
Bab 77
.
.
.
Victor buru-buru menyusul Nasywa lagi kekamar mandi.
"Sayang ini tidak wajar sekali.. Kita kedokter saja ya.."ajak Victor.
Nasywa terlihat menggeleng.
"Aku hanya mau tidur hubby.."
"tapi sayang..-"
"Hubby..."Rengek Nasywa. Layaknya bayi, Kembali Victor menggendong tubuh Nasywa menuju ranjang. Lalu meletakkan perlahan tubuh Nasywa. Victor mengusap kening Nasywa.
"Kau bahkan tidak bisa makan.. Nanti tambah lemas jika tidak makan.."bujuk Victor.
"Tapi aku tidak suka rasanya Nasi Hubby.. Tidak enak.."Timpal Nasywa dengan suara paraunya.
Victor mendesah lirih. "Jadi kau mau makan apa ?? Setidaknya walau sedikit kau tetap harus makan. Karna kalau kau tidak makan dan muntah terus kau akan lemas dan bisa-bisa diinfus.."
"Hubby..belikan aku sate kambing. Aku ingin makan sate kambing dengan lontongnya."Balas Nasywa.
"Sate kambing ??"Victor cukup terkejut. Karna Nasywa biasanya tidak terlalu suka dengan daging-daging apalagi kambing
"Iya.."
"Em.. Baiklah, tapi jika aku tinggal kau dengan siapa dirumah ?? Nanti kau mual lagi bagaimana ??" Victor begitu kawatir.
"Tidak masalah. Tinggal saja. Aku akan tahan sampai kau pulang.."Balas Nasywa berusaha tersenyum.
Victor tak mau mendebat istrinya yang sedang tidak baik-baik saja. Ia memilih keluar, Membawa kunci mobil dan dompetnya. Namun saat tiba dilantai bawah, Victor buru-buru menghubungi Arina, mamanya Nasywa.
ponsel.nampak menempel ditelinga Victor. "halo ma.."
"Victor, ada apa ??" Balas Arina.
"Ma, bisa tidak kerumahku sekarang ?? Em.. Nasywa tidak enak badan, dia muntah terus sejak pagi, tapi dia menolak aku bawa kedokter, dan sekarang dia minta sate kambing karna dia akan muntah jika melihat nasi."terang Victor.
Wajah Arina yang semula tegang mendengar putrinya sakit berubah menjadi senyuman. Apalagi saat mendengar tambahan penjelasan Victor.
"Iya..iya.. aku kesana. Kau pergilah. Sebentar lagi aku datang.."balas Arina dengan tenang.
.
.
Saat kembali, Dan masuk kedalam kamar Victor kawatir lagi saat Melihat Nasywa muntah dengan ditemani Arina.
"Astaga.. Ma.. Sejak tadi muntah terus Nasywa ??" Victor berlari masuk kedalam kamar mandi setelah meletakkan makanan pesanan Nasywa.
"Tidak. Baru sekarang ini.."Arina terlihat tenang menjawab.
"Sayang kau tidak apa-apa ?? Sudah muntahnya ? Kita rebahan lagi ya ??" Tawar Victor dengan mimik wajah kawatirnya.
Nasywa hanya mampu mengganggukkan kepalanya. Dan lagi-lagi Victor kembali menggendong tubuh Nasywa lagi menuju ranjang.
"Nasywa pesananmu sudah datang, Makan ya supaya kau ada tenaga.."Bujuk Arina.
" Tapi ma..Mulut Nasy pahit sekali rasanya.."Balas Nasywa.
"Sayang.. Sedikit saja ya.."Victor menambahkan..
"nanti saja ya.. Aku mau tidur dulu.."timpal.Nasywa.
"ya sudah tidurlah.."Victor dengan penuh kasih sayang mengusap kepala Nasywa.
.
.
Victor turun kebawah setelah diajak berbincang dengan Arina sang mama mertua.
"Ada apa ma ??"tanya Victor.
"coba nanti kau hubungi dokter Obgyn suruh kemari saja memeriksa Nasywa. Aku curiga dia tidak sakit" jawab Arina.
"Dokter Obgyn ?? Maksud mama Nasywa.."
Arina menggangguk dengan senyum lebarnya. "dari tanda-tanda yang Nasywa perlihatkan, sepertinya dia hamil. Tapi mama belum yakin, makanya coba kau panggil dokternya saja suruh kemari.."
Victor pun sama sekali tidak percaya. Bahkan ia tidak berfikir kearah situ sejak pagi.
.
.