Little My Wife

Little My Wife
Aku tidak menyangka akan secepat ini



Bab 78


.


.


.


Dan benar saja, saat dokter memeriksa Nasywa. Sang dokter langsung tersenyum lebar


"Nona.. Kalau boleh tau kapan terakhir nona menstruasi ??" tanya dokter wanita itu.


Nasywa terdiam sesaat. "Aku lupa dok.. Tapi memang sepertinya sudah lama. Em.. Sebelum pesta.."


"sudah berapa minggu dok ??" Arina yang tidak sabar segera menanyakan.


"Untuk lebih jelasnya Nona Nasywa harus kerumah sakit untuk melakukan USg. Jadi kita akan tau usia kehamilannya."tutur sang dokter.


"U..usia kehamilan ?? Sa..saya hamil ??" Nasywa begitu sangat terkejut.


"Iya Nona. Tapi saya sarankan kerumah sakit saja untuk pemeriksaan lebih lanjut."balas Dokter.


"Tapi.. Aku melakukannya belum ada satu bulan.."Nasywa menatap Victor dengan mimik wajah kawatir.


Victor, Arina dan dokter seketika tersenyum. Nasywa memang masih sangat polos untuk hal seperti itu.


"Tenanglah sayang. Itu wajar terjadi."Victor menenangkan Nasywa.


"Nona.. Usia kehamilan dihitung dari terakhir Nona menstruasi, Jadi jangan salah faham dengan apapun."Tutur sang dokter.


"Oh..."


"Besok silahkan atur jadwal saja tuan. Kita akan lihat usia kehamilan Nona."tambah dokter.


"Iya dok.. Terima kasih.."Balas Victor.


Dokter pun berpamitan keluar dengan diantar Arina.


Sementara Victor kembali menghujani Nasywa dengan kecupan. Rasa syukur begitu ia panjatkan karna Tuhan telah memberikan kepercayaan lagi padanya.


"Hubby..benarkah aku hamil ??" Nasywa masih tak percaya.


"Tentu saja Sayang.. Dokter tadi adalah dokter obgyn. Dan testpect yang kau pakai tadi sudah menjadi penguatnya. Selamat sayang.. Kau akan menjadi seorang ibu.."Peluk Victor.


Senyum perlahan terbit dari bibir Nasywa. Ia sama sekali tidak menyangka akan hamil diusianya yang masih muda.


Arina kembali dan turut duduk disisi ranjang Nasywa.


"Mama.."Nasywa menatap dengan sendu.


"Aku tidak menyangka akan secepat ini."Timpal Nasywa tak bisa menyembunyikan kebahagiaanya.


"Iya.. hidup barumu baru akan mulai Nak.. Bersabarlah dalam masa kehamilan muda ini.. Akan ada banyak suka dan duka dalam kehamilan mudamu, nikmati jalani dan syukuri, banyak diluaran sana yang menginginkan rasa indah dimasa kehamilan muda seperti ini.."Nasehat Arina dengan sangat bijak.


Nasywa menggangguk dengan cepat.


"Sekarang istirahatlah, Jika kau ingin sesuatu katakan pada suamimu.. Maafkan mama tidak bisa disini terlalu lama. Anak panti membutuhkan mama.."Pamit Arina.


"Sebenarnya Nasy masih ingin mama disini.."Balas Nasywa.


"Kau memiliki suami yang sangat siaga anakku.. Tenang saja."Timpal Arina seraya melirik Victor. "Victor, jaga Nasywa ya.. Aku percaya padamu.."tambah Nasywa.


"Itu pasti.."balas Victor dengan serius.


Setelahnya Arina pun memilih kembali kepanti. Ia sudah cukup percaya pada Victor, mengingat bagaimana perhatian dan sayangnya Victor pada Nasywa.


.


.


Sore hari, Tidur Nasywa harus terganggu dengan rasa mual yang begitu berlebihan.


Ia buru-buru kekamar mandi guna memuntahkan isi perutnya


Victor yang baru masuk dengan semangkuk bubur buatannya, tak menunggu apapun. Ia segera menyusul Nasywa menjaga istri kecilnya yang mengalami Nyidam itu.


Dengan dituntun Victor, Nasywa kembali duduk dikursi sofa. Victor pun dengan telaten mengusap mulut Nasywa dengan tisu.


"Minum air hangat dulu ya.."Victor menyodorkan segelas air putih pada Nasywa.


Nasywa hanya bisa pasrah. Rasanya memang luar biasa.


"Baby.. Aku buatkan bubur ayam. Kau mau coba ??" Tawar Victor.


"Tapi nanti jika muntah lagi bagaimana ??" balas Nasywa dengan suara lemas.


"Tidak masalah. Dokter tadi kan juga bilang begitu. Mau muntah atau tidak harus tetap makan."balas Victor.


"Baiklah.. Tapi suapi ya.."Pinta Nasywa.


"Tentu saja sayang.."Victor pun dengan cepat menyendokkan bubur untuk Nasywa. Dengan telaten Victor menyuapi istri kecilnya. Sesekali candaan diberikan Victor agar Nasywa lupa dengan rasa lemas karna sejak pagi hanya muntah terus-terusan.


.


.


.