Little My Wife

Little My Wife
Terus saja mengataiku tua



Bab 66


.


.


.


Tanpa sengaja didalam Lift,Nasywa bertemu Ani dan juga Wisnu.


"bibi.."Nasywa senang bukan main dan memeluk sang bibi.


"Kau kemari ?? Mengantar makan siang suamimu ??" Tanya Ani seolah tau dari apa yang dibawa Nasywa.


"Iya. Bibi jangan makan diluar. Kita makan sama-sama. Paman Wisnu juga ya.."Ucap Nasywa seraya menatap Wisnu.


"Boleh itu.."Balas Wisnu penuh sangat.


Ani seketika menurut. Ia terus merengkuh Nasywa memeluk Keponakannya itu.


Ketiganya berjalam beriringan menuju Ruangan Victor. Dan tanpa permisi Wisnu membuka pintu Ruangan Victor.


"Sopan santunmu dimana Wisnu !!?"gerutu Victor tanpa menatap kearah pintu.


Nasywa tertawa geli saat melihat Victor yang mengenakan kacamatanya tengah fokus pada berkas yang menumpuk.


"Hubby.."Nasywa berlari kecil mendekati Victor.


Mendengar suara Istri kecilnya Victor langsung menoleh.


"Honey.. Kau kemari.."Victor segera berdiri menyambut Nasywa dengan pelukan hangatnya.


"Cih...mentang-mentang pengantinbaru, temannya yang datang diabaikan giliran istrinya langsung disambut."Ejek Wisnu.


"Nasib jadi obat nyamuk kita Wisnu.."tambah Ani.


"Kalian berisik sekali.."Balas Victor.


"Sudah.. Sudah.. Kita makan siang sama-sama yuk.."Ajak Nasywa.


"Bersama mereka juga ??" Victor memastikan.


"Iya. Aku masak cukup banyak. Kalau hanya kita tidak akan habis."Nasywa segera duduk dikursi membuka kotak makananya.


Ani dan Wisnu mengikuti nasywa untuk duduk.


"Astaga..Aku kan maunya makan berdua."Gumam Victor seraya melepas kaca matanya.


"Wah.. Kau masak banyak ya .."puji Wisnu saat beberapa menu disuguhkan.


"Sengaja paman.. Ayo makanlah, jangan sungkan.."Nasywa mempersilahkan.


"Hubby.. Kau mau makan pakai apa ??" Tanya Nasywa.


"Sadarlah Vic. Ini masih siang.."Timpal Wisnu.


"Diam kau pria tua !!" sanggah Victor.


"Kau juga tua Victor ?? Lupa ya.."Wisnu terus mengejek Victor hingga membuat Victor kesal bukan main.


Hal itu malah membuat Nasywa terkekeh lucu, apalagi ekspresi Victor begitu menggemaskan bagi nasywa.


.


.


Selesai makan siang, Wisnu dan Ani kembali keruangan mereka. Nasywa juga sudah selesai membereskan kotak makanannya.


Victor masih nampak kesal karna makan siang mereka terganggu oleh Wisnu dan Ani yang terus mengejeknya.


Melihat suaminya masih kesal, Nasywa mendekati Victor dengan manja. "hubby.. Senyuman sedikit.. Kau akan terlihat tua jika tidak mau senyum.."


"Terus saja mengataiku tua."Timpal Victor.


"Tapi kau masih sangat tampan Hubbyku.."Nasywa memegangi kedua Pipi Victor karna gemas.


Victor tak menunggu waktu lagi. Ia mengikis jarak dengan menarik Nasywa dan langsung mencium bibir Nasywa.


"Hubby.. kita dikantor.."Nasywa segera menyudahi karna sadar mereka tengah dikantor.


"Memangnya kenapa ?? Aku sangat berharap wisnu kembali dan melihat kita seperti ini.."Victor kembali menyambar bibir Nasywa


"Eemmptt.."Nasywa kembali mendorong pelan dada Victor.


Victor tak membiarkan Nasywa melepas ciumannya, Victor memilih memperdalam ciuman itu hingga Nasywa dibuat terbuai.


Jangan tanya lagi tangan Victor ada dimana, Tangan Victor sudah berlabuh digundukan kecil namun berisi milik Nasywa.


Seketika Nasywa bersuara seksi saat Gundukannya terremas oleh tangan kekar Victor.


"Hubby.. Aahh.."Nasywa sudah tak bisa menahan sesuatu yang bergejoka didalam dirinya. Sadar akan hal itu, Victor langsung menggiring Nasywa menuju ruangan pribadinya tanpa melepas penyatuan ciuman mereka.


Tangan Victor bahkan begitu lihai mengunci pintu dengan santai.


Didalam, Victor langsung membuka kemeja kerjanya, dan langsung menyerang Nasywa. Nasywa tidak diberi waktu untuk berkata lagi. Bibir Nasywa sudah dihantam habis oleh Victor dengan buaian asmara yang sangat memabukkan.


Percintaan dan penyatuan akhirnya mereka lakukan dikamar pribadi Victor. Beberapa kali pelepasan membuat keduanya begitu puas dalam bermain. Nasywa sudah tak bisa berkata apapun. Hanya suara seksinya yang sesekali keluar saat penyatuan dilakukan.


.


.


.