
bab 53
.
.
.
Selesai sarapan, Victor mengajak Nasywa untuk kembali keApartemen karna Mamanya masih disana ditempat Ani.
Victor tidak mau sampai istri kecilnya sedih lagi saat sore nanti Mamanya akan kembali KeJakarta.
Tiba diApartemen Para karyawan langsung menunduk Hormat melihat Victor yang tak melepas tangan pada Nasywa.
Semua kini sudah tau pernikahan mereka, Pesta semalam yang sangat meriah masih tersisa dari papan ucapan selamat.
Nasywa yang membaca setiap papan ucapan itu sesekali tersenyum geli. Betapa beruntungnya dia dinikahi pria dewasa yang sangat disenangi banyak orang.
"Apa yang kau lihat ??" Tegur Victor. Nasywa sampai tak sadar jika victor sejak tadi memperhatikan dia.
"Oh.. Tidak, Lihatlah papan ucapannya banyak sekali ternyata. Kenapa belum dibuang ??" Tanya Nasywa.
"Membersihkan Apartemen sebesar ini juga butuh proses sayang. Sabarlah, kenapa memangnya ??" Victor menanggapi.
"Tidak apa-apa. Aku hanya cukup malu namaku tertera disana."Balas Nasywa lirih.
Senyum Victor melebar seketika. "Kau harus terbiasa Honey..Karna kau istri seorang Direktur. Setelahnya dimanapun kau akan dipanggil Nyonya Victor.."Goda Victor.
"Hubby.. "Nasywa menepuk pelan pundak Victor dengan malu.
Akhirnya mereka tiba diResto Apartemen itu. Dimana Amara dan Haikal dan juga Arina, mamanya Nasywa tengah bersantai bersama disana.
Gea yang melihat lebih dulu kedatangan papinya segera turun dan berlari penuh semangat. "Papi !!! Mami !!!"
Victorpun nampak antusias membuka tangan memeluk lalu membawa Gea dalam gendongannya.
"Anak papi.."Balas Victor.
"Hay mami.."Gea melambaikan tangan pada Nasywa yang berada disisi Victor.
"Hay sayang.. Kau sudah sarapan ??" Tanya Nasywa yang penuh dengan senyuman
"Tentu saja sudah. Mami bagaimana ??" tanya Gea balik.
"sudah juga sayang.."balaas Nasywa seraya mengusap pipi Gea yang berada digendongan Victor.
Victor mengalihkan Gea disisi kiri dengan tangan kiri sebagai penompang lalu tangan kanannya kembali menggenggam jemari Nasywa dan keduanya melangkah mendekati orang-orang yang terus memperhatikan penuh kebahagiaan.
"Akhirnya pengantin barunya datang juga..kufikir kau akan kesiangan Vic."canda Haikal.
Nasywa memeluk Amara dan beralih pada mamanya. "mama.."sapa Nasywa.
"Sayang.."balas Arina.
"Kok pagi sekali sudah kesini ??" tanya Amara pada Nasywa.
"Maksudnya ??" Tanya Nasywa balik tak mengerti.
"Biasanya pengantin baru itu akan malas bangun. Apalagi kau kan pasti baru pertama.."Goda Amara.
Haikal menggangguk setuju dengan ucapan istrinya dengan senyum kebahagiaan.
Namun ternyata Nasywa tidak faham apa yang dimaksud oleh teman Bibinya itu.
"Kami tidur nyenyak semalam bik, jadi kami bisa bangun pagi sekali tadi."ucap Nasywa yang segera duduk.
"Tidur ??"Haikal yang sangat terkejut menatap Victor dan Nasywa bergantian.
"Hanya tidur ??" Lagi Haikal memastikan.
Victor hanya mengalihkan wajah. Ia pasti akan diejek habis-habisan oleh pria dihadapannya itu karna belum melakukan malam pengantin.
Sementara Nasywa malah dengan jujur menjawab. "Iya lah paman. Kami hanya tidur. Memangnya kenapa ?? Setiap malam kan orang pasti tidur ??"
Sontak tawa Amara dan Haikal memenuhi seisi resto itu. Victor hanya mampu menepuk jidatnya karna kepolosan sang istri menjadi bahan ejekan dua temannya itu. Haikal bahkan beberapa kali memukuli pundak Victor dengan tawa yang begitu mengejeknya.
"apa ada yang lucu ??" Tanya Nasywa ragu-ragu.
Arina menggeleng pelan dengan senyumannya. Ia baru sadar putrinya benar-benar sangat-sangat polos sekali. Setelahnya, Arina berfikir kasihan untuk Victor, biar bagaimanapun Victor adalah pria dewasa yang membutuhkan hubungan seperti itu.
"Nasywa.. Bisa temani mama sebentar ??" ajak Arina.
"Kemana ma.??" Tanya Nasywa.
"Kembali kekamar bibimu. Bibimu ngotot keproyek, meninggalkan mama. Ada sesuatu yang mama ingin berikan padamu.."tutur Arina.
"Baiklah.. Ayo.."Nasywa sangat bersemangat.
" Mau Amara temani juga kak ??" Tawar Amara.
"Tidak usah. Kalian disini saja.."Arina segera turut berdiri dan menggandeng lengan putrinya.
.
.
.