
Bab 48
.
.
.
Dengan digiring Haikal, Victor berlari menuju pintu yang dimaksud oleh Haikal, setelah memastikan ternyata benar, Nasywa sudah tidak ada didalam rumah itu lagi.
Sesuatu yang sangat mengejutkan, dirumah besar Gabriell ternyata ada sebuah pintu rahasia. Dan Haikal dengan mudah menemukannya.
"Pria itu !! Aku benar-benar akan membunuhnya !!"umpat Victor dengan segala emosinya.
"Dia orang sepertiku. Kau harus berhati-hati. Dilingkungan ini sepertinya juga dipasang bahan peledak. Tapi aku tidak bisa menemukannya."Balas Haikal.
"Inilah yang membuatku tidak betah Hidup diJakarta !!"Timpal Victor yang segera menghentikan langkahnya saat Nasywa terlihat dari sebuah pintu besar tengah diseret oleh Gabriell menuju seorang pria yang menunggu disebuah mobil.
"Kemarikan pistolmu !!!" Pinta Victor dengan emosinya.
"Kau kan tidak pernah menembak ?? Bagaimana bisa ??" haikal sedikit ragu.
Victor merampas paksa dengan tatapan tak suka pada rekan lamanya itu.
.
.
"Papa.. Lepaskan aku.. Pa..papa bohong !!" ronta Nasywa.
Sementara Arina yang hendak membela harus mendapat siksaan dari anak buah Gabriell yang membantu Gabriell barusan.
"Itu bodohnya suamimu !! Dan setelah pria yang disana mendapatkanmu, Papa akan banyak uang Nasywa !!!" Ucap Gabriell berapi-api dengan senyum kelicikannya.
"Ayah biadab !!!! Kau benar-benar iblis Gabriell !!! Nasywa putrimu !!!" Teriak Arina yang dijambak rambutnya oleh anak buah Gabriell.
"Bahkan tes DNA tidak membuatku mengakuinya Arina !!!! Diam saja kau !!!" sentak Gabriell dengan terus menyeret Nasywa.
Pria yang didalam mobil segera keluar, saat barang pesanannya sudah sampai.
Namun sebuah timah panas tiba-tiba mendarat ditangan Gabriel yang memegangi Nasywa.
Dorrr !!!!
"Akkhh !?!" pekik Gabriel
Pria bernama.morgan itu seketika hendak masuk kedalam mobil, namun Haikal lebih dulu menembaknya dan tepat mengenai kakinya.
"Akkhh !! Sial !!!"Umpat Morgan yang menahan sakit dikakinya.
Anak buah Gabriell yang melihat bosnya terancam segera menyerang Haikal dan juga Victor.
Victor tak menunggu apapun. Ia sudah sangat kawatir pada istrinya, Hingga Timah panas segera ia layangkan pada beberapa anak buah Gabriell.
Nasywa segera didekap Victor yang sudah mendekati Gabriell.
"Hubby.. Aku takut sekali.."Ucap Nasywa dalam tangisannya.
"Tenanglah. Ada aku disini.." Balas Victor yang segera memeluk Nasywa memberi wanita itu ketenangan.
"Sialan kau Haikal !!! Beraninya ikut campur !!" teriak Gabriell saat melihat Haikal.
"Itu salah mu sendiri. Pria gila !! Anak sendiri mau dijual. Hey Morgan, Apa kakimu yang aku patahkan sudah sembuh ?? Mau aku patahkan lagi ??!!" Cerocos Haikal.
Morgan nampak jengah melihat Haikal. Iya, Haikal tak terkalahkan dalam bisnis gelap. bahkan pertarungan mereka beberapa tahun lalu menyebabkan kaki kanan Morgan harus membusuk.
"Bulsit !!! Kau juga sama saja !! Takut hanya pada seekor tikus got seperti dia !!" Sentak Gabriel yang dikuasai emosi.
Victor yang cukup geram langsung menghadiahi wajah Gabriel dengan bogeman mentah.
Bugggg !!!!
Tak tinggal diam, Meski tangannya terluka Gabriel melawan Victor untuk bertahan
sementara Haikal memilih menahan Morgan agar tidak kabur. Nasywa berlari membantu sang Mama yang diikat oleh anak buah papanya.
Daggg...
Daggg..
Daggg...
Daggg...
Bruuukkk !!!
Gabriell ambruk setelah pukulan bertubi-tubi dilayangkan Victor yang dikuasai Emosi.
"Mati saja kau !!!" Teriak Victor yang melayangkan kaki didada Gabriel.
Daggg !!!
"Akkhhh !!!" darah segar mengalir dari mulut Gabriell.
Arina segera menutup mata Nasywa agar tak melihat semua itu. Nasywa sangat menyayangi papanya, bisa saja ia menahan Suaminya.
Nafas terengah-engah denga peluh memenuhi badan begitu terlihat pada Victor. Kemejanya bahkan sudah tak rapi lagi seperti tadi.
"Bangun kau !!!"Victor menarik kerah Gabriell lagi.
"otakmu masih dikepalamu tidak !!! Hah !!! aku ingin memecahkan kepalamu sialan !!!!" Teriak Victor dan kembali bogeman dilayangkan Victor pada Gabriell.
Gabriell lemah tak berdaya dengan luka disekujur tubuhnya ia tersungkur begitu saja setelah semua serangan Victor yang benar-benar mematikan.
"kau..kau..akan rugi membunuhku Victor..Karna..karna.. Jika aku mati, Wanita disana.."Gabriell menunjuk Arina.
"Akan mati juga..kami saling terhubung dengan..ba..han peledak."Tambah Gabriell yang terbata. Victor sangatlah terkejut. Begitupun dengan Haikal yang sedang menawan Morgan.
"Apa ???" Nasywa melihat sang mama.yang mematung.
"Jadi ini yang kau pasang pagi tadi pa ??" Arina membulatkan matanya tak percaya
Gabriel tersenyum dalam sakitnya luka didalam tubuhnya.
"Lihatlah nasywa.. Kelakuanmu..akan.. Membunuh.. Kedua orang..tuamu.."
Nasywa menggeleng pelan dengan berderai air mata.
Arina tak gentar sedikitpun. Ia sangat ingin putrinya Bahagia dan lepas dari belenggu Papanya yang kejam itu.
"Victor. Tembak saja dia. Aku tidak masalah berkorban disini."Ucap Arina dengan lantang.
"Mama !!"
.
.
.