
Ady dan Alea masih menyelam di alam mimpi mereka, bahkan pasangan suami istri itu tengah tertidur pulas sambil memeluk.
"Eunghh,"
Alea melenguh pelan, dia membuka matanya dan melihat Ady yang masih tertidur. Alea melirik jam dinding, ternyata sudah menunjukkan pukul 10 pagi.
"ASTAGA!" Kaget ALea.
Alea langsung melepaskan tangan Ady yang melilit pinggangnya, ia mencepol rambutnya dan memakai sendal rumahannya.
Mendengar suara bising, Ady pun bangun. Dia mengucek matanya sebentar dan melihat Alea yang sedang menyiapkan keperluannya.
"Mas cepatlah bangun, ini sudah siang dan kau terlambat ke kantor." Seru Alea yang sepertinya sudah tahu jika Ady telah bangun.
Ady menduduki dirinya, netranya menatap Alea yang sibuk kesana-kemari dengan wajah bantalnya.
Tangannya pun terangkat menggaruk kepalanya, dia menguap dam berbatuk pelan.
"Kamu ngapain sih?" Tanya Ady dengan suara seraknya.
Langkah Alea terhenti, dia menatap Ady dengan wajah jengahnya.
"Ngulii! ya siapin keperluan kamu lah, udah tahu telat malah mancing emosi!" Seru Alea.
Alea kembali melaksanakan tugasnya, ia kemudian keluar kamar untuk memasak. Ady dengan santai pun merebahkan dirinya kembali dan menarik selimut. Pria itu kembali terlelap dan memasuki alam mimpi.
Sedangkan di dapur, Alea mengambil stok asi dan memanaskannya. Setelah itu dia menuangkannya ke botol dan beranjak menuju kamar kedua bayi itu.
Cklek!
Alea tersenyum, ternyata kedua bayi itu sudah terbangun. Tumben sekali tidak menangis, bahkan mereka sedang duduk sambil menatap Alea.
"Wah, bayi bunda udah bangun yah pinter. Gak nangis yah sayang, pintarnyaa." Ujar Alea sambil beranjak mendekati kedua box bayi.
Mata kedua bayi itu tampak berbinar ketika melihat botol susu, mereka pun dengan cepat menggerakkan tangan mereka berharap botol itu semakin dekat.
"Iya sabar yah, ini untuk Ara dan ini untuk Shaka." Ujar Alea sambil memberikan botol itu pada keduanya.
Setelah menerima susu mereka, Shaka dan Ara merebahkan kembali tubuh gemuk mereka. Dengan memainkan kakinya, mereka menatap Alea dengan polos.
"Eh, astaga! mas Ady!" Sery Alea dan berlari ke arah keluar kamar.
Alea pun menuju dapur, kemudian dia memasak untuk sarapan. Namun, di tengah kegiatannya dia teringat dengan Edgar.
"Aduh, Edgar belum bangun lagi," ujar Alea dan beranjak ke kamar Edgar.
Tok! Tok! Tok!
"Ed! Bangun! kesiangan!" Seru Alea.
Tak lama Edgar membuka pintunya, dengan wajah bantalnya ia menatap Alea dengan alis mengernyit.
"Cepat mandi, kau terlambat ke sekolah." Titah Alea.
"Ha? sekolah?" Bingung Edgar.
Alea menatap Edgar kesal karena mendengar ucapan adiknya itu.
"Ck! ya iyalah! memangnya kau ...,"
Ucapan Alea terpotong, hidungnya mengendus bau sesuatu. Bahkan Edgar ikutan mengendusnya.
"Kakak masak?" Tanya Edgar.
Dengan polosnya Alea mengangguk, sedetik kemudian dia teringat akan sesuatu.
"ASTAGAAAA! IKAN GUE GOSOOONGG!" Seru Alea sambil berlari ke arah dapur.
Edgar hanya menatap kepergian Alea dengan raut wajah bingung, bahkan ia menolehkan kepalanya ke arah kamar Alea yang memang berada di samping kamar Edgar.
"Kam sekarang hari minggu, kenapa Kak Alea heboh begitu?" Bingung Edgar.
Alea mematikan kompor, ia melemaskan bahunya ketika melihat ikannya yang sudah gosong.
Perlahan Alea menjongkokkan dirinya, dia menutup wajahnya karena sedih melihatbikannya gosong.
