Love Binder's Baby

Love Binder's Baby
Episode 68: Rangga



Alea tengah berkaca di depan cermin, ia melihat dandanannya malam ini. Jam menunjukkan pukul 8 malam, dan sebentar lagi pasti suaminya pulang.


Alea tengah membuat suprise untuk Ady, dia memakai pakaian indah untuk suaminya. Dia juga sudah menidurkan putrinya sehingga bayi itu sudah terlelap di kamar sebelah, tepatnya kamar yang Ady buat khusus untuk putrinya.


Alea menyemprotkan parfum di tubuhnya, ia juga memoleskan lipstik merah yang mana membuat dirinya terlihat sangat cantik.


Tak lama terdengar suara mesin mobil Ady, dia dengan segera bergerak menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya. Ia juga menyelimuti tubuhnya dan tak lupa matikan lampu kamar.


Cklek!


Benar saja, Ady memasuki kamar yang sudah terlihat gelap. Dia pun mendekati ranjang dan menyalakan lampu, terdengar helaan nafas berat dari pria itu.


"Al,"


"Al, kamu tidur?" Tanya Ady mencoba untuk memanggil istrinya.


Netranya melirik ke arah arah jam dinding, di sana terlihat pukul 8 lebih 15 menit. Sedikit terheran karena biasanya Alea akan tidur pukul 10 malam setelah dirinya pulang dan bersantai.


Ady memutuskan masuk kamar mandi, dia harus membersihkan dirinya sebelum tidur. Alea yang mendengar suara pintu kamar mandi segera bangun, dia tengah menahan tawan ketika mendengar panggilan Ady tadi.


Tak lama Ady pun keluar dengan handuk sepinggang dan rambut yang basah, pria itu berjalan menuju lemari untuk mengambil bajunya.


Namun, sebuah tangan melingkar di perutnya dan hal itu.membuat ia terkejut.


"Al ...." Panggil Ady memastikan jika itu adalah tangan istrinya.


"Selamat bertambah umur suamiku, semoga kamu panjang umur dengan kebaikan." ujar Alea sambil mengeratkan pelukannya.


Ady tertegun sejenak, dirinya kira jika istrinya lupa akan hari lahirnya. Namun, wanita itu hafal dan malah mengerutkan dirinya.


Ady melepas lilitan tangan istrinya, dia membalikkan badannya. Seketika netranya melotot dengan tubuh yang menegang.


"Kau ... ku kira ...,"


"Tidak ada kue, aku tak suka perayaan seperti itu. Lebih baik aku membuatmu senang bukan?" ujar Alea.


Kedua sudut bibir Ady terangkat, ia semakin mendekati Alea yang berjalan mundur.


"Kau tahu apa kesukaanku," ujar Ady dengan tersenyum manis.


Alea membalas senyuman Ady, hingga mereka berbaring ke tempat tidur. Yah, setelah itu mereka melakukan apa yang harusnya di lakukan. (jangan pada kepo yeh, urusan orang dewasa🤭)


***


"Mas, simpan dulu ponselnya. Kita mau ke sekolah Edgar loh, tuh anak dari tadi nelfon terus kapan kita dateng!" Seru Alea yang tengah memakaikan Ara baju.


"Mas!" Gereget Alea ketika Ady tak menyahutnya sama sekali.


Ady baru merespon ucapan istrinya itu dengan menaruh ponselnya di nakas dan beranjak menuju istrinya


"Rapatnya kan di mulai 20 menit lagi, masih ada waktu lah," ujar Ady dengan enteng.


Alea mendelik, dia berkacak pinggang menatap suaminya. Bahkan dia masih memakai roll rambut di kepalanya sebab sibuk karena mengurus Ara.


"Mau aku lempar pakai payung hah? 20 menit, bukan 20 jam! Aku belum siap-siap, kamu juga belum! seenggaknya salah satu dari kita siap duku dan gantian jaga Ara!" Kesal Alea.


"Iya-iya, udah sih gak usah marah-marah begitu." ujar Ady sambil menduduki dirinya di tepi kasur dan menatap Ara yang tengah memainkan ujung handuk.


Alea mendengus, dia mengambil handuk yang di pegang putrinya dan menjemurnya. Ady oun menggantikan mainan putrinya dengan botol bedak, dia melanjutkan main ponselnya ketika putrinya anteng kembali.


"Mas! liatin anaknya ih! nanti Ara jatuh, aku kamu lempar ke danau yah!" Seru Alea yang akan memasuki kamar mandi.


Ady langsung melepas ponselnya dan menatap putrinya, Ara tengah anteng dan tak masalah buka jika dirinya bermain ponsel.


"Bunda sangat cerdas, beda saat gadis dulu," ujar Ady pada Ara yang hanya menatapnya polos.


