Love Binder's Baby

Love Binder's Baby
Episode 79: kelakuan Two gembul



Siang hari, kini semua keluarga berkumpul di ruang tengah. Ady yang tengah bersandar ria sambil menonton pertandingan sepak bola bersama Ethan, dan Alea yang tengah bergosip ria dengan Amanda. Hingga mereka tak menyadari apa yang telah di lakukan oleh dua bayi yang tanpa pengawasan itu.


"Kak, aku keluar dulu yah. Mau kerja kelompok." Pamit Edgar pada Alea.


Alea mengangguk, tetapi dia baru menyadari sesuatu.


"Ed, Ara sama Shaka mana?" Tanya Alea yang baru sadar dengan bocah itu.


Dengan bingung Edgar pun menjawab, "Tadikan aku kasih kakak, aku izin mandi karena mau persiapan pergi," ujar Edgar.


Bahkan Ady dan Ethan pun menatap mereka yang tengah berbincang mengenai kedua bayi gembul itu.


"Yaudah deh, kamu berangkat sana.Biar kakak yang cari," ujar Alea.


Edgar menurut, dia pun pamit dengan yang lain dan keluar dati rumah. Alea segera beranjak dari duduknya, dia mengelilingi rumah untuk mencari kedua anak itu.


"Kemana lagi, susah kalau di cari. Mesti pada sembunyi." Gumam Alea.


Alea mencari ke sekitar gorden, dan kolong meja. Bahkan dirinya mengecek pojok ruangan kali-kali anak itu bersembunyi di sana.


"Ara, Shaka ... bunda cari loh," ujar Alea memancing suara kedua bayi itu.


Biasanya Shaka akan cepat menyahut, tetapi entah mengapa kedua bayi itu tak ada sautan dari mereka sama sekali.


"Shaka sayang, bunda bawa susu loh buat Shaka." Seru Alea kembali.


Lagi-lagi tak ada sahutan, hingga Alea mendengar bunyi berisik dari arah dapur.


"Jangan-jangan ...,"


Alea pun langsung beranjak ke arah dapur, sesampainya di sana dia pun langsung membulatkan matanya karena terkejut dengan apa yang ia lihat.


"ASTAGAA!! SHAKAA!! ARAAA!!"


Bagaimana Alea tak terkejut? ia melihat Shaka dan Ara yang sedang mengacak-acak kulkas, dan bagaimana bisa Shaka menaiki bangku?



Shaka entah bagaimana bayi itu bisa menaiki bangku, bahkan Alea sendiri pun terheran. Kemudian tatapannya beralih menatap Ara yang ada di kulkas lain. Memang di dapur terdapat dua kulkas dengan fungsi masing-masing.



"Ngapain kamu masuk situ sayang?" Pasrah Alea.


Ady dan yang lainnya pun datang, mereka sama terkejutnya seperti Alea tadi. Terlebih ketika melihat Shaka yang berada di atas kursi.


"Mas, kamu urusin anak-anak kamu. Aku pusing, kelakuan mereka buat aku heran." Ujar Alea sambil memijat keningnya.


Ady tak bisa memarahi keduanya, dia hanya tersenyum lembut dan mendekati putrinya yang ada di kulkas yang sedang.


"Keluar yuk nak, tadi ayah belikan biskuit kesenangan Ara." Bujuk Ady.


Ara yang mendengar makanannya pun langsung keluar, dan kini dia berada di gendongan Ady.


Selanjutnya Ethan mengambil Shaka, tak lupa dia juga menutup kulkas.


"Bandel yah sekarang, buat bunda pusing hm?" Canda Alea pada keduanya.


Ethan dan Amanda terkekeh gemas melihat kelakuan dua cucunya.


"Gemes banget deh, jadi betah tinggal disini." Ujar Amanda uang mendapat pelototan dari sang putra.


***


Malam ini entah mengapa tiba-tiba saja Ady mengajaknya keluar rumah, awalnya Alea menolak. Namun, Ady berkata mumpung kedua orang tuanya sedang menginap sehingga mereka mendapat banyak waktu berdua.


Sebagai istri, Alea hanya mampu menurut walau dirinya sangat ingin menyelam ke alam mimpinya karena kantuk yang mendera.


"Gak bisa di tunda besok aja apa mas? aku ngantuk," ujar Alea yang berjalan ke arah mobil dengan Ady yang berada di depannya.


"Gak bisa, aku ada hadiah untuk kamu." Seru Ady.


Alea hanya bisa menurut, ia memasuki mobil dan tak lama mobil itu pun langsung berjalan.


Berselang waktu, mobil Ady terhenti di depan sebuah restoran mewah. Pria itu turun dan mengitari mobilnya membuka pintu untuk sang istri.


"Kamu ngapain bawa aku kesini?" Heran Alea, pasalnya sangat jarang Ady mengajaknya ke restoran mewah kecuali hanya sebatas pertemuan bisnis saja.


