Little My Wife

Little My Wife
pengantin baru biasanya bangunnya siang



Bab 52


.


.


.


Malam pengantin baru victor dan Nasywa tidak seperti malam pengantin pasangan yang lain. Nasywa yang memang masih sangat muda dan tidak faham apapun membuat Victor harus sabar menunggu malam pengantin yang dinantikan siapa saja.


Saat Victor kembali dari kamar mandi pun, Nasywa sudah tidur. Tak ada rasa kecewa dihati Victor. Malah pria itu merasa gemas karna istri kecilnya begitu nampak kaku saat tidur.


Victor segera merebahkan tubuh disisi Nasywa, Dan memeluk Nasywa dengan penuh kehangatan. Sejujurnya Nasywa memang belum tidur. Ia hanya takut saja, Malam pertama yang dikatakan orang-orang sangat menyakitkan. Hal itu begitu membuat Nasywa sangat ketakutan.


Terasa sekali, degup jantung Nasywa. Hal itu membuat Victor merasa sangat-sangat gemas sekali. Victor terus mengeratkan pelukan dan memejamkan mata, ia juga tidak berani bertanya atau menegur Nasywa. Berpura-pura tidak tau.


Malam panjang dikamar yang terhias mewah hanya sebagai saksi tidurnya sepasang anak manusia dalam kecanggungan.


.


.


Pagi hari sekali, Nasywa sudah terbangun dan berinisiatif menyiapkan sarapan. Ia segera keluar kamar untuk turun kebawah.


"Eh nona kok sudah bangun?? Pengantin baru biasanya bangunnya siang loh.."Canda Pelayan disana seraya menyapa Nasywa.


"Bibi.. Bisa saja. Kalau boleh Aku tau, Bibi Namanya siapa ??" Tanya Nasywa.


"Perkenalkan. Nama saya Fitri. Itu adik saya namanya Pipit."Bik Fitri memperkenalkan diri.


Nasywa menggangguk. "Bantu saya dirumah ini ya Bik, saya masih tidak pandai memasak."


"tentu.. Nona mau masak apa ??" Bik Fitri bertanya penuh antusias.


Nasywa segera memberitau dan segera memasak bersama pelayan. Meski baru kenal, Namun Nasywa terlihat sangat akrab dengan Bik Fitri, apa lagi Bik Fitri juga sangat ramah sekali.


.


.


.


Ani kembali bekerja pagi itu, Karna Victor pasti sedang mengambil cuti pernikahannya.


Seiring berjalannya waktu, Ani kini sudah bisa mengiklaskan Victor. Apalagi Perasaannya bahkan belum sempat terungkap. Ani bahkan sudah mengubur perasaan itu dalam-dalam.


Tiba disana, Ani keluar dan disambut para mandor dan juga pegawai lain.


Semua menunduk hormat saat Ani berkeliling melihat dengan detail.


Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi. Dari atas tanpa sepengetahuan semua yang mengikuti Ani, Batu besar tak sengaja terjatuh. Dan tepat mengarah pada Ani yang berhenti dan mencoba memberi arahan.


"Awas !!!!" teriak seseorang yang mengejutkan semua orang disana. Pria itu berlari kearah Ani dan mendorong Ani.


Bruuukkk !!!


Buggh !!!!


Batu besar jatuh begitu saja disana. sementara Ani terjatuh diatas tubuh pria asing yang ia tidak kenal.


"Nona !!!" Teriak Anak buah Ani yang segera menolong Ani.


Ani pun yang terkejut segera berdiri dengan dibantu Para mandor.


"Nona tidak apa-apa ??" tanya Salah satu mandor.


"Oh..em.. Tidak. Aku tidak apa-apa.."Balas Ani.


Pria yang menolong Ani nampak bangun dan membersihkan tubuhnya.


"Lenganmu terluka tuan ??" Tegur Ani yang bisa melihat luka dilengan Pria yang menolongnya.


"Tidak apa-apa.."Balas pria itu dengan santai.


"Nona Ani. Saya lupa memberitau anda, Dia tuan Roger. Dia arsitek baru yang akan menggantikan Tuan Beni yang harus keluar Negeri."Tutur mandor


"Oh ya.. Maaf sebelumnya saya tidak tau. "Ani mengulurkan tangan guna menjabat tangan Roger.


"Saya Ani. Saya yang bertanggung jawab mengelola Proyek ini."Ani memperkenalkan diri.


Roger dengan senang hati menerima uluran Ani. "Senang bertemu anda Nona. Mohon bantuannya jika saya ada kekurangan. Saya tidak sehebat Beni."


Ani menggangguk dengan sangat ramah.


.


.