Little My Wife

Little My Wife
Tapi aku yang membuatnya sayang



Bab 96


.


.


.


Nasywa tiba dikantor dengan buru-buru. Ia sangat takut sampai keduluan suaminya datang.


Nasywa berlari kecil diresepsionis untuk bertanya. "Apa suamiku sudah datang ??"


"Belum Nona."Balasnya.


"Syukurlah.."Nasywa baru bernafas lega. "Ingat ya, jangan bicara padanya jika aku keluar."Pesan Nasywa.


"Baik Nona.." Balasnya lagi.


Nasywa langsung melenggang menuju ruangan suaminya.


Tiba disana, Nasywa memilih masuk kedalam kamar pribadi Victor dan berpura-pura istirahat. Ia berbaring sembari bermain ponselnya, Menunggu kedatangan Victor.


.


.


Didalam mobil Victor tersenyum sendiri saat melihat tingkah sang istri yang baginya sangat lucu. Namun yang masih mengganggu fikiran Victor adalah, untuk apa Nasywa berkunjung kemakam Miranda ?? Dan tau dari mana dia ??


"Vic, Kau sedang menang lotre ??" tegur Ani saat bisa melihat Victor sesekali tersenyum lebar.


Victor seketika menoleh melihat Ani yang duduk dibangku depan. "Memangnya kenapa ?? Mataku sakit melihat kalian bermesraan,"


"Cih.. Bukannya tadi kau yang menyuruhku dan Roger untuk biasa saja ??! Kenapa sekarang malah kau yang jelous."Ejek Ani.


"Bawaan bayiku mungkin."Balas Victor dengan mudah.


Mobil berhenti tepat didepan Kantor. Victor langsung turun tanpa bicara. Ia melenggang masuk dengan cepat agar segera sampai diruangannya.


Entah mengapa Victor ingin sekali memeluk Nasywa.


Ceklek..


mata Victor mengedar mencari keberadaan Nasywa. Namun tak terlihat, Lalu segera Victor menuju kamar pribadinya.


Senyum lebar Victor kembali terbit saat Melihat Nasywa tertidur dengan nyaman.


Belaian lembut dari tangan Victor membuat Nasywa mengeliat dan perlahan membuka kedua matanya.


"Hubby.. Kau sudah pulang.."Ucap Nasywa. Suaranya terdengar parau.


"Iya. Kau menungguku terlalu lama ya ?? Maaf ya."balas Victor.


Nasywa bangun dari tidurnya lalu duduk bersandar. "Tidak masalah hubby. Yang ingin ikut kekantor kan aku,"


"Hubby. Nanti jika ada yang masuk bagaimana.."Kata Nasywa.


"Biarkan saja. Mereka tidak akan berani masuk kekamarku ini. Aku merindukanmu.."balas Victor.


Nasywa terkekeh dengan ucapan suaminya. "Baru beberapa jam kau pergi. Biasanya aku dirumah sampai sore kau tidak seposesif ini.."


Victor membuka pelukannya, namun tangannya masih melingkar dipinggang Nasywa. "Mungkin karna Bawaan baby kita.."


"Jangan menjadikan dia alasan. Aku yang mengandungnya."Timpal Nasywa.


"Tapi aku yang membuatnya sayang.. Dia darah dagingku juga.."Sanggah Victor.


"Iya Hubby..tapi ikatan kuat pasti ada padaku.."


"Tapi aku juga memiliki ikatan kuat padamu dan dia.."


"Baiklah..baiklah.. Sekarang mau makan siang atau tidak ?? Aku lapar.."Nasywa mengalah.


"Aku juga lapar. Kau mau makan apa ??" tanya Victor.


"Seblak."


"What ???"


.


.


Wajah ceria dan bahagia Nasywa begitu terlihat saat seblak yang ia pesan sudah didepan matanya.


Victor hanya bisa pasrah dengan keinginan Istrinya. Meski ia tidak memyukai seblak sejak dulu, namun apa dayanya jika Nasywa sudah meminta.


"Ini enak sekali hubby..Ayo dimakan hubby. Nanti kalau dingin tidak enak."Nasywa begitu bersemangat.


Victor tersenyum penuh keterpaksaan. "Sayang, sepertinya aku makan yang lain saja ya.."


"Kenapa ?? Disini hanya ada seblak dan bakmi Ayam.."


"Kau tidak suka ya ?? Atau kau memang tidak mau ??" Terka Nasywa terus dengan wajah terlihat sedih.


"Bukan.. Bukan begitu sayang.. Janga sedih dulu dong.. Baiklah, aku akan memakannya, tapi nanti kau tetap harus makan nasi walau sedikit ya ?? Kasihan calon anak kita jika kau tidak makan nasi sama sekali.. Mau ya.."Bujuk Victor selembut mungkin.


"Tentu saja nanti aku makan Nasi. Tapi sekarang makan seblak dulu.." Balas Nasywa.


Victor mengangguk setuju dan terpaksa ia memakan seblak pesanan sang istri.


.


.