Dengan posesif, Ady melingkarkan tangannya di pinggang Alea. Dia membawa istrinya memasuki restoran mewah dengan suprise yang telah dirinya siapkan.


Ady membawa Alea ke sebuah ruangan VIP untuk tamu khusus, terlihat di sana sudah ada meja bundar dengan bangku di kedua sisinya. Buket bunga pun sudah berada di salah satu kursi dan juga sebuah hidangan yang terlihat lezat.


"Mas, kamu kebentur apa sampai nyiapin ini semua untuk aku?" Tanya Alea sambil melepaskan rangkulan sang suami.


Alea sangat kagum dengan keindahan itu, dia mendekat dan langsung memeluk buket bunga yang sangat indah.


"Kamu selalu hafal jika aku sangat suka mawar putih, terima kasih mas." Tulus Alea.


Ady mengangguk, ia menarik kursi dan mempersilahkan sang istri untuk duduk. Ady benar-benar menjadikan Alea seorang ratu, bahkan pria itu dengan romantis memotongkan steak untuk sang istri.


Tak!


"Nih, selamat menikmati my queen." ujar Ady sambil memberikan piring tadi.


"Terima kasih my prince," ujar Alea.


Mereka pun menikmati makan malam mereka, sesekali Ady melontarkan candaan agar sang istri tersenyum.


Kesenangan mereka tak berlangsung lama hingga sebuah suara menghentikan kegiatan mereka.


"Loh Atma? Kenapa kau ada disini?" Tanya seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Ayunda.


Ady menatap tajam Ayunda, dia segera berdiri dan menarik Ayunda pergi dari sana. Setelah menjauh, Ady langsung menghempaskan tangan Ayunda dengan kasar.


"Aw! Apa-apaan sih At? kok kamu kasar banget, aku ini ...,"


"Mantan! kamu hanya mantan aku dan tak lebih dari itu!" Sela Ady dengan raut wajah marahnya.


"Iya aku tahu, tapi kan gak ada salahnya untuk kita saling berteman baik." Ujar Ayunda dengan lantangnya sambil mendekati Ady.


Ady mengepalkan tangannya, ia sedikit menjauh dari Ayunda yang semakin mendekati dirinya.


"Ingat batasanmu!" Sentak Ady.


"Kenapa? apa karena wanita itu ... wanita yang udah rebut kamu dari aku iya?!" Balas Ayunda dengan suara tinggi.


Ady memejamkan matanya, dengan kapan terkepal erat Ady menahan emosinya.


"Jangan egois, aku pergi dari rumah bukan semata-mata karena menghindari perjodohan itu. Tapi, itu semua aku lakukan demi kamu! aku putuskan untuk keluar dari sana untuk kamu! tapi apa yang aku dapatkan? kamu selingkuh dengan sahabatku sendiri!"


"Dia, wanita yang kau hina itu adakah istriku! wanita yang dengan setianya bersanding di sampingku! dan jangan salahkan kami karena kekecewaanmu itu, semuanya berasal dari kesalahanmu sendiri. Hubungan kita selesai karena kebodohan kamu Ayunda! Lanjut Ady dengan lantang.


Tubuh Ayunda bergetar hebat, ia mengingat kesalahannya dan juga rasa bersalah yang menyelimuti hatinya.


" Dia, wanita yang kau maksud perebut itu yang sudah menyembuhkan hatiku walau hanya dari senyumannya. Dia yang dengan mudahnya menggeser posisi wanita tak tahu diri sepertimu di dalam hatiku!" Terang Ady.


"Cukup sampai disini, cerita kita telah selesai!" Tegas Ady.


Saat Ady akan beranjak, lagi-lagi Ayunda kembali menghadang Ady.


"Gak mungkin semudah itu kan At? kita berhubungan sudah bertahun-tahun loh," ujar AYunda tak terima dirinya di buang begitu saja.


Ady memutar bola matanya malas, netranya pun melihat sebuah botol plastik yang telah kosong.


"APa kau tak pernah mendengar istilah, buanglah sampah pada tempatnya? Begitulah aku terhadapmu, buanglah mantan pada tempatnya!" Ujar Ady sambil memasukkan botol itu ke tempat sampah.


Setelah itu Ady pergi ke kamar mandi karena ia harus mencuci tangannya yang tadi sempat bersentuhan oleh Ayunda.


Selama Ady pergi, Ayunda hanya diam dengan pandangan tertunduk.


"Mantan hanyalah sampah, mantan yah mantan aja gak usah di bilang kita udah berhubungan bertahun-tahun loh. Cowok banyak mb, jangan sampe ambil laki orang. Kena adzab loh nanti!" Tegur ALea yang entah dari kapan sudah berada di belakang Ayunda.


Dengan terkejut, Ayunda pun menoleh.


"KAU!"


"Halo, long time no see mantan ... ups temanku maksudnya,"