"YANG BIKIN AKU UDAH GAK GADIS SIAPA HUH?!" Teriak Alea dari dalam kamar mandi.


Ady hanya meringis, sedangkan Ara tertawa melihat ekspresi wajah ayahnya yang terkesan lucu.


Berselang beberapa saat, Ady sudah rapih dengan pakaiannya. Begitu pula dengan Ara yang memakai gaun biru muda dan juga bando yang menambah kesan imut pada bayi itu.


"Al, udah belum?" Tanya Ady dengan lesu.


Alea yang sedang membuat alis pun menatap Ady dengan sinis.


"Gak sabaran banget sih! Bentar lagi selesai, kayak gak paham aja cewek kalau dandan gimana!" Seru Alea dengan kesal.


Ady cengo mendengar jawaban istrinya, tadi dia di buru-buru sedangkan sekarang istrinya malah memperlambat keberangkatan mereka.


"Udah sana, mas tunggu di depan. Sekalian bawa gendongan Ara, takutnya dia tidur nanti," ujar Alea mengusir Ady.


Tanpa bantahan, Ady langsung keluar kamar untuk menunggu istrinya. Sementara ALea langsung menyelesaikan persiapan yang belum usai.


Dengan bosan, Ady menunggu di depan rumah sambil mengayunkan putrinya yang tampaknya juga sudah mulai bosan. Terdengar rengekan kecil dari Ara, dan bayi itu juga menendang kakinya yang berbalut kaos kaki merah muda.


"Ekheee ... ekhee,"


"Bosan yah nak, sebentar yah. Bunda lagi siap-siap." ujar Ady sambil membalikkan tubuh Ara menghadap depan.


Seketika rengekan Ara terhenti ketika melihat bocah laki-laki keluar dari pagar sambil membawa sepatu roda.


Ady yang penasaran pun ikut melihat apa yang putrinya lihat, dia menganggukkan kepala sebentar dan menyapa anak itu.


"Hai Rangga! apa kau kembali kabur?" Tanya Ady.


"Diamlah pak tua! kalau mamahku dengar, aku akan merusak mobil mu!" ujar bocah bernama Rangga itu sambil menatap Ady tajam.


Walau Rangga berumur 6 tahun, tetapi bocah berpikir melebihi anak di usia nya. Dia lebih senang bermain dengan anak yang lebih besar, dan tak suka dengan anak kecil lainnya.


"Oaaa ... Eheee,"


Saat Ady akan menjawab, putrinya malah tertawa menggemaskan. Bahkan anaknya itu menghentakkan kakinya sambil tertawa lebar menatap Rangga


Tak hanya Ady, Rangga pun menatap Ara yang tengah antusias menatapnya. Entah dorongan dari mana, Rangga mendekati Ady yang berdiri di depan pagar.


"Dia putrimu?" Tanya Rangga sambil menunjuk Ara.


"Tentu saja, apa kau tak melihat kemiripan kami?" Bangga Ady.


Rangga memutar bola matanya malas, dia menaruh sepatu rodanya dan memainkan tangannya Ara.


"Dia tidak mirip sama sekali denganmu, malahan aku curiga jika kau mencuri bayi," ujar Rangga dengan enteng.


"KAU! KAU MAU MENCARI MASALAH HAH?!" ujar Ady tak terima.


"Yah ... begitulah, aku heran dengan bayi ini. Dia sangat cantik dan mirip seperti orang bule, dan ayahnya malah seperti orang jalanan," ujar Rangga dengan enteng.


Ara tertawa lebar ketika Rangga menciumi tangannya, tampaknya bayi itu senang ketika Rangga memujinya.


"Apa-apaan kau menyentuh putriku!" Sentak Ady sambil menoyor kepala Rangga menjauhi putrinya.


"Oaaa ... eheee ... Ga! Ga!" Celoteh Ara sambil memainkan tangannya.


Rangga mengangkat kedua sudut bibirnya, dia tak menyangka jika tetangga barunya akan memiliki anak seimut Ara.


"Malahan aku curiga jika kau bukan manusia melainkan anak jadi-jadian!" Celetuk Ady.


"Kau akan memiliki menantu jadi-jadian nantinya pak tua!" ujar Rangga dan mengecup pipi Ara dengan kilat.


Rangga segera berlari sebelum Ady meneriaki namanya.


"ANAK GAK TAU DI UNTUNG! MAIN NYOSOR ANAK GADIS ORANG!"


____


Sekarang up satu dulu, mulai besok aku usahakan double up yah. Berhubung sidah selesai lebaran dan acara kumpulan telah selesai Terima kasih yang sudah sabar menunggu😍.


oh iya untuk yang memberi otor visualnya, maaf yah belum otor cantumin masih cari visual toko lain biar sekalian🤭 terima kasih atas idenya kakak😍