Love Binder's Baby

Love Binder's Baby
Episode 38: Gagal?



Alea meneguk ludahnya dengan kasar, dia melangkah mundur tetapi Ady malah menarik lengannya.


"Hiks ... Hiks ... oeeekkk,"


Alea dan Ady mengalihkan tatapan mereka pada pintu utama, disana terlihat seorang baby sitter sedang menghampirinya dengan Ara yang menangis di gendongannya.


"Maaf tuan, non Ara nangis terus. Di kasih susu gak mau, mungkin kangen kali sama non Alea," ujar baby sitter itu.


Tatapan Alea mengarah ke Ady, pria itu menghela nafas pelan dan melepaskan tangan Alea untuk mengambil Ara yang berada di gendongan baby sitter itu.


Ady menepuk bahu putrinya yang sesenggukan akibat menangis, dia lun berjalan masuk. Tetapi langkahnya berhenti dan membalikkan badannya menatap Alea.


"Urusan kita belum selesai," ujar Ady dan berjalan masuk.


Alea menghela nafas berat, dia memasuki rumah dengan bahu lemas.


***


"ARGHHH! KENAPA GUE BISA KEHILANGAN JEJAK DIA!" geram Dion.


Dion melihat layar ponselnya, itu adalah foto milik Alea yang tengah tersenyum lebar menatap kamera. Kedekatannya dan Alea membuat Dion salah paham dan berakhir jatuh cinta.


Berita jika Alea korupsi tak Dion ketahui awalnya karena dia sedang meeting di luar kota, saat dia kembali dirinya telah kehilangan Alea dan berusaha mencari wanita itu ke rumahnya.


Namun sayang, rumah Alea hangus terbakar hanya ada garis polisi saja yang berad di puing-puing bangunan yang tersisa.


Dion pun memutuskan untuk kembali ke kantor, kedudukannya di kantor adalah seorang Direktur utama. Dia bahkan telah menyukai Alea sedari Alea masih menjadi karyawan magang.


Dia tahu jika Alea telah bersuami, tetapi dia tetap nekat karena tahu jika Ady hanyalah orang biasa dan pikirnya mudah untuk merebut Alea.


Mobilnya pun memasuki sebuah gedung, dia turun dari mobilnya dan berjalan memasuki kantor.


"Siang Direktur," ujar resepsionis.


"Siang, apa di ruangan saya ada tamu?" tanya Dion.


"Tidak," jawabnya.


Dion pun melangkah menuju ruangannya, dia harus segera membereskan pekerjaannya. Namun, saat dia baru memegang knop.pintu seorang wanita datang dan menyapanya.


"Siang Dion, lu mau makan siang gak? makan siang bareng yuk, temenin gue," ujar wanita itu yang tak lain adalah Keyla.


"Ck, ganggu tau gak!" sinis Dion.


Keyla memegang lengan Dion, DIon oun menepiskan pelan lengan Keyla yang berada di tangannya.


"Bisa jangan gatel? ini di kantor! emang beda yah lu sama Alea, dia gak pernah tuh gatel kayak lu," kesal Dion dan memasuki ruangannya meninggalkan Keyla yang terkejut atas perkataannya.


Keyla mengepalkan tangannya, dia sungguh kesal karena Dion terus memikirkan Alea.


"Padahal Alea udah gak ada, tapi dia tetap aja bandingin gue sama si Alea!" gerutu Keyla.


Dia dan DIon tak pernah menggunakan bahasa formal, mereka adalah satu angkatan saat kuliah sehingga tak terbiasa dengan bahasa formal.


Keyla berjalan mendekati meja kerja Lena, dia mengetuk meja Lena dan menatap wanita itu.


"Len, temenin gue belanja yuk nanti malam," pinta Keyla.


"Ck, lu tuh bisanya apa sih? belanjaaa terus!" gerutu Lena.


"Kan pake duit gue, gak pake duit lu," ujar Keyla dengan memainkan kukunya.


Lena mendelik tajam, dia melipat tangannya di depan dada dan menyandarkan bahunya.


"Gue capek yah setiap jalan sama lu pasti di pergok mulu sama istri orang! gue udah bilang jangan lagi ganggu suami orang!" kesal Lena.


"Tau tuh, beda banget sama Alea. Pas Alea disini dia selalu manas-manasi Alea, situ temen apa setan?" celetuk orang yang berada di sebelah Lena.


Saat Keyla akan menjawab, Lena lebih dulu menahannya dan menggeleng. Teman di sebelahnya ini sangat bermulut pedas dan pastinya akan terjadi baku hantam.


"Udah, iya nanti gue temenin. Balik sono ke ruangan lu," titah Lena.


