Love Binder's Baby

Love Binder's Baby
Sky hilang



"Gimana yang, masih benjol?" Tanya Ady yang mini berjalan menghampiri putrinya yang tengah duduk di ranjangnya.


Alea sedang mengobatinya dengan memberikan minyak oles, sedangkan Ara masih sibuk menangis. Sampai-sampai suara anak itu menjadi serak dan sempat terbatuk.


"Sky dimana mas?" Tanya Alea menoleh sesaat pada suaminya.


"Ada, main sama blacky," ujar Ady.


Blacky, nama kucing munchkin milik Shaka. Sky sangat menyukai kucing itu, karena sedari bayi Blacky sudah bersamanya.


"Cky nakal! halusna hiks uhuk! halusna di buang aja pas lahil hiks ... jadina nda beban!" Oceh Ara.


"Gak boleh gitu, Sky kan adik Ara," ujar Ady dengan penuh kelembutan.


Ara menatap Ady dengan pelototan tajam. "CAPA YANG NYULUH BUAT CKY? AYAH DUGA NAPAIN BUAT CKY?! ALA NDA MINTA ADEK, KENAPA AYAH BUAT?!"


Ady dan Alea hanya melongo, mereka tahu putrinya tengah kesal. Tapi tak pernah menyangka jika Ara akan mengatakan itu.


"Ya udah rezeki ayah bunda punya anak lagi," ujar Ady.


"Tapi kan Ala nda minta ayah huhuhu ... Ala bilang kan cama ayah ... ayah, janan buat Ala adik yah. Ayah bilang iya, TELUS TENAPA CKY JADI Hiks ...,"


Ady menggaruk kepalanya, sedangkan Alea menepuk keningnya. Putri mereka masih sangat kecil, di jelaskan dengan kata apapun putrinya itu akan mencari kata yang mudah.


"Kata om Lacka bilangna ayah mau buat adik Ala, kalau tau Cky yang jadi adikna Ala nda mau Ala punya adik," ujar Ara.


"Sayang, gak boleh gitu. Sky adik Ara, lahir dari rahim yang sama. Kalian saudara, harus saling menyayangi." Ujar Alea sambil mengusap rambut kecoklatan putrinya.


Ara mulai menghentikan tangisannya, dia seperti tertarik dengan ucapan sang bunda.


"Lahim itu apa?" Tanya Ara.


"Perut, kalian dari perut bunda," ujar Alea mencari kata lain.


Ara menatap perut Alea, dan beralih menatap Ady yang jiga tengah menatapnya. "Telus, gimana calana ayah macukin adonan Cky ke pelut bunda?"


Ady dan Alea benar-benar tepuk jidat mendengar perkataan polos istrinya.


"Ya ... itu ... eum ...,"


"Macukin aja lagi Cky na, kan bica. Nanti ganti adik balu," ujar Ara.


Anak berumur 5 tahun itu membuat kedua orang dewasa di dekatnya menahan napas. menjelaskan nya sama saja mencari masalah baru.


***


Akhirnya, setelah banyaknya drama yang ada. Ara tidur siang berdamai dengan Shaka. Ady memang menjadwalkan mereka tidur siang sebab malam nanti, keduanya harus belajar.


Sedangkan Sky, entahlah. Ady dan Alea belum melihat anak bungsu mereka itu.


"Pelan-pelan mas tutup pintunya," ujar Alea.


Ady mengangguk, setelah memastikan keduanya tidur dengan nyenyak. Ady dan Alea memutuskan keluar kamar untuk mencari si bungsu.


"Mas minta tolong temui Sky dulu, aku mau ganti pembalut." Pinta Alea.


"Ha? kamu mens?" Tanya Ady dengan raut wajah terkejut.


"I-iya." Jawab Alea dengan wajah bingung.


Ady mengusap wajahnya kasar, dengan lesu dia berjalan menjauh dari Alea untuk mencari putra bungsunya itu.


Sedangkan ALea, menatap kepergian suaminya dengan bingung.


"Kenapa sih?" Gumam Alea.


Tak ingin memusingkan hal itu, Alea segera ke kamarnya.


"Sky mana sih, perasaan tadi main di sini kok." Gumam Ady.


Dia sudah mencari Sky di ruang tengah, tetapi anaknya itu tidak ada. Sehingga Ady pun melanjutkan pencariannya di tempat yang lain.


"SKY! SKY! BUNDA UDAH SIAPIN SUSU TUH!" Pancing Ady.


Sky tetap tak menyahut, Ady pun menjadi panik. Tak biasanya Sky jika di iming-iming susu tak menghampiri nya.


"Waduh, jangan-jangan itu bocah keluar." Panik Ady.


