Little My Wife

Little My Wife
Tidak dikunci



Bab 12


.


.


.


Susah payah dua wanita memapah tubuh Nasywa yang sudah mulai oleng.


Iya, Nasywa telah mabuk akibat terlalu banyak minum. Dua wanita karyawan Horison Group itu begitu takut sehingga memilih mengantar gadis muda itu kekamarnya.


"Kau yakin tinggal diApartemen ini ??" Tanya wanita itu pada Nasywa.


"Tentu saja. Em..tunggu.."Nasywa berusaha menajamkan matanya dan mengingat nomer kamar apartemen bibinya.


"Tapi kita sudah dilantai tertinggi. Sejak tadi kau katakan naik satu lantai naik satu lantai, Tapi kok belum sampai ??"Timpal salah satu wanita.


Nasywa tersenyum dengan sempoyongan, memegangi kedua pipi wanita itu. "Bibi jangan suka marah-marah dong.. Nanti cepat tua.."


Segera wanita itu menurunkan tangan Nasywa dan kembali meraih Nasywa yang hendak terjatuh.


"Jadi kamar yang mana ??" Tanyanya lagi.


Nasywa meneliti satu demi satu nomer yang ada disana. Hingga saat tiba dikamar paling ujung Nasywa tersenyum dan berhenti.


"Sudah Ketemu. Pergilah. Ini kamar bibiku.."Ucap Nasywa seraya melambaikan tangan.


"kau yakin ??" Tanya wanita itu lagi.


Nasywa menggangguk dan berusaha membuka pintu. "Bye..." nasywa segera masuk dan menutup kembali pintu Apartemen itu.


Kedua wanita itu segera membalikkam tubuh lalu hendak kembali kepesta, setidaknya mereka sudah membawa anak muda itu kekamar saudaranya agar tidak sampai terjadi masalah, mengingat Nasywa mabuk karna bujukan mereka berdua.


.


Nasywa berdiri mematung didepan pintu. Ia beberapa kali mengedipkan mata, berusaha menajamkan matanya. Sembari memegangi kepalanya yang semakin berdeyut.


"Kenapa kamar Bibi gelap sekali ??"Gumam Nasywa.


.


.


Dini hari sekitar pukul 02.00, Victor memilih kembali kekamar Apartemennya. karna paksaan dari Wisnu, Victor minum Alkohol terlalu banyak hingga membuat kepala Victor terasa amat berat. Beberapa kali Victor bahkan menabrak benda saat keseimbangannya mulai tak setabil.


Tiba didepan pintu ia hendak membuka kunci, namun ia heran saat pintu kamar Apartemennya malah tak terkunci. "Pasti aku lupa menguncinya.. Aisshh.. Sialan Wisnu, kepalaku berat sekali.."Gumam Victor yang langsung masuk dan menutup kembali pintunya.


Tujuannya tak lain adalah kamar. Ia sudah tidak tahan dengan rasa tak nyaman yang menyuruhnya untuk tidur. Hingga Victor hanya membuka kemejanya lalu membaringkan tubuh diranjang untuk tidur.


.


.


Kekalutan Begitu dirasakan Ani. Ia benar-benar tak menemukan Nasywa. Fikiran Ani hanya satu, mungkinkah Nasywa sudah dibawa anak buah Kakak iparnya.


"Ya Tuhan.. Bagaimana ini ??"Ani begitu sangat kawatir.


Ani memilih kembali kearea pesta yang masih terus berjalan.


ia hendak meminta bantuan Victor, Namun Ani harus kecewa lagi karna ia tak mendapati Victor disana.


Hingga saat melihat wisnu yang tertawa bebas, Ani buru-buru menghampiri. "Wisnu !! Kau lihat Victor ??"


Wisnu menajamkan matanya. Iya, pria itu sudah mabuk karna tantangannya bersama Victor tadi.


"Oh.. Ani ya ?? Sorry An, aku kalah taruhan, aku tidak bisa memaksa Victor memacarimu.."ucap Wisnu dengan ngawur.


"Astaga !! Aku benar-benar bisa gila !!!" Ani buru-buru pergi. Ia telah salah tempat. Semua yang ada disana ternyata sudah dalam kondisi Mabuk.


Ani kembali menyusuri lorong Apartemen. Ia sudah buntu fikirannya, "Apa jangan-jangan dia kembali kekamar ?? Coba aku cari dikamar dulu.."Ani segera mempercepat langkahnya menuju Kamar Apartemen miliknya berharap anak gadis itu sudah disana.


.


.


.