Love Binder's Baby

Love Binder's Baby
Episode 60: Terkuak



dah up lagi loh, jadi harap di like kawan!!!!!


PLAK!


Wajah Nando tertoleh ke samping, dirinya di tampar dengan keras oleh seorang wanita. Siapa lagi kalau bukan sang ibu, Rosiana Albert. Seorang mantan model, dan istri dari seorang mentri.


"Kamu tahu apa kesalahan kamu?" Tanya Rosi dengan nada menekan.


"Maaf." Hanya satu kata yang sedari tadi Nando katakan, Rosi sungguh geram pada putranya setelah ia di beritahu oleh besannya mengenai kelakuan putranya.


Revan Albert, yang merupakan ayah dari Nando hanya menatap sang putra dengan pandangan berbeda.


"Dan kamu, wanita tidak tau diri. Gak cukup ibu kamu menghancurkan keluarga saya hah?! apakah harus kamu juga ikut menghancurkan keluarga putra saya?!" Bentak Rosi pada Mila yang sedari tadi tertunduk di sebelah Nando.


"Mi ...." Peringat Revan, pria itu seperti menahan sang istri untuk mengungkapkan sesuatu.


Rosi menatap suaminya dengan tajam, dia seperti menahan amarah yang akan di luapkan.


"Cukup pi, dia harus tau yang sebenarnya! Nando harus tahu kesalahan kamu!" ujar Rosi.


Nando menatap kedua orang tuanya dengan heran, apa yang kedua orang tuanya itu sembunyikan di belakang nya.


"Mi, biarkan Nando jelaskan dulu ada hubungan apa dia dengan Mila," ujar Revan berusaha menenangkan amarah sang istri yang akan meledak.


"Pi, apa yang perlu di jelaskan? pasti wanita ini sama seperti ibunya, dia menjerat suami orang agar dapat hidup enak! Dia menjual tubuhnya, dam sayangnya Nando malah ...,"


"CUKUP ROSI! DIA JUGA PUTRIKU!"


JDERRR!


Nando sontak saja membulatkan matanya, dia menatap tak percaya pada orang tuanya dan beralih menatap Mila yang semakin tertunduk.


"A-apa? kau ... jadi kau yang selama ini menghancurkan keluargaku huh? kau bilang kau tak memiliki keluarga, bahkan kau di ceraikan oleh suamimu dan di usir oleh mertuamu?" Kecewa Nando.


"Apa?" Kaget kedua orang tuanya.


Nando menatap orang tuanya, dia menunjuk ke arah Mila yang tengah menundukkan wajahnya.


"Dia, wanita ini aku temukan di pinggir jalan saat aku lembur malam itu. Dia menangis sambil memeluk anaknya yang pingsan, karena aku tak tega aku menolongnya," ujar Nando.


"JANGAN BERBOHONG NANDO!" Sentak Rosi.


"Aku tak berbohong mi," ujar Nando.


Rosi memegang bahu sang putra, dia menatap tajam mata sang anak mencari kebohongan di sana. Selanjutnya, ia menggelengkan kepalanya sambil melepas tangannya dari bahu putranya.


"Enggak, kamu bukan hanya nolong dia. Ada yang kamu sembunyikan dari kami. Bicara sejujurnya, atau tidak ... mami akan cari tahu sendiri!" Ancam Rosi.


Tatapan Revan beralih pada Nando yang terlihat sedikit bingung dan juga khawatir, lalu tatapannya terjatuh pada Mila putri tak di anggap.


"Aku menikahi nya mi," ujar Nando.


BUGH!


Kali ini Revan yang memukul putranya, ia memukul dengan sangat kencang hingga nando berbatuk darah.


"Pi, cukup pi. Ini bukan salah mas Nando hiks ...,"


Rosi yang melihat Mila menghalangi Revan segera menarik tangan wanita itu dan memukulnya dengan keras.


PLAK!


"SEHARUSNYA KAMU TAHU KALAU NANDO ADALAH KAKAKMU! KENAPA KAU MALAH MENJERATNYA DENGAN PERNIKAHAN HAH?! DASAR TIDAK TAU MALU!"


Mila hanya bisa menangis sembari memegang pipinya, entah berapa kali dia terkena tampar hari ini.


"Ceraikan istrimu!" ujar Revan dengan tegas.


"Iya pi, aku akan menceraikan Mi ...,"


"SISKA! CERAIKAN SISKA! PAPI SUDAH CUKUP MALU DENGAN KELUARGA DOMINIC!" Sela Revan.


Mendengar hal itu sontak saja Nando menolak dengan tegas, mana mungkin dirinya menceraikan seorang wanita yang sangat ia cintai.


"KAmu mau menolong wanita murahan ini kan? TOLONG DIA! TAPi JANGAN KAU BAWA MENANTU KESAYANGANKU UNTUK MENDERITA BERSAMAMU!" ujar Rosi dengan tegas.


"Enggak! Nando cinta sama Siska mi, Nando akan menceraikan Mila sekarang!" ujar Nando.


Mila yang mendengar hal itu langsung memegang lengan Nando, tetapi Rosi langsung menjambak kasar rambutnya.


"Kamu berharap agar putraku tak menceraikanmu? jangan gila kamu! Nando adalah saudara mu dan pernikahan kalian tidak sah!" Tekan Rosi.


"Hiks ...mas, gimana dengan Qiqi kalau kita cerai," ujar Mila.


"Dia anak dari seorang wanita yang menjebak papi, hampir saja papi dan mami bercerai karenanya. Sehingga Mila bukan tanggung jawab papi, karena ini semua perbuatan ibunya!" ujar Revan.


