Little My Wife

Little My Wife
Kau tidak akan mabuk



Bab 11


.


.


.


Nasywa benar-benar beruntung sekali. Semua yang ada dipesta begitu akrab seketika dengan Nasywa. Sampai-sampai Nasywa lupa jika ia memiliki Bibi. Sejak tadi canda tawa terus terdengar dari bibir Nasywa dan rekan yang baru saja ia kenal.


"Hay anak muda.. Kau harus coba minuman ini.."Ucap salah seorang wanita.


"Itu alkohol bibi.. Aku bisa mabuk.."Balaa Nasywa.


"Jika hanya segelas kau tidak akan mabuk"Timpalnya.


"coba saja dulu..Nanti pasti kau akan ketagihan."Tambah wanita lain lagi.


Keraguan terbit dihati Nasywa, Ia begitu ingin mencoba, namun ia sangatlah takut jika sampai mabuk. Bibinya pasti akan mengomel bahkan menarik telinganya sampai putus.


Namun rasa ingin tau mengalahkan semuanya. Nasywa menerima uluran tangan wanita rekan barunya itu dengan tersenyum penuh paksaan. "Satu gelas saja ya.."


Kedua wanita itu menggangguk. Dan tepukan pun diberikan dua wanita itu saat Nasywa berhasil meneguk habis minuman beralkohol dalam gelas hingga tandas.


.


.


"Minum !! Minum !! Minum !!" Kompak para karyawan kantor yang sepakat ingin menjodohkan Ani dan Victor. Kini mereka memberikan dua gelas alkohol pada Victor dan Ani lalu memaksa keduanya untuk meminumnya.


"Ayolah Buk.. Sekali ini saja.. Lain kali tidak lagi.."Bujuk salah seorang


"Iya buk.. "ucap yang lain bersamaan.


"Tapi saya tidak biasa minum.. Saya takut mabuk.."Ucap Ani dengan jujur.


"Hanya satu gelas kecil buk. Ini tidak akan memabukkan.."Timpal mereka.


"Pak Victor.. Ajari Buk Ani minum dong.."Tambah lagi yang lain bicara.


"Kalian ini !? Mau saya pecat !!!" Balas Victor.


"vic.. Ini bukan kantor ya !!" Timpal Wisnu dengan cengengesan.


Victor hanya mendesah kasar. Ia tak bermasalah untuk meminum alkohol, Sebab ia adalah seorang peminum sebelumnya. Namun jika dihadapkan bersama Ani, Victor sama sekali merasa tidak enak.


Namun akibat bujukan para karyawan Victor segera meneguk hingga tandas gelas berisi alkohol itu.


Tepukan riuh penuh semangat mengiringi Victor saat meletakkan Gelasnya diatas meja.


Ani yang merasa tak enak karna Victor tak begitu menanggapi segera meneguk pula minuman alkohol itu.


"Sudah. Kalian minggir.."Ani segera hendak berdiri.


"Ibu mau kemana ?? Duduk dulu.."cegahnya.


"Aku mau cari keponakanku.."Ani segera menghindar. ia tak mau dipaksa minum lagi. Benar-benar tidak enak minuman seperti itu.


""yah.. Vic, kau ini bagaimana.. Sudah dekat masih dingin saja.."Ucap Wisnu.


"Aku tau niat kalian. Dan aku tidak akan terpengaruh"Balas Victor dengan santai. Ia cukup heran bagaimana gadis muda tadi tiba-tiba hilang disekitar sana Victor mengedarkan pandangan sama sekali tak ditemukan.


"Kalian itu serasi. Semua setuju juga.."kata Wisnu lagi.


Victor tak begitu menanggapi.


Wisnu tak kehabisan "Vic. Mau tidak bertaruh denganku ??"Tawar Wisnu.


"Apa ??" Victor tak begitu menanggapi.


Wisnu mengambil beberapa botol minuman dan diletakkan diatas meja mereka berdua.


"kau habiskan 5 botol dan aku 5 botol. Jika kau tidak mabuk setelah habis 5 itu, aku tidak akan menjodohkanmu dengan Ani. Tapi jika kau mabuk dan K O, Kau harus menuruti kemauan kami.. Bagaimana ??" terang wisnu


"Konyol !! Aku tidak mau !!" Balas Victor dengan cepat.


"kau bukan pria lembek kan Vic ??!!"ejek Wisnu.


Victor langsung melempar tatapan tajamnya.


"Buka semua botolnya !!!" perintah Victor.


Kembali tepukan riuh terdengar disana. Wisnu puas bukan main. Ia tak mau sahabatnya harus sendiri sampai mati, meski Wisnu sendiri tak yakin dia bisa atau tidak.


.


.


Ani dibuat kawatir karna tak menemukan Nasywa disekitar pesta. "Kau dimana Nasy..Ya Tuhan.. Aku sampai melupakan anak itu.."Gumam Ani yang masih terus mencari.


.


.


.