Little My Wife

Little My Wife
Belajar memasak



Bab 20


.


.


.


Petang sudah menjelang. Nasywa berinisiatif membuat makan malam. Dengan membawa sebuah buku resep, Nasywa memasang celemek dan segera mencari beberapa bahan masakan didalam kulkas besar.


Semua ada didalam kulkas itu, Nasywa bahkan dibuat terperangah dengan susunan didalam kulkas yang begitu rapi dan bersih, hingga Nasywa mudah mencari apa yang hendak ia olah.


"Baiklah. Waktunya menjadi istri Nasywa."ucap Nasywa penuh semangat seraya meregangkan kedua tangannya.


Nasywa meneliti semua menu yang ada didalam buku. Hingga ia menemukan beberapa yang membuat rasa ingin taunya muncul.


"Baiklah.. Kita mulai.." nasywa membaca satu persatu resepnya dengan penuh keseriusan.


bahkan Nasywa melakukan sama seperti yang ada dibuku.


"Goreng ikan itu pakai minyak kan ?? Tapi nanti jika meledak bagaimana ?? Mama pernah kena minyak panas waktu itu gara-gara goreng ikan."Nasywa berkutat dengan otaknya.


Ketakutan dan keraguan muncul dalam diri Nasywa. Apalagi saat minyak mulai panas.


"aduh...ini aku bagaimana memasukkan keminyak ??!!"Nasywa bingung bukan kepalang.


Dengan penuh ketegangan Nasywa melempar ikan keminyak panas.


Srennggg !!!!


"Aaakkjhhhh !!!!" Nasywa kesakitan bukan main saat benar adanya minyak panas itu mengenai tangan Nasywa.


"Aduh.. Sakit sekali..Huh..huh..huh.." Nasywa memegangi lengannya dan meniupi. Namun dengan cepat kilat Tangan Nasywa diraih seseorang dari belakang.


"Ya ampun.. Bagaimana bisa begini.."Victor meniupi Bekas minyak dilengan Nasywa.


Nasywa yang terkejut hanya bisa terpaku melihat bagaimana Victor begitu kawatir meniupi lengan Nasywa yang memerah.


Victor melirik kuali yang ada diatas kompor, "Tunggu sebentar.."Victor mematikan kompor terlebih dahulu lalu kembali meniupi Lengan Nasywa.


"Em.. Tidak apa-apa kok paman. sudah tidak panas.."Ucap Nasywa yang merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa bagaimana ??! Lihatlah bekasnya memerah begini.."Balas Victor.


"tunggu sebentar. Aku ambilkan salep."Victor berlalu dengan berjalan cepat menuju sebuah laci dan kemudian kembali mendekati Nasywa. Dengan penuh ketlatenan Victor mengoles saleb pada luka akibat terkena minyak panas dilengan Nasywa.


Diperlakukan seperti itu, Nasywa malah semakin tak karuan perasaannya. Ia menatap lekat Victor yang penuh keseriusan mengusap lengannya.


"Terima kasih paman.."Balas Nasywa yang malu sekali saat tatapannya dibalas Oleh Victor.


Victor membalas dengan senyuman dan tak lupa mengusap kepala Nasywa dengan lembut. Ia kemudian beranjak dari duduknya menuju kompor yang ia matikan tadi.


Senyum kembali terlihat diwajah Victor saat melihat Ikan yang mengambang diminyak.


Nasywa malu sekali, ia menggigit bibir bawahnya seraya mendekati Victor.


"Maaf paman aku membuat dapurmu berantakan."


"Tidak masalah."Victor beralih menghadap Nasywa yang tertunduk. "kau ingin belajar memasak ??" tawar Victor.


Perlahan Nasywa mengangkat wajahnya.


"Kemarilah."Victor menyalakan kembali kompor dan hal itu membuat Nasywa segera mundur lagi karna ketakutan.


"Kemarilah.. Tidak apa-apa. Aku sudah menutupnya, kau tidak akan terkena minyak."Panggil Victor yang segera menutup kuali penggorengan Ikan.


Nasywa masih tampak ragu, dan hal itu benar-benar membuat Victor merasa gemas sekali. Victor mendekati Nasywa. "Menggoreng ikan tidak semengerikan itu. Ayo.."Ucapnya dengan penuh kelembutan.


Nasywa akhirnya menurut dan mengikuti Victor mendekati kompor.


"Ikannya tadi mau kau masak apa ??" Tanya Victor memecahkan ketegangan Nasywa yang begitu takut terkena minyak panas lagi.


"Itu.. Seperti dibuku.."Nasywa menunjuk buku yang ia letakkan disisi kompor.


Victor membacanya dan menggangguk pelan. "Baiklah. Aku yang goreng ikannya, kau yang iris bumbunya saja ya ?? Nanti aku ajari membuat saus seperti digambar itu."


"Benarkah ??" senyum Nasywa perlahan terbit. Dan balasan anggukan Victor membuat ketakutan Nasywa perlahan memudar.


Victor menyiapkan semua bahan dan diletakkan dihadapan Nasywa.


"Lihatlah, mengirisnya seperti ini.."Victor mencontohkan mengiris bawang bombay dan beberapa bahan lain.


Nasywa memperhatikan dengan seksama. "Kemarikan paman, Aku akan coba.."


"baiklah. Hati-hati. Ini pisau tajam, jangan sampai tanganmu terkena ya.."pesan Victor. Nasywa segera menggangguk penuh semangat dan tak lupa mengembangkan senyum yang dibalas oleh Victor.


.


.


.