Little My Wife

Little My Wife
berciuman



Bab 21


.


.


.


Nasywa begitu serius mengupas bawang bombay dan bahan lain, hingga ia tak sadar tengah diperhatikan oleh Victor yang merasa lucu saat melihat ekspresi Nasywa yang menggemaskan.


Susah payah Nasywa mengiris namun tetap tak seperti yang dicontohkan Victor.


"astaga.. Kenapa dia tidak mau berteman denganku sih.."Gumam Nasywa yang mulai kesal.


Dan sesuatu yang kembali membuat jantung Nasywa hendak meloncat dari tempatnya, Dari belakang tubuh Nasywa, Victor memeluk dan memegangi kedua tangan Nasywa. "Tanganmu harus santai, jangan kaku seperti itu.."Ucap Victor yang tepat terdengar ditelinga Nasywa, bahkan deru nafas Victor yang beraturan bisa terasa dipori-pori kulit leher sampai telinga Nasywa.


Nasywa hampir kehabisan asupan oksigen, hingga ia hanya bisa diam tanpa menjawab.


"Lihat ya, Seperti ini.."Victor menuntun tangan Nasywa dengan hati-hati.


bukannya fokus dengan ajaran Victor, Nasywa malah melirik kesisi dimana wajah Victor yang begitu dekat dengannya, pahatan wajah yang bagi Nasywa begitu tampan alami terlihat jelas sekali.


Hingga ketika Victor turut menoleh kearah Nasywa kedua mata mereka saling beradu sesaat. Sangat dekat sekali hingga suara nafas masing-masing bisa dirasakan oleh keduanya.


Victor pun terbuai dengan mata yang bagi Victor sendiri bagai magnet, apalagi bibir mungil Nasywa yang berwarna merah jambu alami, seolah menarik suatu rasa pada diri seorang Victor.


Sementara Nasywa jangan ditanya lagi. Tubuhnya seolah kaku, Lidahnya bahkan seolah kelu, dan Jantungnya seakan berhenti berdetak. Seiring dengan semakin dekat dan dekat Victor mendekatkan wajahnya. Hingga...


Cup...


Kedua benda kenyal itu saling bertemu dengan penuh kelembutan. Seakan naluri sudah ada, Nasywa memejamkan mata, dan Sesuatu mengejutkan kembali terjadi. Victor malah mengikir bibir ranum Nasywa dan me lu matnya hingga Ciuman itu terus diperdalam.


ia pun melepaskan diri dari Victor saat sadar ia dan Victor baru saja berciuman.


Victor sendiri juga menjadi salah tingkah, ia menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal guna menutupi rasa malunya. Bagaimana mungkin ia tidak bisa mengendalikan suatu rasa yang ada didalam hatinya dan langsung to the poin tanpa kata.


Nasywa pun juga tertunduk malu. Victor yang melihat itu segera mencairkan suasana, ia tidak mau istri kecilnya menjadi canggung atau malah takut. "Em.. Kau gantilah baju, aku siapkan semuanya. Kita akan makan malam."Victor beralih pada Ikannya yang sudah ditiriskan lalu mengambil Piring, berusaha menyibukkan diri, Sementara Nasywa masih terus menggigit bibir bawahnya dan kemudian segera berlalu dari hadapan Victor menuju kamar.


dengan membuat saus Victor terus memikirkan bagaimana mungkin dia seperti itu, Selama ini dia tidak pernah tertarik apalagi sampai merasa candu pada wanita. Tapi kali ini, Melihat Bibir dan mata Nasywa saja Diri Victor sudah tidak bisa dikendalikan lagi.


"Ada apa denganku ?? Jika dia jadi takut bagaimana ??" Gumam Victor sembari menuangkan saus diatas ikan gorengnya.


.


Dikamar, Nasywa mengguyur habis seluruh tubuhnya dibawah air kran dikamar mandi. Iya, Nasyw Memilih mandi guna menyadarkan dirinya yang sangat aneh.


"Kenapa aku menikmati ciuman itu ?? Paman Victor.. Ah.. Bagaimana kau lakukan ini padaku.."Nasywa terus memegangi bibirnya yang tadi sudah disesap oleh Victor.


"Nanti paman Victor akan mengira aku wanita murahan tidak ya ?? Atau malah terus menghindariku ??" Terka Nasywa dengan kecemasan.


"Tapi tadi kan. Bukan aku yang muali !!!? Paman Victor yang menciumku terlebih dulu ?!!" Terus Nasywa bergulat dengan fikirannya.


Beberapa kali gadis muda itu memukul udara guna meluapkan rasa malu dan aneh yang ia rasakan sendiri. "Ahhh... Aku bisa gila jika begini.."Nasywa menutupi wajahnya dengan kedua tangan dibawah guyuran air.


.


.


.