Love Binder's Baby

Love Binder's Baby
Episode 100: Aku akan menikahinya



"Gak, aku gak bisa! kamu gak liat aku udah punya anak, gak liat aku gendong anak?" kesal Ady.


"Aku mohon kak, aku mau jadi yang kedua. AKu gak harapin cinta kakak, aku hanya meminta agar kakak menyelamatkan aku dari aib ini." Kekeuh Angel.


Alea menatap Angel tak percaya, bisa-bisanya wanita itu merendahkan harga dirinya hanya untuk mengemis agar di nikahi oleh suami orang.


Ara sudah menangis sambil memukul tangan Angel, dia seperti mengerti dengan keadaan saat ini.


"Angel aku tak bisa," ujar Ady.


BRUGH!


"OMAAA!!!"


Angel panik ketika melihat sang oma yang pingsan tak jauh darinya, dia menghampiri sang oma dengan gaun nikahnya. Dia meminta bantuan orang lain agar menolong sang oma, dengan sigap Ethan dan Robert membawa Oma Angel ke kamarnya.


Ady menjadi bingung, dia tau kesehatan Oma Angel sangat memprihatinkan.


"Mas." Panggil Alea sambil memegang lengan sang suami.


Ady tersadar, dia merangkul sang istri untuk duduk. Sementara Alea khawatir suaminya akan goyah dan menerima Angel sebagai istri kedua.


Apalagi Ady sangat menginginkan anak lagi, tetapi Alea belum juga hamil kembali. Alea semakin kalut, dia sangat takut Ady menerima permintaan Angel.


"Jangan berpikiran macam-macam," ujar Ady yang sepertinya tahu apa yang sang istri pikirkan.


Arga melihat ketakutan yang mendalam di mata sang adik, dia pun melihat ke arah Tiara yang mengobrol dengan teman sosialitanya.


Terlihat Ethan dan Robert menghampiri Ady, mereka mengatakan jika kondisi Oma Angel drop. Ini menyangkut tentang keluarga, Robert takut hal ini akan menjadi dampak negatif bagi perusahaan Dominic.


"Jadi gimana solusinya pah?" Tanya Ady.


Ethan menatap menantunya sebentar dan kembali menatap Ady.


"Bisakah kau menikahi Angel?"


Perkataan Ethan membuat Ady begitu syok, begitu pula dengan Alea. Dia sampai bangkit dari duduknya dan menatap mertuanya dengan netra berkaca-kaca.


"Enggak pah! aku gak mau di madu! aku gak mau! lebih baik mas Ady ceraikan Alea dari pada harus di madu!" Histeris Alea.


Ady mencoba menenangkan istrinya, tetapi Alea menghindar sambil terisak. Edgar yang mengerti situasi segera mendekati sang kakak, dia merangkul kakaknya itu.


"Enggak bang, aku gak mau kakakku sampai di madu. Lebih baik kita seperti dulu saja," ujar Edgar.


Mendengar perkataan Edgar membuat Ady kalut, dirinya mengerti apa yang Edgar maksud dengan kata seperti dulu saja.


"Tapi Edgar, ini menyangkut nyawa seseorang." Sela Robert.


"Tuan Robert, saya sangat menghormati anda. Kakak saya telah memberikan anda cucu perempuan yang memang sangat jarang keberadaannya di keluarga Dominic. Apakah anda akan menyakiti kakak saya? saya tidak rela tuan," ujar Edgar dengan datar.


Ady semakin pusing, di tambah Ara yang menangis dan di susul oleh Shaka yang sudah terbangun dan melihat sang bunda menangis.


"Ady, opa mohon," ujar Robert.


"Opa, tapi Ady tidak mau menyakiti Alea," ujar Ady.


Angel datang dan berlutut di kaki Ady, sehingga orang yang melihat terkejut dengan kelakuan Angel.


"Kak, aku hanya mau agar nama keluarga ini tidak tercoreng. Apa kata rekan bisnis Oma dan Opa nanti? aku mohon kak, apa aku harus berlutut pada istri kakak juga?"


Angel langsung beralih pada Alea, dia memegangi kaki Alea dan memohon agar Alea mengizinkan Ady untuk menikahinya.


Alea menangis di pelukan Edgar, dia menghiraukan permohonan Angel yang ingin menikahi suaminya.


Robert dan juga Ethan menatap Ady yang teriak memikirkan jalan keluar, bahkan Ara sudah meminta sang ayah untuk mendekati sang bunda.


