Little My Wife

Little My Wife
Menjual anak



Bab 8


.


.


.


"Victor.."Gumam Ani saat mengenali pria yang menyanggah tubuh Nasywa agar tidak terjatuh.


Victor menatap tajam keempat pria yang memasang wajah waspada kala melihat Victor.


"Aasstt.."Nasywa berdesis memegangi perutnya. Sontak Victor langsung teralihkan perhatiannya.


"apanya yang sakit ??"


Nasywa menggeleng pelan.


"Lepaskan Nona kami. Dia harus ikut pulang bersama Kami !!" Sentak salah satu anak buah Gabriel.


"Aku bilang tidak mau !!! apa kalian Tuli !!!" Balas Nasywa dengan nafas memburu.


Nasywa menengadah menatap Victor. "Tuan. Saya mohon tolong Bibi saya. Kasihan dia.."


Victoe mengikuti tatapan Nasywa kearah Ani.


Victor baru sadar jika Ani dicekal salah satu pria lagi.


"Ani.."Gumam Victor.


"Tuan mengenalnya ?? Syukurlah.. Tolong dia Tuan.."Balas Nasywa.


"Menyingkirlah.."Victor membawa Nasywa kebelakangnya.


Dan memasang kuda-kuda guna melawan keempat pria anak buah Gabriel.


"anda sebaiknya jangan ikut campur. Jika anda masih sayang dengan nyawa Anda."ucap salah satu.


"Mana aku bisa diam jika kau menyakiti wanita begini."balas Victoe dengan tenang dan langsung menyerang keempat pria anak buah Gabriel.


pertempuran tak terelakkan. Seperti tidak seimbang, karna satu lawan Empat.


Victor yang sangat lincah begitu membuat Nasywa kagum. Keempat pria itu tumbang seketika saat tendangan maut berhasil dilayangkan oleh Victor.


Dan dengan cepat Victor merampas pistol dari keempat pria itu menodongkan pada Satu pria yang mencekal Ani.


"Lepaskan dia !!" Gertak Victor yang begitu pas menodongkan


Senjatanya.


"Jangan bercanda. dia dan kau akan mati !!" Balas pria itu yang dengan cekatan menekan pelatuknya.


Dari belakang ternyata salah satu dari empat pria yang tumbang tadi masih bisa berdiri dan langsung menyerang Victor dengan belatinya dari belakang.


Nasywa yang melihat itu langsung berteriak. "Tuan awas dibelakangmu !!"


Victor menatap tajam kesamping dan


Dorr..


Dorr..


Dorr..


Dorr..


Dorr...


"aakhhh..."


Pria yang memegangi Ani tumbang seketika saat timah panas itu menembus kepala pria yang mencekal Ani.


Nasywa yang memang sangat takut dengan suara pistol langsung menutupi telinganya lalu berjongkok dan memejamkan mata.


Ani dibuat kagum dengan sosok Victor yang semakin hari bertambah berubah


"Kau tidak apa-apa ??" Tanya Victor setelah dekat dengan Ani.


Ani yang memang tak berkonsentrasi segera tersadar. "Iya. Aku..aku tidak apa-apa.."


"Syukurlah.."


Victor langsung membalikkan tubuhnya tanpa membantu Ani berjalan.


Victor mendekati Nasywa yang menangis tersedu seraya menutup telinga bahkan matanya juga tertutup.


Sentuhan tangan Victor membuat Nasywa terjengit.


"Semua sudah berakhir. Kau menang, Ayo berdiri.."Ajak Victor.


Nasywa perlahan membuka kedua tangan yang menutupi matanya.


Terlihat sekali wajah anak gadis itu begitu pucat, Victor pun berusaha menenangkan dengan menerbitkan senyum tipisnya


Ani yang turut mendekati Nasywa langsung berjongkok membantu keponakannya berdiri.


"Nasy.. Kau tidak apa-apakan ??" Ani sangatlah kawatir.


Nasywa menggeleng pelan lalu memeluk Ani dengan erat. Ia begitu takut dengan semua itu


"Tenanglah, Mereka sudah kalah.. Kau aman bersama Bibi.."Ani mencoba menenangkan. Dimana Nasywa mulai menangis terisak.


Sementara Victor hanya diam dan sebagai pendengar saja.


.


.


Atas ajakan Victor, Ani menyembunyikan Nasywa dirumah pribadi milik Victor.


mungkin karna lelah badan dan Fikirannya, Nasywa tertidur pulas setelah ditenangkan oleh Ani.


Didepan pintu Ani hanya bisa menatap nanar keponakannya yang bernasib menyedihkan itu.


"apa dia terlibat masalah ??"Tanya Victor yang entah kapan sudah disisi Ani.


Ani menoleh kearah Victor lalu memilih menutup dulu pintu kamar itu.


"Aku tidak tau ini disebut masalah atau apa. Yang mencari dia itu Papanya sendiri. Kakak iparku, kau kenal kak Arin kan ?? Dia putrinya kak Arina."tutur Ani.


"Arina sudah punya anak sebesar itu ?? Kenapa aku tidak tau ??" Balas Victor.


"Kakakku menikah diusia muda Vic..seharusnya kau sudah mengerti."Timpal Ani.


"Lalu kenapa dia tidak mau ikut papanya ??" Tanya Victor lagi.


"Gabriel ingin menjodohkan Nasywa dengan anak kolega kerjanya, sebagai barter penambahan saham diperusahaan Gabriel yang hampir koleb. Dan Nasywa menolak sekali perjodohan itu, Nasywa masih sangat muda Vic, Dia baru kelas 11 SMA."Terang Ani.


"Papanya gila atau bagaimana, ?? itu namanya menjual anak.."Ucap Victor.


"Sekarang Gabriel ada diapartemen dimana kita tinggal. Dia bukan pria sembarangan, koneksinya banyak, bahkan hanya dalam waktu selama dia bisa menemukan kami. Aku hanya kawatir pada Nasywa.."Ani begitu terlihat frustasi.


"Biarkan dia disini. Kau juga. Selama pria itu belum kembali kalian bersembunyi saja disini."Ucap Victor


Ani terdiam, menimang penawaran yang diberikan Victor.


.


.