"Astaga, anak gue!" Panik Ady.


Ady segera keluar gerbang, dia celingak-celinguk mencari putranya. Geram karena satpam rumah juga tidak ada membuat Ady bertambah kesal.


"Pak ujang juga man sih! masa pagar di biarin di buka gini!" Omel Ady.


Ady berjalan menjauh, dia mengitari area komplek rumahnya untuk mencari keberadaan putranya itu.


"Waduh, mana si Sky cakep lagi. Kalau ada orang yang nyulik dia gimana?" Gumam Ady.


"Eh, kayaknya engga deh. Dia kan nakalnya minta ampun, orang juga ogah kali nyulik dia."


Setelah beberapa lama mencari, Ady juga belum menemukan Sky. Ady putus asa, dia mengambil ponselnya di kantong celana dan menelpon seseorang.


"Halo, datang ke komplek saya. Putra saya hilang, dan saya juga minta tolong cek CCTV satu jam yang lalu." Titah Ady.


Setelah sambungan telfon terputus, Ady memutuskan untuk pulang ke rumah. Dengan lesu, Ady memasuki pagar. Dia melihat satpam rumahnya yang sedang duduk di pos satpam.


"Pak ujang! pak ujang dari mana aja sih! gerbang ke buka! gara-gara pak ujang, Sky keluar dan hilang gak tau kemana!" Marah Ady.


Satpam yang tengah asik ngopi itu mengerut kan keningnya, dia berjalan mendekati Ady dengan cepat.


"Maaf tuan, tadi keluar sebentar kok hanya di warung sebelah. Tapi gak liat aden kecil keluar," ujar satpam.


"Di rumah gak ada pak! gerbang juga kebuka, kemungkinan Sky keluar!" Kesal Ady.


Satpam itu terlihat bingung, dia kembali ke pos untuk melihat rekaman CCTV yang terdapat di halaman.


"Tuan! aden gak keluar kok pak," ujar satpam itu setelah beberapa saat


Ady ikut melihat, ya putranya tidak ada tanda-tanda keluar dari rumah. Terus, dimana putranya?


"Tuan udah cari yang bener belum di dalem tadi," ujar satpam.


Ady mendelik. "Bapak ngeremehin saya?!"


"Eh, bu-bukan pa. Maksud saya itu ... di cari yang betul dulu tuan di dalam," ujar satpam itu dengan takut.


"Maksudnya, saya gak betul-betul nyari gitu!"


"Eh?!"


Sedangkan di dalam rumah, Alea sudah membersihkan dirinya. Dia keluar kamar dan berjalan sambil melihat sekitar.


"Mas Ady udah samperin Sky belum yah," ujar Alea.


"Mungkin lagi main di taman, kebiasaan mas Ady tuh! anak waktunya tidur siang, malah di ajak main!" Gerutu Alea.


Alea berjalan ke arah dapur. "Yaudah deh, aku buat susu formula untuk Sky dulu biar cepet tidur siangnya. Aku juga ngantuk, kalau nyusuin dia lama nanti aku tidurnya." Gumam Alea.


Langkah Alea terhenti saat dirinya tak sengaja menendang botol air, dia mengerutkan keningnya karena tampaknya botol air itu dari kulkas.


"Eh, kok bisa botol nya ada disini." Gumam Alea.


Alea berjalan ke arah kulkas, pintu kulkas terbuka sedikit. Alea semakin penasaran, dia pun memutuskan untuk membuka pintu kulkas.


"Astagaaa ... Sky!" Kaget Alea.


Yap, Sky ada di dalam kulkas. Di tambah lagi, anak itu sedang tidur sambil memeluk kaleng susu. Wajahnya cemong oleh bubu susu, entah bagaimana caranya anak itu berada di sana.


Alea langsung mengeluarkan putranya, dia menggendongnya dan berjalan cepat ke arah kamar. Sebelum naik ke lantai dua, Alea berpapasan dengan Ady.


"Loh, Sky?! kamu temuin Sky dimana?! aku cariin dia sampe keliling komplek, ternyata ada di rumah. Sampe-sampe aku panggil bodyguard papah loh!" Kaget Ady.


"Kamu tahu mas anakmu ini ada dimana?" Tanya Alea sambil menunjuk Sky.


"Dimana?" Tanya Ady.


"Di kulkas, anak kamu ini masuk dalam kulkas! Di tambah lagi, susu formula satu kaleng habis sama dia. Aduhh aku pusing deh mas sama kelakuan anak kamu,"


"Apa?! di Kuulkas?"


Maaf banget telat, ini bikin dadakan jam 9 malam. AKu lembur tadi😭