"Ck!" decak kesal Keyla sambil menghentakkan kakinya pergi dari kedua orang itu.


Lena menatap kepergian Keyla dengan pandangan yang sulit di artikan.


***


"Jelasin tadi kamu kemana dan ngapain? kamu gak izin dan keluar seenaknya, aku kasih kamu kebebasan tapi bukan untuk keluar tanpa seizinku,"


"Tadi aku ke kafe," ujar Alea.


"Terus?" tanya Ady sambil menaikkan satu alisnya.


"Pengen banget makan steak," bohong Alea.


Bukankah di kediaman Dominic terdapat chef? kenapa harus membeli steak di luar?


"Kau hamil lagi?" tanya Ady yang di balas pelototan oleh Alea.


"Ya kali aku hamil lagi tanpa ehem-ehem, mau hamil sama siapa?" kesal Alea.


Ady menahan tawanya, dia mendekati Alea dan menangkup wajah istrinya itu.


"Kamu masih ingat kan kewajiban kamu," ujar Ady.


"Masih, kan aku kerjain tugas aku," ujar Alea dengan menatap mata teduh Ady.


"Tapi ada satu yang belum kamu lakuin," ujar Ady.


Alea mengerutkan keningnya, dia mengalihkan pandangannya untuk mengingat apa yang belum dia lakukan.


"Nggak, aku udah lakuin semua kok," gumam Alea.


Ady mendekatkan bibirnya pada telinga Alea, Alea pun menahan nafas karena Ady sangat mengikis jarak di antara keduanya.


"Hakku ... mana?" suara berat Ady mengalun indah di telinga Alea, wanita itu meneguk ludahnya kasar saat merasakan nafas berat Ady.


"Ma-mas ... bi-bisa jauhan dikit gak?" gugup Alea.


"Kalau mas gak kau?" tanya Ady dan semakin mendekati wajahnya pada wajah Alea.


Tatapan Ady jatuh pada bibir merah alami Alea, dia semakin mendekatkan wajahnya pada Alea. Alea sudah menahan nafas dan menutup matanya.


"AAAA! oaaaa!"


Teriakan Ara membuat Ady dan Alea seketika menjauh, tatapan mereka menatap ke arah ambang pintu karena di sana berdiri Edgar yang tengah menggendong Ara dengan cara terduduk.


Alea langsung mendorong Ady, dia beranjak mendekati putrinya dan mengambilnya dari gendongan Edgar.


Sedangkan Edgar masih terbengong, hampir saja dia melihat hal itu. Untung saja Ara berceloteh sehingga membuat keduanya sadar jika pintu belum tertutup.


"A-aku pergi main dulu," ujar Edgar dan pergi menjauh.


Alea menatap kepergian Edgar dengan wajah bengong, dia membalikkan badannya dengan ekspresi yang sama.


Netranya melihat Ady yang tengah terduduk di kasur menumpu badannya dengan satu tangan. Sedangkan tangan yang lain dia pakai untuk membuka dasi serta kancing atas kemejanya.


"The real tampan oppa," lirih Alea.


Alea terkesima dengan ketampanan suaminya, tetapi dia menepis pelan lantara kesal dengan Ady.


"Oaaa,"


"Bawa oaa kesini, mas ingin bermain dengannya," ujar Ady.


Alea menatap pakaian Ady yang masih mengenakan pakaian kantor. Sedangkan putrinya sudah cantik dengan dress kecilnya, apalagi Ady sekarang tengah berkeringat kepanasan akibat AC di kamarnya mati dan butuh perbaikan.


"Mas mending mandi aja, gak ke kantor lagi kan?" tanya Alea.


"Enggak, nanti dulu mandinya. Mas mau main sama oaa," ujar Ady.


Alea menghela nafas kasar, putrinya sering berceloteh oaa dan gumaman tak jelas.


"Ara itu sudah mandi, wangi. Mas keringetan begitu, bisa-bisa ikutan bau dia," ujar Alea.


"Tadi kamu betah aja di deket aku tuh, karena keringat aku wangi kan?" ujar Ady sambil tersenyum jail ke arah Alea.


Alea mengusap dadanya sabar, terkadang dia heran dengan sikap suaminya. KAdang Ady bersikap sangat dingin, datar, cuek, dan judes. Namun, terkadang juga Ady sangat jail dan juga sering membuatnya kesal.


_________


Gak nyangka banget kemarin like dan komennya meningkat🥶🥶🥶, untuk itu Author kembali up, jangan lupa like dan komennya.


Mungkin nanti bonus satu lagi kali yah?🤭🤭🤭, spam komen okay😉