Love Binder's Baby

Love Binder's Baby
Episode 55: Keputusan 2



"Pengadilan memutuskan jika saudari Keyla, sebagai pelaku. Dengan ini, pelaku akan terkena hukuman penjara 19 tahun atas kasus percobaan pembunuhan dan juga pencemaran nama baik."


TOK! TOK! TOK!


Alea menangis saat hakim memukul palu, dia memeluk Ady dengan erat. Hatinya terasa lega, orang yang mengancam nyawanya serta sang putri akhirnya mendekam lama di penjara.


Ady mengusap bahu sang istri, dia berusaha menenangkan Alea yang menangis di dada bidang nya.


Alea melepas pelukan mereka, ia beralih memeluk ibu mertuanya. Kini keluarga Ady lah yang menjadi keluarganya, membelanya dengan sukarela.


"Kau sudah tenangkan hm? Percaya pada kami, kami tidak akan membiarkan keluarga kami tersakiti sedikit pun," ujar Amanda.


Mereka melepas pelukan, tatapan Alea kini mengarah pada Keyla yang tengah menatapnya penuh dendam.


Keyla berdiri, beberapa polisi membawanya keluar. Alea dan keluarganya pun ikut keluar. Ternyata, mereka bertemu di pintu utama.


Kini, tatapan keduanya menghunus tajam. Alea mendekati Keyla, dia mengangkat satu sudut bibirnya dan melipat kedua tangannya.


"Well, akulah pemenangnya. Keyla ... dari awal seharusnya aku sadar jika kamu mau menghancurkan kehidupan ku dengan cara memanas-manasiku layaknya setan. Hampir saha rumah tanggaku hancur akibatmu, jika saja putriku tidak selamat dan menyatukan cinta kami berdua," ujar Alea dengan tegas.


Bukannya takut, Keyla malah tertawa. Hal itu membuat Alea dan yang lainnya bingung.


"Kau yakin jika suamimu sebaik itu?" tanya Keyla.


"Apa maksudmu berkata seperti itu huh?!" Tanya Ady tak terima.


Alea menahan suaminya yang akan mendekati Keyla, dia mengelus dada sang suami agar tenang.


"Sahabatmu, Mila sahabatmu bukan? dia menghianatimu, dia suka sama suamimu. Mereka sering bertemu di belakangmu, kau fikir apakah kau memiliki orang yang setia padamu? jangan bercanda, dunia ini kejam jangan sampai kau terlena,"


Alea menekuk alisnya, netranya menatap Ady yang menatap tajam Keyla. Tatapannya pun beralih pada tangan Ady yang terkepal kuat.


"Udah Al, mending kita pulang dati pada mengurusi wanita gila ini." Ajak Ady pada istrinya.


Alea menggeleng sambil menyingkirkan tangan suaminya yang merangkul dirinya.


"Enggak mas, nanti dulu. Maksud kamu apa Keyla?" Tolak Alea dan kembali bertanya pada Keyla.


"Mereka sering bertemu diam-diam, oh ... ataukah sudah berselingkuh juga?"


Keyla tertawa, polisi pun membawanya dari hadapan keluarga Dominic. Alea masih belum terima jelas apa yang di katakan oleh Keyla, dia akan menyusul tetapi Ady menahan lengannya.


"AKu mau meminta penjelasannya mas, apa maksud dia! kamu dan ... kamu selingkuh?" ujar Alea pada Ady.


"Jangan dengarkan dia Al, mungkin dia hanya memanas-manasimu saja," ujar Amanda mencoba menenangkan pertengkaran keduanya.


"Enggak mungkin mah, bukan hanya dia yang berkata seperti itu. Sebelumnya juga temanku berkata hal yang sama persis," ujar Alea.


"Terus sekarang kamu nuduh aku selingkuh? seharusnya aku yang nuduh kamu, kamu gak inget kesalahan kamu dulu huh?" ujar Ady yang mulai kesal.


Alea tertegun, sebelum dia bertengkar saat itu dirinya dekat dengan Dion. Walau hanya sebatas teman kerja, tetapi Ady juga berhak mencurigainya.


"Sudah-sudah, kita bicarakan ini di rumah. Sebaiknya kita pulang dulu, hari sudah sangat siang. Kasihan putri kalian di rumah," ujar Robert menengahi pertengkaran mereka.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, mereka berjalan menuju parkiran. Pengawalan khusu yang Robert siapkan untuk mereka membuat semuanya berjalan lancar.


Saat Ady tengah menunggu Alea menaiki mobil, dia membulatkan matanya saat melihat bahwa sang istri justru menaiki mobil orang tuanya.


"Alea! kenapa kau malah naik ke sana?!" Kesal Ady.


Alea sepertinya kesal, dia memilih satu mobil dengan mertuanya. Sedangkan Ady, dia di tarik oleh Robert untuk memasuki mobil.


Selama perjalanan, Alea hanya membuang pandangannya ke jalan. Amanda yang melihat itu segera mengelus lengan menantunya.


"Alea," panggil Amanda dengan lembut.


Alea menoleh dan tersenyum, dia menatap sang ibu mertua dengan lembut.


