
"Al, udah dong. Kita gak pernah ada waktu romantis, aku gak oernah lagi di manja sama kamu. Selalu bayi-bayi itu, aku juga butuh kamu." Ujar Ady sambil merengek di pelukan sang istri.
Lagi-lagi Alea menghela nafasnya, setelah Shaka di periksa dokter dan di nyatakan jika bayi itu demam biasa membuat dirinya sedikit lega. Dokter juga menyuruhnya agar tidak lagi membiarkan Shaka lapar.
"Dulu waktu kamu sama Dion kapanpun ada waktu, asalkan sama suamimu selalu ada aja alasannya." Sindir Ady.
Alea yang mendengar itu melotot tak percaya.
"Kamu ungkit lagi? bisa aja loh aku ungkit kelakuan kamu ke aku," ujar Alea dengan sinis.
"Ya kan bukan maksud aku gitu Al, aku tuh pengen pengertian dari kamu. Mas juga kesepian." Lirih Ady.
Alea menghela nafasnya, sebenarnya dia juga lelah. Di tambah saat ini suaminya menjelma seperti anak yang kekurangan perhatian, dan itu yang membuat Alea heran.
"Terus mas maunya aku gimana?" Heran Alea.
"Ya kamu perhatiin mas kek, manjain mas kek," ucap Ady.
"Manjain gimana? kamu tuh kayak ABG labil deh mas." Ujar Alea sembari menatap Ady heran.
Ady mengerucutkan bibirnya, dia menduselkan wajahnya di dada sang istri. Alea hanya bisa mengelus kepala suaminya dengan sayang, mungkin karena banyaknya masalah yang mana membuat Ady serasa ingin di perhatikan.
"Al." Panggil Ady dengan suara teredam.
"Hm." Sahut Alea.
Ady mengangkat wajahnya, dia menatap manik mata sang istri yang begitu menenangkan. Tak terasa usia pernikahannya dan Alea sudah menginjak tahun ketiga bahkan sebentar lagi menuju empat.
"Kalau misalnya aku sembunyiin sesuatu dari kamu, apa kamu akan marah?" Tanya Ady dengan ragu.
"Emangnya mas sembunyiin apa dari aku? istri?" Sahut Alea.
"Bercandanya gak lucu Al." Ketus Ady.
"Lah terus?" Heran Alea.
Ady menghembuskan nafasnya, dia tengah menimbang-nimbang apakah keputusannya untuk merahasiakan tentang siapa Arga dari Alea adalah keputusan yang benar? Apalagi tadi Arga sampai memohon padanya.
Flashback on.
"Lu dateng kesini pasti karena masalah penting kan?" Ujar Ady dengan sorot matanya yang tajam.
"Benar, kau mudah sekali menebakku. AKu datang kesini untuk membicarakan hal yang serius," ujar Arga.
"Apa?" To the point Ady.
"Grandpa, sudah mengetahui keberadaan Alea. Dia tahu jika ternyata aku memiliki saudara kembar, dan dia akan terbang ke Indonesia besok." Terang Arga.
Ady membulatkan matanya, tentu saja dia tahu siapa yang Arga maksud. Alea merupakan cucu dari Bagaskara, ayah dari ibu Alea.
"Lu tahu siapa Grandpa, dia sangat memusuhi keluarga Dominic. Kakekmu dan kakekku sedari dulu tak oernah akur hanya karena wanita, beruntung orang tua kita tak memgikuti jejak mereka." Ujar Arga sambil meneguk minumannya yang telah di sediakan oleh pembantu.
"Jadi ... gue harus sembunyikan istri gue, gitu maksud lu?" Tanya Ady dengan tatapan penuh selidik.
Arga menggelengkan kepalanya. "Dia gak tahu jika Alea sudah menjadi menantu di keluarga ini, untuk itu jangan sampai semuanya terbongkar. Di keluarga gue, mauoun di keluarga lu. Karena bisa saja dia memisahkan kalian berdua seperti dia memisahkan orang tua kami,"
Flashback Off.
Ucapan Arga membuat Ady sedikit khawatir, dia tentu tidak mau berpisah dengan sang istri. Tentu dia tahu bagaimana kerasnya Bagaskara pada keluarganya, dia tak ingin putrinya juga masuk dalam keluarga itu dan di didik menjadi wanita yang keras.
"Mas!" Sentak Alea karena sedari tadi Ady terbengong dan tak mendengar panggilannya.