"SAYA TERLANTAR! SAYA JUGA ANAK ANDA! APA SALAH SAYA MENGHANCURKAN KELUARGA ANDA SEPERTI ANDA MENGHANCURKAN KEHIDUPAN SAYA?!"


BRAK!


Mereka belum merespon teriakan Mila, karena kini fokus mereka pada Ady yang berjalan masuk sambil menatap marah ke arah Nando.


Tanpa aba-aba, Ady langsung memukuli Nando tanpa henti. Revan berusaha mencegahnya, tetapi tenaga Ady terlalu kuat.


Tak lama datanglah Alea beserta Siska, mereka datang dengan Alea yang duduk di kursi roda sedangkan Siska mendorong kursi tersebut.


"Gara-gara perselimgkuhan ini istri gue keguguran bang!"


"Calon anak gue mati dan itu semua karena lu!"


Ady terus memukuli Nando, hingga pria itu akhirnya tak berdaya dan hanya pasrah apa yang di lakukan Ady.


"Mas berhenti mas, kamu bisa membunuhnya!" ujar Alea.


Ady tak menghiraukannya sehingga ALea terpaksa harus berdiri dan memeluk suaminya yang tengah di penuhi oleh amarah.


"Cukup, kalau kamu di penjara kasihan Ara. Dia masih kecil mas," ujar Alea.


Seketika Ady menghentikan pukulannya ketika dirinya teringat akan sang putri, setelahnya Ady beralih menatap Mila yang sepertinya tengah ketakutan.


"Kau, ku kira kau wanita karir yang menjaga kesopanan serta martabatmu. Ternyata aku salah, istriku masih jauh lebih baik darimu!" ujar Ady sambil menatap tajam Mila.


Alea yang takut jika Mila menjerat suaminya pun mendorong pelan sang suami, dia kini berhadapan langsung dengan Mila setelah sekian lama.


"Mila, aku tidak tahu jika ternyata kamu masih memiliki seorang ayah. Apakah saat di panti kau tak pernah di didik agar tak merebut suami orang? terlebih suami yang kau maksud adalah kakak kandungmu sendiri?" ujar Alea.


"Jangan membawa-bawa ibu panti! dia tak bersalah, dan ini semua adalah kesalahan pria itu!" ujar Mila sambil menunjuk ke arah Revan.


Alea menatap Revan, dia akui jika disini Revan salah karena menelantarkan putrinya sehingga memicu dendam.


Setelah mendengarkan pertengkaran mereka tadi, Alea menjadi paham jika semua yang ada disini memiliki kesalahan.


"Jika ibumu tak mengancam nyawa istri beserta putraku, dengan sukarela aku menampungmu. Tapi ibumu malah melunjak dan mencoba menyakiti keluargaku!" ucap Revan.


"Jika aku tak perduli padamu, sudah ku pastikan kau tiada! Hanya saja aku kasihan dan menitipkanmu di panti dengan uang yang aku siapkan untuk pendidikanmu, dan sepertinya ibu kesayanganmu tak melakukan itu!" ujar Revan dengan marah.


"Jika kau peduli kenapa kau tak menjengukku! aku hanya ingin merasakan kebahagiaan, apa aku salah? aku hanya ingin bahagia," ujar Mila dengan nada lirih.


Alea menatap sorot sedih dari mata Mila, hanya saja kecewanya jauh lebih besar.


"Salah, kau salah karena menjerat suami orang. Andai saja kau mencari kebahagiaan dengan cara yang benar, tak akan mungkin jadi seperti ini," ujar Alea.


Mila menatap tajam ke arah Alea, dia berjalan mendekati Alea tetapi Ady sudah memasang badan untuk melindungi istrinya.


"Kau mendapatkan suami yang sangat perhatian, sedangkan aku? aku di telantarkan, dan saat aku bersama mas Nando. DIa memberiku kehidupan, dan kalian semua mau mengambilnya?" ucap Mila.


Siska menatap suaminya yang tengah berusaha berdiri dengan kondisi yang lemah, dia sungguh kecewa tersirat dari kedua matanya tang berkaca-kaca.


"Siska, percaya padaku. Aku dan dia tak melakukan apapun, kami hanya menikah agar aku bisa membantunya. Itu saja, tak ada yang lebih dari itu," ujar Nando dan mencoba meraih tangan Siska.


Siska menepisnya, dia memalingkan wajahnya ketika melihat wajah sedih sang suami yang tak pernah dirinya lihat sebelumnya.


"Kenapa hanya menikahi satu? orang jalanan banyak yang butuh di nikahi, kenapa harus satu? kenapa gak sekalian lima aja biar kamu dapat predikat dermawan?" Tanya Siska sambil menatap wajah memelas sang suami.


"Pernikahan kalian tidak sah sama sekali, dan kamu Mila ... kamu menipu dan aku akan melaporkan hal ini pada pihak berwajib!" ujar Siska mengancam Mila yang tengah menatapnya dati hadapan Ady.


Mila yang mendengar hal itu sontak saja histeris, dia tak ingin masuk penjara. Pikirannya kosong, dia tak tahu harus apa.


Melihat Siska yang akan keluar membuat Mila semakin panik, dia mengejar Siska dan mendorong wanita itu hingga kepala Siska terbentur keras dengan ujung meja panjang.


DUGH!


"SISKA!"


"KAKAK!!"


______


**udahlah langsung up aja, gak usah di timbun kayak sembako🤭🤭🤭. sepertinya author merubah jadwal up lagi, gak tau kenapa yah kalau up jam segitu like dan komennya berkurang loh😌😌😌


jadinya udah deh, up Kalau dah selesai buat biar gak bikin mumet.


warning!


harap likee, komen dan dukungan lainnya. terima kasih😘**