apakah ini yang di namakan cinta pada pandangan pertama?" Gumam Aciel.


...END...


Panik yah 🤭🤭🤭 tenang masih ada ektra part, langsung ke tiga tahun kemudian aja yah😘