"Eh!" Kaget Ady.
"Kamu sembunyiin apa? hayo! aku gak mau yah tiba-tiba kamu kaya Bang Nando, kalau bosen sama aku bilang! biar aku pergi sendiri," ujar Alea.
Ady melototkan matanya, dengan gemas dia menggigit hidung mancung sang istri sehingga menyebabkan sebiah ringisan.
"Kalau ngomong itu ya di pikir dulu sayaaaangg, mana ada aku ngikutin jejak pria itu. Kalau aku ngikutin dia, kamu bisa apain aku sesukamu." Ujar Ady sambil mengelus hidung istrinya yang merah akibat ulahnya.
Alea memincingkan matanya.
"Aku geprek kamu kalau ketahuan selingkuh, sekalian aku lempar selingkuhan kamu ke wajan opor!" Ketus Alea.
Ady meneguk ludahnya kasar, hanya dari kata mampu membuat Ady ketakutan. Apalagi jika menjadi kenyataan, apa jadinya nanti.
Istrinya bahkan lebih memgerikan setelah mempunyai anak, beda saat gadis yang selalu lemah lembut terhadapnya.
"Hehe, bercanda yang ... bercanda! masa iya aku selingkuh, kartu ATM aku aja di pegang kamu semua. Aset aku juga atas nama anak kita, masa iya aku berani selingkin kamu," ujar Ady dengan sedikit candaan.
"Bener juga, eh ... tapi aku curiga kamu punya ATM simpenan. Bisa aja kan?" Sengit Alea.
Ady melototkan matanya tak percaya, padahal semua sudah dirinya atas namakan Alea. Akan tetapi istrinya itu masih mencurigai dirinya.
"Astaga yang, perlu pembuktian apalagi?" Heran Ady.
Alea tersenyum puas, dia mendekatkan wajahnya do telinga Ady dan membisikkan sesuatu.
Tiba-tiba pipi Ady memetah sampai ke telinga, mendadak pria itu terdiam entah apa yang Alea bisikkan.
"Yang bener aja kamu Al." Lirih Ady.
***
Seorang pria dengan jas berantakan memasuki rumahnya, dia membuka pintu dan melihat sosok wanita paruh baya tengah menatap tajam dirinya.
"Habis dari mana kamu?" Ketus wanita itu.
"Eh mommy, kok belum tidur?" Heran pria itu yang tak lain adalah Arga.
Tiara, wanita itu mendekati putra angkatnya. Ia mengendus-endus dan menatap Arga dengan pandangan bingung.
"Mommy kira kamu mabuk, abis pakaian kamu kayak gini " Ujar Tiara sambil menjauhkan dirinya.
"Yaelah mom, ARga kam udah janji mau tobat. Gak mau lagi tuh minum-minuman begitu," ujar Arga.
"Abisnya tobat kamu meragukan," ujar Tiara.
Arga membulatkan matanya, mulutnya pun ikut membulat.
"Aku berhenti minum itu udah dua bulan loh mom!" Seru Arga.
"Terus?" Tanya Tiara dengan enteng.
"Mommy masih raguin aku? tegas sekali," ujar Arga dengan dramatis.
Tiara meringis, sepertinya otak Arga tengah bergeser. Dia harus mengusiokan pada suaminya agar putranya itu segera di bawa ke dokter ahli kejiwaan.
"Lupakan! kamu habis dari mana?!" Tanya Tiara kembali ke pembajasan utama.
Arga terdiam, haruskah ia bilang bahwa dirinya habis dari kediaman Dominic. Pasti nanti mommy nya itu akan terus menanyakan tentang Alea dan akan mencurigai dirinya.
"Aku tadi habis bertemu ... Razka mom, keluarga mereka kan sedang tidak baik-baik aja. Aku hanya ingin tau kabar Bang Nando," ujar Arga dengan alasan yang sedikit aneh menurut Tiara.
"Loh, kamu belum tau yah kalau besok pagi katanya Nando akan di pindahkan ke luar negri?" Heran Tiara.
"APA?! KOK BISA?!" Kaget Arga karena sejujurnya dia belum tahu bagaimana kabar terbaru tentang Nando.
Tiara memincingkan matanya sambil bersedekap dada, bibirnya menyeringai dengan perlahan.
"Ketahuan bohong kan kamu, jujur! abis dari mana dan ketemu siapa kamu!" Seru Tiara dan membuat Arga diam tak berkutik.