DERTT! DERTT!
"Halo," ujar Alea dengan lesu.
"Halo sayang, Alea mamah akan kesana sebentar lagi. Mamah sudah ada di mobil sama dengan papah yah, okay sayang," ujar Amanda dengan antusias.
Mendengar perkataan mertuanya Alea menjadi bingung, pasalnya Amanda ke rumahnya setiap hari libur. Namun, tumben sekali mertuanya itu mengunjungi rumahnya saat ini.
Dengan lesu, Alea menutup telpon dan kembali menuju kamarnya. Namun, sesampainya di kamar Alea mendadak naik pitam melihat Ady yang tertidur kembali.
"MAS ADYY! BANGUN! APA KAU TAK LIAT JAM BERAPA INI HAH?!" Teriak Alea dengan sangat keras.
Karena kaget, Ady pun menjadi bangun. Ia menatap Alea yang tengah berkacak pinggang di hadapannya.
"Kamu kenapa sih Al? dateng-dateng marah-marah, aku ngantuk tau," ujar Ady dengan suara seraknya.
Saat Ady akan merebahkan dirinya kembali, Alea malah menyiramnya dengan air minum yang ada di nakas.
BYUR!
"Ya ampuunmm Alea! Apa-apaan kamu hah?!" Kesal Ady.
Alea meletakkan gelas yang dirinya gunakan untuk menyiram Ady ke atas nakas kbali dengan kasar.
"Kamu yang apa-apaan, sekarang sudah siang, kamu telat berangkat ke kantor mas!" Seru Alea.
"Hadeehhh, Al! ini tuh hari minggu, coba cek tanggalan deh!" Seru Ady dengan wajah kesalnya.
Alea yang mendengar hal itu segera memeriksa tanggal, dan benar saja hari ini adalah hari minggu dan waktunya beristirahat.
Ady yang melihat Alea melemaskan bahunya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia membuka kaosnya yang basah dan menaruhnya di lantai, setelah itu dia kembali tidur dengan selimut yang menutupi hingga ke leher.
Alea pun ikut merebahkan dirinya, dia lelah karena banyaknya kerjaan. Di tambah dirinya tengah bad mood akibat ikannya yang gosong.
Ady yang merasakan istrinya tertidur di sebelahnya pun membawa sang istri masuk ke dalam pelukannya, dengan senang Alea membalas pelukan suaminya.
"Kita tidur saja, lagi pula saat ini aku sedang tidak bekerja." Ujar Ady sambil membenarkan selimutnya.
"Iya." Jawab Alea dengan lemas.
***
"Alea! Ady! Mamah datang nih!" Seru Amanda saat memasuki rumah anaknya dan menantunya itu.
Sunyi, Amanda dan Ethan dalat merasakan sunyi sekali kediaman putra mereka.
"Mas, Alea sama Ady kemana yah? Edgar juga gak keliatan." Tanya Amanda pada suaminya.
Ethan menggeleng, mereka pun semakin masuk dan memeriksa beberapa kamar.
"Mungkin masih tidur kali mah," ujar Ethan.
"Masa jam segini masih tidur sih mas?" Ucap Amanda.
"Kita cek aja kamar si bayi yuk." Ajak Amanda.
Ethan mengangguk, akhirnya mereka memutuskan untuk ke kamar Shaka dan Ara. Tak lama, mereka pun sampai di kamar cucu-cucu mereka.
"Wah, itu mereka mas!" Seru Amanda.
Amanda dan suaminya pun masuk, tetapi lagi-lagi mereka kecewa karena melihat ternyata dua bayi itu sudah tertidur pulas dengan botol susu yang sudah kosong
"Haaa? Tidur mas," ujar Amanda dengan lesu.
"Eh iya, tumben banget. Ady sama Alea juga kayaknya masih tidur, Edgar juga deh," ujar Ethan.
Mereka memutuskan untuk keluar, tampaknya penghuni rumah ini sedang menikmati waktu libur.
"Terus gimana ini?" Lesu Amanda.
"Ya ikut tidur yuk, kan masih ada kamar. AKu juga capek, yuk!" Ajak Ethan sambil menarik tangan Amanda menjauhi kamar bayi itu.
______
Satu dulu yah, mungkin besok pagi aku bisa up😍