"Percaya sama mamah, Ady tidak mungkin selingkuh. Dia merupakan orang yang setia, jika dia sudah mencintai satu wanita maka tidak ada wanita lain yang dapat memasuki hatinya," ujar Amanda.


"Mah, jika dulunya Alea adalah seorang istri yang baik. Alea pasti tidak akan sekhawatir ini, Alea bukan istri yang baik mah," ujar Alea dengan nada lirih.


"Alea bukan istri yang baik, ALea sering mengabaikan Mas Ady. Pernikahan kami karena paksaan dari bapak, saat itu Alea masih mau melanjutkan karir. Seharusnya Alea menghargai Mas Ady sebagai suami." Lanjutnya.


"Paksaan?" Heran Amanda.


Ethan pun ikut menoleh, dia sedikit tertarik dengan pembahasan kedua wanita itu.


"Mas Ady adalah teman kerja bapak di resto, saat itu bapak udah sakit-sakitan. Sebelum meninggal, bapak meminta mas Ady untuk menikahi Alea dan saat itu ...,"


Flashback On.


"Gak pak, Alea gak mau. Alea masih mau kejar karir Alea, lagi pula umur Alea baru 20 tahun," ujar Alea pada sang bapak yang terbaring lemah di brankar.


"Bapak mohon, bapak udah gak kuat. Tapi bapak mau sebelum meninggal menyaksikan kamu menikah,"


Alea menggeleng, dia terkejut ketika sang bapak menarik tangannya dan juga tangan Ady yang berada di sisi brankar lain.


"Nak Putra pria baik, bapak mau kamu nikah sama dia. Dia cinta sama kamu sangat tulus nak,"


Alea menatap Ady, memang dirinya akui jika Ady tampan. Namun, tak ada cinta sehingga Alea tak mengakui hal itu.


"Nak Putra, nak Putra mau kan nikah sama Alea? bukankah selama ini kalian dekat? bapak akan pergi dengan tenang kalau kalian menikah,"


Flashback Off.


Alea menceritakan hal itu sambil menangis, sudah beberapa helaian tisu dirinya habiskan.


"Alea gak tau kalau ternyata mas Ady ternyata putra Dominic, Alea sungguh gak tau. Dia aja nyebutin namanya Putra, udah gitu pakaiannya lusuh. Hitam pula," ujar Alea.


Amanda sedikit terkekeh mendengar perkataan Alea yang terakhir, memang benar saat Ady pulang kulit putihnya berubah menjadi coklat karena mungkin pria itu sering panas-panasan saat bekerja mencari uang.


"Begini saja, kita belum ada bukti. Mau nuduh harus ada bukti, jadi jalani pernikahan kalian seperti biasa. Jika dia ketahuan selingkuh, papah sendiri yang akan memukulnya. Kalau perlu papah buat di koma," ujar Ethan.


Bukannya berhenti, tangisan Alea malah tambah kencang. Ethan dan Amanda bertambah bingung dengan apa yang terjadi.


"Jangan di buat koma hiks ... status Alea nanti gantung hiks ... gak mau jadi janda bodong hiks ... kuburin aja sekalian hiks ... biar cari suami baru,"


Ethan dan Amanda sama-sama menganga, mereka tak menyangka jika Alea akan berkata se aneh itu.


***


"Masih marah?" tanya Ady pada Alea yang tengah berbaring menyamping sambil menyusui putrinya.


Alea menggeleng singkat, Ady yang melihat hal itu mendengus kasar.


"Kita sekarang punya Ara, bukan lagi seperti dulu. Jangan mudah terpancing emosi," ujar Ady.


Alea mendelik menatap Ady yang duduk di tepi kasur sambil menatapnya.


"Kamu kalau mau kasih wejangan, jangan sekarang. Moodku lagi rusak, jangan sampe aku lempar kamu ke kali," ujar Alea dengan ketus.


Ady meringis pelan, dia lupa jika Alea tengah datang bulan dan hormonnya sedang tidak stabil.


"Mending kamu keluar sana, meeting kek apa kek. Gak usah nasehatin aku, seharusnya kamu yang minta di nasehatin supaya gak mata keranjang!"


"Kok gitu?!" ujar Ady tak terima dengan ucapan Alea.


"Sana minta nasehat ke kakek, gimana sih caranya setia ama istri SATU!" ujar Alea dengan penuh penekanan.


Ady menghembuskan nafas lelah, menyelesaikan sekarang tak ada gunanya. Tak lama ponselnya berdering, dan kebetulan ponsel itu ada di sebelah nakas.


Saat Ady akan mengambilnya, Alea sudah lebih dulu mengambilnya dan mengangkatnya.


"Halo Ady, aku bisa minta tolong? aku ...,"


"ADY ... ADY ... GAK SOPAN YAH KAMU, DIA ITU LEBIH TUA DARI KAMU! BERASA JADI ISTRINYA YAG MANGGIL NAMA DOANG HUH?! DASAR ANAK BAU KENCUR!"


__________


Hai gaes, otornya niat up pukul 00.05 gimana menurut kalian? Mungkin nanti up 2-3 episode, pada setuju gak?