Alea melepas pelukannya, dia menghiraukan Angel dan berjalan mendekati suaminya.


"Berikan Ara padaku! jika kau mau menikah lagi silahkan! aku akan urus perceraian kita!" Sentak Alea dan merebut paksa putrinya.


"Sayang, aku tidak akan menikahinya. AKu janji," ujar Ady yang mana membuat langkah Alea terhenti.


"ADY!" Histeris Angel.


Ady beralih menatap Angel, dia mendekati wanita itu dan menatapnya.


"Tidak seharusnya kau berlutut seperti ini, kau merendahkan harga dirimu sendiri Angel. Aku telah memiliki istri," ujar Ady.


"Ady, kakek mohon. Nikahilah Angel," linta Robert.


Ady melihat raut wajah sang kakek, dia menjadi kembali bimbang dan tertekan.


"Kamu apa-apaan sih mas! aku gak sudi wanita pemaksa ini jadi cucu menantuku! gak sudi aku!" Sentak Naura yang baru saja tiba.


"Sudah Alea, kita pergi dari sini!" Titah Naura dan akan mengajak Alea pergi sebelum akhirnya seseorang berbicara yang mana membuat mereka semua terkejut.


"Aku yang akan menikahi Angel,"


Mereka semua diam, tatapan mereka mengarah pada Arga yang berkata tegas tanpa keraguan sedikit pun.


Arga berjalan mendekat, dia menarik Angel untuk segera berdiri. Netranya menatap Robert dan juga Ethan.


"Tega kalian pada menantu kalian sendiri? seharusnya kalian tahu apa yang bisa keluargaku lakukan!" Tekan Arga.


***


Pernikahan pun berlangsung, Angel tak lagi bisa berkata-kata untuk saat ini. Dia hanya bisa menangis karena calon suaminya pergi dan kini harus menikahi Arga.


Di tempat tamu, Ady tak henti-hentinya meminta maaf pada Alea. Namun, wanita itu tak menggubris perkataan suaminya. Dia terlanjur kesal karena kebimbangan Ady.


Shaka juga tak lepas dari pelukan Alea, dirinya memeluk Alea begitu erat dengan sesenggukan yang tersisa. Sementara Ara, sudah di bawa oleh Razka dan Edgar keluar dari gedung.


"Bunda hugh di cini hugh jangan pelgi hugh,"


"Iya sayang, bunda gak pergi. Bunda di sini sama Shaka kan?" ujar Alea sambil menepuk bahu Shaka.


Siska yang melihat kedekatan Shaka dan Alea menjadi iri, dia ingin putranya dekat dengannya. Namun, karena sikap dirinya Shaka menjadi menjauh.


"Aku merindukan Shaka mas," ujar Siska pada Nando yang berada di sebelahnya.


"Belajarlah dari Alea, kenapa ia bisa membuat Shaka nyaman padanya. Sebisa mungkin. kita obati rasa sakit Shaka yah." Usul Nando sambil memeluk istrinya dari samping.


Siska tersenyum fan mengangguk, dia melihat putrinya yang anteng memakan kue di pangkuannya.


Sementara di luar gedung, Ara tengah menikmati jajanan gerobak yang Edgar dan Razka belikan. Ketiganya asik makan hingga tak menghiraukan yang terjadi di gedung.


"Sempolna enak uncle, Ala mau beli lagi boleh?" Pinta Ara pada Edgar.


Edgar hanya bisa menggelengkan kepalanya, pasti keponakannya itu tak pernah memakan makanan seperti ini karena melihat bagaimana posesifnya Ady.


"Boleh, bilang abangnya. Nanti uncle yang bayar," ujar Edgar.


Ara tersenyum lebar, dia berjalan mendekati tukang sempol dan meminta kembali.


"Bang, Ala mau beli cempolna dua puluh yah. Nanti uncle Ala yang bayal," ujar Ara.


"Siap dek," ujar sang tukang.


Ara menunggu pesanannya jadi, setelah selesai dia meminta Edgar untuk membayarkan. Tanpa sepengatahuan Edgar dan Razka, Ara berlari menuju gedung dan memasukinya.


"CHAKAAA!!! ALA BAWA CEMPOOOLLL!!"


Sorry yah dah lama gak up, tiba tiba ide cerita hilang begitu saja. jadinya author butuh pembaruan ide hehe.


Terima kasih bagi kalian yang menunggu😍😍😍😘😘😘