Little My Wife

Little My Wife
Kami saling mencintai



Bab 13


.


.


Saat Ani membasuh wajah setelah bangun tidur, ia dikejutkan dengan ketukan pintu yang begitu keras dan tak mau berhenti.


Bahkan waktu masih sangat pagi sekali, Ani mengira jika itu adalah Nasywa yang baru kembali. Tanpa curiga Ani buru-buru berlari kearah pintu masuk dan langsung membukanya.


"Nas...-" Ani Menghentikan ucapannya saat Ternyata Gabriel dan beberapa anak buahnya berdiri dihadapannya.


Tatapan tajam dengan penuh kebencian diberikan Gabriel saat pandangannya bertemu dengan Ani.


Susah payah Ani menelan ludahnya beberapa lalu ia berusaha mengendalikan diri lagi.


"Aku sudah katakan.. Nasywa tidak..-"


"Kau menjualnya kan !!!!" Sentak Gabriel dengan suara meninggi. Ani yang terkejut langsung membulatkan mata.


"Apa maksudmu ???" Tanya Ani Dengan serius.


"Kau mengataiku orangtua yang tidak memiliki hati, Lalu kau apa ??!! Kau bujuk Nasywa agar melayani pria hidung belang kan ??!!!" Sentak Gabriel dengan mata berapi-api.


"Kau gila atau bagaimana kak !!! Mana mungkin aku melakukan hal menjijikkan seperti itu !!!" Timpal Ani.


"Sekarang ikut aku !!!" Gabriel langsung menyeret Ani dengan kasar. Ani berusaha melepaskan diri namun nyatanya pegangan tangan Gabriel begitu kuat terasa.


Setelah menaiki lift dan menuju lantai teratas, Gabriel menarik Ani lagi menuju sebuah kamar yang sangat dikenali Ani.


"Untuk apa kita kemari ???" Tanya Ani dengan segala kekalutannya.


gabriel tidak menjawab, ia memerintahkan anak buahnya agar membuka pintu apartemen itu.


"Buka pintunya !! Cepat !!"


Segera anak buah gabriel patuh. Dan benar saja, pintu segera terbuka lebar. Gabriel dengan emosinya kembali menyeret Ani hingga masuk kedalam menuju kamar yang hanya dibatasi sekat.


Mata Ani membulat bak bola dengan reflek tangannya menutup mulut melihat sebuah pemandangan mengejutkan diatas ranjang.


Terlihat sekali, Nasywa dan Victor yang saling berpelukan. Entah bagaimana awalnya, Ani sendiri bahkan tak bisa memikirkan sebabnya.


"Nasywa !!!!" Teriak Gabriel yang dikuasai Emosi.


Sontak Yang tengah tertidur segera terbangun. Victor dibuat terkejut dengan dirinya yang memeluk Nasywa. Jangan tanya lagi, Nasywa hampir memekik jika saja Nasywa tidak melihat kehadiran sang papa yang entah bagaimana bisa dikamar itu.


"Gabriel. Dengar dulu aku tidak tau kenapa dia dikamar ini !!!?" Timpal Victor mencoba membela diri.


"sialan kau ya !! bajingan tetaplah bajingan !!!" Umpat Gabriel yang langsung menghadiahi Tinjuan maut pada wajah Victor.


Bukk !!!


"papa !!!" Teriak Nasywa.


Ini adalah sebuah kesalahan, Nasywa segera bangkit dari tempat tidur berusaha membela Rekan Bibinya itu.


"Apa ??? Kau tidak mau dijodohkan karna ingin menjadi pelacur !!!? Melayani pria-pria dewasa seperti ini ???!!"Tuduh Gabriel yang sudah dikuasai emosi mendalam.


"Kau salah faham Gabriel !!! Kami tidak melakukan apapun !!!" Ucap Victor berusaha menjelaskan.


"Bulsit !!!" Gabriel.kembali menghujani Victor dengan bogeman mentah.


Bukk !!


bukk !!!


Victor sampai terhuyung hendak jatuh, namun Nasywa segera menahannya.


" Aku akan membunuhmu Victor !!!" Gabriel hendak mengambil Pistol namun dengan cepat Nasywa menempatkan diri didepan Victor dengan membuka kedua tangannya.


"Hentikan pa !!! Jika papa ingin menghakimi, hakimi aku saja !! Bunuh aku saja !!!"


" Menyingkirlah anak nakal !!!" Sentak Gabriel.


Sembari memejamkan mata Nasywa mengucapkan sebuah kalimat yang mengejutkan semua orang yang ada disana.


"Kami saling mencintai !!! Aku kemari karna ingin bersama dia !! Aku tidak mau dijodohkan dengan pilihan papa karna aku sudah punya dia !!!"


bagai disambar petir, Gabriel begitu terkejut dengan pengakuan Nasywa barusan. Jangan kan Gabriel, Ani pun tak kalah terkejut.


Victor sendiri sampai mematung menatap punggung gadis muda yang berada dihadapannya.


.


.


.